Legenda Piala Eropa: Cristiano Ronaldo, Kapten dalam Drama Portugal Juara Euro 2016
Richard Andreas | 24 Mei 2021 14:41
Bola.net - Euro 2016 adalah panggung Cristiano Ronaldo. Setelah penantian panjang, Ronaldo akhirnya meraih trofi internasional pertamanya bersama Portugal.
Bertahun-tahun sudah Ronaldo dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Dia bersaing ketat dengan Lionel Messi di level tertinggi.
Masalahnya, dua pemain ini dianggap belum bisa jadi legenda selama belum mempersembahkan trofi untuk negaranya. Tantangan inilah yang dijawab Ronaldo.
Di Euro 2016, Ronaldo menunjukkan perannya sebagai kapten tim. Keberadaannya dalam tim Portugal sangat penting, padahal Ronaldo hanya mencetak tiga gol.
Ronaldo juga tidak bisa bermain penuh di laga final kontra Prancis, dia terpaksa ditarik karena cedera. Namun, Ronaldo tetap berada di tepi lapangan dan berperan sebagai pelatih kedua.
Perjalanan Portugal di Euro 2016
Portugal sebenarnya bukan favorit juara di Euro 2016. Bahkan performa mereka tidak cukup meyakinkan di fase grup.
Betapa tidak, dari tiga laga fase grup, Portugal hanya meraih 3 poin dari 3 hasil imbang.
- Portugal 1-1 Islandia
- Portugal 0-0 Austria
- Hongaria 3-3 Portugal
Portugal cukup beruntung lolos ke 16 besar sebagai salah salah satu dari empat tim peringkat tiga terbaik.
Di 16 besar, performa Portugal pun tidak benar-benar meyakinkan. Mereka hanya menang 1-0 atas Kroasia.
Setelah itu Portugal beruntung bisa mengalahkan Polandia lewat adu penalti di perempat final. Barulah mereka menang cukup meyakinkan dengan skor 2-0 atas Wales di semifinal.
Nah perjuangan pas-pasan sejak awal turnamen inilah yang membuat Portugal diragukan di partai final. Terlebih, lawannya adalah Prancis yang sangat kuat.
Drama di final
Duel final Euro 2016 pun berjalan penuh drama. Prancis jadi favorit, tapi setidaknya Portugal punya Ronaldo.
Ronaldo memasuki final ini dengan 3 gol saja, tidak terlalu produktif. Meski begitu, nama besar diyakini bisa membuat perbedaan.
Nahas, Ronaldo hanya bertahan 24 menit di lapangan. Lutut Ronaldo dihantam Dimitri Payet hingga memaksanya tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Ronaldo tampak meneteskan air mata saat ditarik keluar lapangan. Mimpinya membawa Portugal juara nyaris sirna.
Meski begitu, Portugal terus berjuang. Mereka bisa menahan imbang Prancis 0-0 di waktu normal dan justru mencetak gol kemenangan melalui Eder di menit ke-109.
Ronaldo jadi pelatih
Meski hanya mencetak 3 gol, kontribusi Ronaldo sangat besar untuk kemenangan Portugal di Euro 2016 ini.
Masih teringat jelas bagaiman Ronaldo berperan sebagai pelatih kedua di tepi lapangan setelah terpaksa ditarik keluar. Dia meneriaki rekan-rekanya yang masih bertanding.
"Sebelum extra time, Cristiano Ronaldo berkata bahwa saya akan mencetak gol kemenangan," kata Eder. "Dia memberi saya kekuatan dan energi positif."
Ucapan Eder ini sudah cukup menegaskan pentingnya peran Ronaldo. Dia tidak selalu mencetak gol, tapi keberadaannya sangat penting untuk mental para pemain.
Ronaldo memecahkan banyak rekor di turnamen ini. Dia melewati rekor penampilan terbanyak untuk Portugal yang sebelumnya dipegang Luis Figo (128).
Ronaldo menyamai catatan Platini dengan 9 gol di putaran final Euro dan memecahkan rekor Bastian Schweinsteiger (18) dengan 21 penampilan di putaran final Euro.
Ronaldo mengakui bahwa hasratnya untuk sukses di Euro 2016 kemarin adalah kegagalan Portugal dari Yunani di Euro 2004 silam.
"Ini adalah trofi yang sudah lama saya impikan, bahkan sejak tahun 2004," kata Ronaldo.
Top skor sepanjang masa
Trofi Euro 2016 kemarin sekaligus jadi trofi internasional level top pertama untuk Ronaldo. Untuk satu hal ini, Ronaldo masih lebih baik dari rival abadinya, Lionel Messi.
Kini, Ronaldo pun masih akan bermain di Euro 2020. Dia kembali jadi kapten Portugal, tapi dengan peran dan ekspektasi yang berbeda.
Ronaldo memasuki turnamen ini sebagai top skorer internasional sepanjang masa di Eropa. Dia sudah mencetak 103 gol dalam 173 penampilan untuk Portugal.
Sebagai juara bertahan, Portugal akan lebih percaya diri di Euro 2020 mendatang, terlebih dengan keberadaan Ronaldo.
Sumber: UEFA, Wikipedia, Sky Sports, Bola
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
LATEST UPDATE
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
-
Link Live Streaming Proliga 2026 Matchweek 3 di Vidio Pekan Ini
Voli 20 Januari 2026, 13:43
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







