Jadon Sancho Melawan Rasisme: Kebencian Takkan Pernah Menang!
Yaumil Azis | 15 Juli 2021 12:51
Bola.net - Rasisme sedang menjadi obrolan penting pasca pagelaran Euro 2020 berakhir. Sebab penyerang Inggris, Jadon Sancho, menjadi sasaran perlakuan tidak etis itu di media sosial beberapa waktu lalu.
Sancho turut terlibat dalam laga final Euro 2020 ketika Inggris bertemu Italia di babak final, Senin (12/7/2021). Ia masuk saat pertandingan memasuki masa injury time babak kedua extra time, di mana kedudukan masih imbang 1-1.
Waktu yang sedikit membuatnya tak bisa memberikan dampak pada hasil akhir. Namun, tidak bisa dimungkiri kalau masuknya Sancho bertujuan untuk membantu the Three Lions melewati drama adu penalti.
Sayangnya, Sancho tidak bisa berkontribusi banyak. Malahan ia menjadi salah satu penyebab Inggris gagal mengalahkan Italia dalam babak itu setelah gagal mengeksekusi penalti bersama dua pemain Inggris lainnya, Marcus Rashford dan Bukayo Saka.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kebencian Takkan Pernah Menang
Oknum fans Inggris yang tidak terima kegagalan itu lantas melampiaska kekesalannya di media sosial. Mereka secara ganas mengejek Sancho beserta Rashford dan Saka dengan menyinggung masalah latar belakang serta warna kulit.
Rashford telah berbicara soal ini, menegaskan bahwa dirinya tidak malu dengan latar belakang dan warna kulitnya. Rasisme juga menjadi salah satu topik yang dituliskan Sancho dalam tulisan panjangnya di media sosial.
"Saya takkan berpura-pura bahwa saya tak melihat pelecehan rasial yang saya dan saudara-saudara saya, Marcus dan Bukayo, terima setelah pertandingan. Sedihnya, itu bukanlah hal baru," tulis Sancho.
"Sebagai masyarakat, kita perlu berbuat lebih baik, serta meminta pertanggungjawaban orang-orang ini. Kebencian takkan pernah menang. Buat semua anak muda yang telah menerima pelecehan serupa, tegakkan kepala dan teruslah mengejar mimpi," lanjutnya.
Ucapan Terima Kasih Sancho
Di tengah-tengah ujaran kebencian, masih banyak juga yang peduli serta memberikan ucapan semangat kepada Sancho di media sosial. Untuk itu, pemain yang akan bergabung dengan Manchester United tersebut mengucapkan terima kasih.
"Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sangat besar atas semua pesan positif, rasa cinta dan dukungan besar yang melebihi negatif."
"Selalu menjadi kehormatan bisa mewakili Inggris serta mengenakan seragam the Three Lions, dan saya tidak ragu bahwa kami akan kembali dan menjadi lebih kuat! Semoga tetap aman dan sampai jumpa lagi. JS7," pungkasnya.
(Instagram)
Baca juga:
- Jose Mourinho: Piala Dunia 2022, Inggris Bisa Nyanikan 'It's Coming Home' Lagi
- Buka Suara Pasca Kegagalan di Euro 2020, Jadon Sancho: Saya Minta Maaf
- Diinjak Fans Tak Bertiket di Final Euro 2020, Ayah Harry Maguire Patah Tulang Rusuk
- Penggawa Italia Dominasi Tim Terbaik Euro 2020 Versi IFFHS
- Galeri: Mengharukan, Ratusan Orang Suarakan Anti-Rasisme di Mural Marcus Rashford
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli Hattrick, The Gunners Menang 4-1
Liga Inggris 11 Januari 2026, 22:53
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26













