Italia Sudah Memberikan Segalanya

Gia Yuda Pradana | 26 September 2026 08:54
Italia Sudah Memberikan Segalanya
Para pemain Italia (kanan) dan Belgia mengheningkan cipta untuk mantan pemain Italia Sandro Mazzola sebelum laga UEFA Nations League antara Italia vs Belgia di Roma, Italia, Jumat, 25 September 2026 (c) AP Photo/Andrew Medichini

Bola.net - Italia mengawali perjalanan di UEFA Nations League A 2026-27 dengan kekalahan. Gli Azzurri takluk 0-2 dari Belgia di Stadio Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB.

Mika Godts membuka keunggulan Belgia pada menit ke-20 sebelum Dodi Lukebakio menggandakan skor lewat aksi individu pada menit ke-69. Italia sempat tampil lebih baik setelah jeda dan mulai menciptakan peluang untuk mengejar ketertinggalan.

Advertisement

Bek Italia, Giovanni Di Lorenzo, menilai timnya sudah memberikan seluruh kemampuan dalam pertandingan tersebut. Ia mengakui hasilnya mengecewakan karena Italia ingin mengawali era baru dengan hasil positif, tetapi masih ada sejumlah hal yang bisa dipetik dari performa mereka.

1 dari 3 halaman

Italia Kesulitan pada Babak Pertama

Belgia tampil dominan pada babak pertama dengan permainan menyerang yang agresif. Godts membawa tim tamu unggul setelah memanfaatkan umpan Kevin De Bruyne sebelum melewati Gianluigi Donnarumma.

Di Lorenzo mengakui Italia sempat terbawa antusiasme dan keinginan untuk terus menekan lawan. Namun, menurutnya, pendekatan tersebut tetap sesuai dengan keinginan pelatih Roberto Mancini.

“Tim sudah memberikan segalanya dan ini mengecewakan karena kami ingin mengawali pertandingan dengan baik. Kami harus berkembang,” kata Di Lorenzo kepada UEFA.

Ia menilai Belgia memiliki sejumlah pemain berkualitas yang mampu menghukum setiap kesalahan Italia. Hal tersebut terlihat ketika Godts dan Lukebakio memanfaatkan peluang penting untuk membawa Belgia meraih kemenangan.

2 dari 3 halaman

Belgia Manfaatkan Kesalahan Italia

Italia meningkatkan permainan setelah turun minum. Gli Azzurri mulai mengambil kendali pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang untuk menyamakan kedudukan.

Namun, momentum tersebut terhenti ketika Lukebakio mencetak gol kedua pada menit ke-69. Penyerang Belgia itu melepaskan tembakan dari jarak sekitar 20 meter setelah melakukan aksi individu yang membuat pertahanan Italia kesulitan.

“Sayangnya, ketika kami kebobolan gol kedua, kami mulai mengambil kendali pertandingan dan menciptakan peluang untuk menyamakan kedudukan,” ujar Di Lorenzo.

Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, sebelumnya juga menjaga timnya tetap dalam pertandingan melalui penyelamatan ganda untuk menggagalkan peluang Charles De Ketelaere dan Nicolas Raskin.

3 dari 3 halaman

Di Lorenzo Puji De Bruyne

Di Lorenzo juga memberikan pujian khusus kepada De Bruyne yang tampil penting dalam kemenangan Belgia. Keduanya merupakan rekan setim di Napoli sehingga Di Lorenzo memiliki kesempatan melihat kualitas sang gelandang dalam sesi latihan sehari-hari.

“Dia pemain yang fenomenal. Saya cukup beruntung bisa melihatnya berlatih setiap hari. Sayangnya bagi kami, dia bermain sangat baik malam ini,” tutur Di Lorenzo.

Belgia pun mengawali era Mark van Bommel dengan kemenangan. Pelatih Belgia itu mengakui timnya tampil sangat baik pada babak pertama dan mampu menciptakan banyak peluang.

Sementara itu, Italia harus menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi. Di Lorenzo menilai masih ada hal positif dari performa tim, terutama keberanian untuk menekan lawan yang menjadi bagian dari pendekatan Mancini.

Sumber: UEFA.com

LATEST UPDATE