Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia

Gia Yuda Pradana | 26 September 2026 07:47
Italia Sebenarnya Punya Peluang, tapi Kecolongan Serangan Balik Belgia
Pelatih Italia Roberto Mancini mengamati dalam laga UEFA Nations League antara Italia vs Belgia di Roma, Italia, Jumat, 25 September 2026 (c) Alfredo Falcone/LaPresse via AP

Bola.net - Roberto Mancini mengawali periode keduanya sebagai pelatih Italia dengan kekalahan. Gli Azzurri takluk 0-2 dari Belgia pada matchday pertama UEFA Nations League A 2026-27 di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB.

Belgia tampil dominan pada babak pertama dan membuka keunggulan melalui Mika Godts pada menit ke-20. Italia kemudian tampil lebih baik setelah jeda dan memiliki beberapa peluang, tetapi Dodi Lukebakio memastikan kemenangan Belgia lewat aksi individu pada menit ke-69.

Advertisement

Mancini menilai Italia sebenarnya mampu memberikan tekanan lebih besar setelah turun minum. Namun, Belgia mampu memanfaatkan celah melalui serangan balik dan kualitas individu untuk mengunci kemenangan pada laga debut Mark van Bommel sebagai pelatih.

1 dari 3 halaman

Mancini Akui Belgia Lebih Baik

Mancini mengakui Belgia tampil lebih baik pada babak pertama. Italia baru mampu meningkatkan permainan setelah jeda dan memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan tim tamu.

“Belgia adalah tim yang lebih baik pada babak pertama, sementara kami jauh lebih baik setelah jeda. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol, tetapi mereka menikam kami melalui serangan balik,” kata Mancini kepada RAI.

Menurut Mancini, kekalahan tersebut tidak menggambarkan penampilan Italia secara keseluruhan. Ia menilai timnya mampu memberikan respons setelah turun minum dan menciptakan sejumlah situasi berbahaya.

2 dari 3 halaman

Italia Kehilangan Fokus

Italia beberapa kali berhasil menekan Belgia pada babak kedua. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengubah skor sebelum Lukebakio mencetak gol kedua melalui aksi individu dari jarak sekitar 20 meter.

“Kami memberikan mereka banyak tekanan pada babak kedua, tetapi mereka mencetak gol melalui aksi individu yang luar biasa dan kelengahan konsentrasi dari kami,” ujar Mancini.

Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, juga berperan penting menjaga peluang timnya sebelum jeda. Ia melakukan penyelamatan ganda untuk menggagalkan peluang Charles De Ketelaere dan Nicolas Raskin ketika Belgia sedang menguasai permainan.

3 dari 3 halaman

Calafiori Minta Italia Berani

Bek Italia Riccardo Calafiori mengakui timnya mengalami kesulitan pada babak pertama. Menurutnya, permainan Italia membaik setelah jeda tetapi belum cukup untuk menghindarkan tim dari kekalahan.

“Ini jelas bukan hasil yang kami inginkan. Kami mengalami beberapa kesulitan pada babak pertama. Kami bermain lebih baik pada babak kedua tetapi jelas belum cukup,” kata Calafiori kepada UEFA.

Calafiori juga menilai banyak pemain muda Italia masih berada dalam tahap awal bersama tim nasional. Ia meminta para pemain tersebut tampil lebih berani dalam pertandingan berikutnya.

“Kami memiliki banyak pemain muda yang baru mulai bermain bersama tim ini. Ada banyak talenta dan satu-satunya nasihat yang bisa saya berikan kepada mereka adalah bermain dengan berani,” tutur Calafiori.

Kekalahan dari Belgia menjadi awal yang kurang ideal bagi periode kedua Mancini. Italia kini harus memperbaiki efektivitas di depan gawang sekaligus mengurangi kesalahan yang dapat dimanfaatkan lawan melalui serangan balik.

Sumber: UEFA.com

LATEST UPDATE