Euro 2008: Magis Guus Hiddink Bawa Rusia Ke Semifinal
Editor Bolanet | 7 April 2016 10:53
Hiddink resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Rusia setelah Piala Dunia 2006 usai. Hiddink mendapat tugas yang cukup berat untuk membangun kembali Rusia yang tengah terpuruk, setelah tim pecahan Uni Soviet tersebut tidak lolos ke Piala Dunia 2006 setelah mereka meraih hasil yang buruk selama babak kualifikasi grup.
Hiddink pun melakukan sejumlah revolusi pada timnas Rusia, di mana ia memasukan pemain-pemain muda kedalam tim dan membentuk karakter mereka sebagai tim tangguh di Euro 2008. Mereka sukses lolos ke Euro 2008 setelah finish sebagai peringkat kedua di grup E, mengalahkan tim unggulan seperti .
Performa mereka di Euro 2008 juga tergolong menjanjikan. Mereka keluar sebagai runner up grup D setelah mengalahkan Swedia dan Yunani. Namun kejutan yang sebenarnya terjadi pada babak knockout. Pada babak perempat final, Rusia harus berhadapan dengan salah satu tim unggulan juara, Belanda.
Belanda pada saat itu diperkuat nama-nama bintang dunia seperti Penjaga gawang Manchester United, Edwin van der Sar, Nigel De Jong, Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder dan Ruud van Nistelrooy. Sedangkan dikubu Rusia, Guus Hiddink masih mempercayakan nama-nama muda seperti Andriy Arshavin, Aleksandr Anyukov, dan Ivan Saenko. Namun nama-nama muda ini justru menyulitkan Die Oranje sepanjang pertandingan.
Pada pertandingan yang digelar di St Jakob Park tersebut, Rusia unggul terlebih dahulu melalui gol Roman Pavlyuchenko di menit 56. Belanda mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan Rusia hingga Ruud van Nistelrooy menyamakan kedudukan empat menit jelang laga usai. Pada babak tambahan waktu, Rusia kembali membuat kejutan setelah Dmitri Torbinski dan Arshavin sukses membobol gawang Edwin van der Sar dalam kurun waktu 4 menit saja.
Kemenangan tersebut membawa Rusia ke babak semifinal, di mana mereka kembali bertemu dengan Spanyol. Namun sayang pada babak semifinal tersebut, Guus Hiddink tidak mampu berbuat banyak saat timnya dihajar tanpa ampun oleh La Furia Roja dengan skor 3-0. Namun pencapaian mereka tersebut merupakan prestasi terbaik mereka semenjak Uni Soviet bubar pada tahun 1992.[initial]
Baca Juga:
Platini: Benzema Bukan Pemain Top
Inilah Hakan Yakin, Si Penghancur Catatan Portugal di Euro 2008
Euro 1972: Euro Pertama dan Terakhir Gerd Muller
Mengenal Dragan Dzajic, si Lokomotif Uap Yugoslavia
Euro 2012: Akhir Pahit Perjalanan Karir Andriy Shevchenko
Euro 1968: Permulaan Manis Dari Legenda Italia, Dino Zoff
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kanada Tunggu Belanda atau Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 04:31
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko 30 Juni 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 04:54
-
Belanda Lolos sebagai Juara Grup, Ronald Koeman Tetap Tak Puas
Piala Dunia 26 Juni 2026, 14:15
-
Man of the Match Tunisia vs Belanda: Brian Brobbey
Piala Dunia 26 Juni 2026, 08:31
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














