Gagal Juara, Prandelli Fokus Masa Depan Azzurri
Editor Bolanet | 2 Juli 2012 13:01
- Usai babak belur dihajar di final Euro, kini pelatih , Cesare Prandelli memilih untuk fokus menata masa depan Italia. Dini hari tadi, La Furia Roja mengalahkan Azzurri dengan skor 4-0 guna menahbiskan diri sebagai yang terbaik di Eropa.
Prandelli mengakui jika menggondol trofi Euro masih terlalu sulit bagi mereka. Tetapi dirinya menegaskan jika skuad Azzurri sudah berjuang maksimal, dan kini akan fokus mempersiapkan turnamen berikutnya.
Saya rasa tim ini sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa, ucap Prandelli. Di akhir turnamen ini, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya atas kerja keras mereka selama Euro. Sekarang saatnya kami menatap masa yang akan datang, ucap Prandelli usai kalah dari Spanyol di laga final Euro.
Di laga final, Italia gagal memperlihatkan performa gemilang seperti yang pernah mereka tampilkan kala melawan dan . Tampil di bawal performa, Italia dipaksa tertinggal 0-2 di babak pertama oleh gol David Silva dan Jordi Alba.
Laga berjalan lebih buruk bagi Italia di babak kedua. Cedera yang menimpa Thiago Motta membuat Azzurri bermain dengan 10 orang di sisa waktu 30 menit pertandingan. Kekurangan jumlah pemain dimaksimalkan Spanyol untuk mencetak gol tambahan melalui aksi Fernando Torres dan Juan Mata di menit akhir pertandingan.
Prandelli percaya jika faktor kelelahan menjadi penyebab utama jebloknya permainan timnya. Kami tidak berada dalam kondisi yang bagus, beberapa pemain tidak terlihat fit dan saat melawan Spanyol Anda harus menurunkan pemain terbaik untuk bisa menang. Tetapi kami sudah kelelahan dan kami tidak menampilkan permainan kami, pungkas Prandelli.
Sebelum pertandingan final, Prandelli sempat melontar pernyataan bahwa ia akan mempertimbangkan kembali posisinya sebagai pelatih timnas Italia usai Piala Eropa 2012. Mantan pelatih ini menyebut kurangnya perhatian kepada timnas diluar turnamen penting sebagai pertimbangan untuk mundur. Namun usai kalah telak dari Spanyol, Prandelli kemudian berubah dengan mengeluarkan pernyataan yang bernada positif soal masa depannya. [initial]
PIALA EROPA - Kalah Dari Spanyol, Prandelli Urungkan Niat Mundur (gl/mac)
Prandelli mengakui jika menggondol trofi Euro masih terlalu sulit bagi mereka. Tetapi dirinya menegaskan jika skuad Azzurri sudah berjuang maksimal, dan kini akan fokus mempersiapkan turnamen berikutnya.
Saya rasa tim ini sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa, ucap Prandelli. Di akhir turnamen ini, saya ucapkan terima kasih kepada semuanya atas kerja keras mereka selama Euro. Sekarang saatnya kami menatap masa yang akan datang, ucap Prandelli usai kalah dari Spanyol di laga final Euro.
Di laga final, Italia gagal memperlihatkan performa gemilang seperti yang pernah mereka tampilkan kala melawan dan . Tampil di bawal performa, Italia dipaksa tertinggal 0-2 di babak pertama oleh gol David Silva dan Jordi Alba.
Laga berjalan lebih buruk bagi Italia di babak kedua. Cedera yang menimpa Thiago Motta membuat Azzurri bermain dengan 10 orang di sisa waktu 30 menit pertandingan. Kekurangan jumlah pemain dimaksimalkan Spanyol untuk mencetak gol tambahan melalui aksi Fernando Torres dan Juan Mata di menit akhir pertandingan.
Prandelli percaya jika faktor kelelahan menjadi penyebab utama jebloknya permainan timnya. Kami tidak berada dalam kondisi yang bagus, beberapa pemain tidak terlihat fit dan saat melawan Spanyol Anda harus menurunkan pemain terbaik untuk bisa menang. Tetapi kami sudah kelelahan dan kami tidak menampilkan permainan kami, pungkas Prandelli.
Sebelum pertandingan final, Prandelli sempat melontar pernyataan bahwa ia akan mempertimbangkan kembali posisinya sebagai pelatih timnas Italia usai Piala Eropa 2012. Mantan pelatih ini menyebut kurangnya perhatian kepada timnas diluar turnamen penting sebagai pertimbangan untuk mundur. Namun usai kalah telak dari Spanyol, Prandelli kemudian berubah dengan mengeluarkan pernyataan yang bernada positif soal masa depannya. [initial]
PIALA EROPA - Kalah Dari Spanyol, Prandelli Urungkan Niat Mundur (gl/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pau Cubarsi Pemain Istimewa, Dewasa Melampaui Usianya
Liga Spanyol 29 September 2026, 14:25
-
Timnas Italia Batalkan Latihan Terakhir Jelang Lawan Turki, Ada Masalah Apa?
Piala Eropa 28 September 2026, 18:10
-
Prediksi Spanyol vs Kroasia 29 September 2026
Piala Eropa 28 September 2026, 15:14
-
Prediksi Turki vs Italia 29 September 2026
Piala Eropa 28 September 2026, 12:41
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

