Pelatih Prancis Masih Tak Sudi Maafkan Kelakuan Benzema
Editor Bolanet | 15 Januari 2019 05:00
Bola.net - - Pernyataan striker Real Madrid, Karim Benzema, masih sulit dilupakan oleh Didier Deschamps. Pelatih Timnas Prancis itupun mengaku masih tak sudi memaafkannya, apalagi sampai memasukkan namanya ke dalam skuat Les Blues.
Pemain berumur 31 tahun tersebut sudah diasingkan dari timnas Prancis sejak tahun 2015 lalu. Kala itu, Benzema mendapat tudingan telah melakukan pemerasan terhadap salah satu rekan setimnya, Mathieu Valbuena.
Namanya sempat dipertimbangkan masuk ke dalam skuat Les Blues untuk ajang Piala Dunia 2018 kemarin. Namun, Deschamps tetap tak bergeming dan lebih memilih pemain-pemain lainnya ketimbang eks pemain Olympique Lyon tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pernyataan Kontroversial Benzema
Pengasingan dari Timnas Prancis membuat Benzema marah hingga ia tak bisa lagi menahan kritikan untuk presiden FFF (federasi sepak bola Prancis), Noel Le Graet. Ia menuding bahwa Graet mendukung keputusan Deschamps untuk tidak membawanya ke Rusia.
Deschamps sendiri punya alasan yang kuat mengapa tidak menyertakan namanya bersama Paul Pogba dkk. Dua setengah tahun yang lalu, eks pelatih Juventus tersebut marah besar akibat pernyataan kontroversi yang dilontarkan Benzema.
Kala itu, Benzema tidak dipanggil membela Prancis untuk pagelaran Piala Eropa 2016. Ia kesal dan menuding Deschamps sebagai sosok yang rasis karena tidak memilihnya masuk ke dalam skuat lantaran darah Aljazair yang mengalir di tubuhnya.
Benzema Melewati Batas
Hal itu jelas membuat Deschamps marah, dan rasa kesalnya masih ada hingga sekarang. Belum lama ini, pelatih berumur 50 tahun itu mengaku masih belum bisa memaafkannya karena dinilai sudah kelewatan dalam berbicara.
"Beberapa orang bisa melontarkan pernyataan dengan konsekuensi melewati pemahaman, dan saya tak bisa melupakan itu. Pada saat itu, saya merasa ada batas yang telah terlewati," ujar Deschamps kepada Europe 1.
"Saya memilih pemain Prancis, semuanya orang Prancis, dan tak pernah terpikir untuk memilih seseorang karena warna kulit ataupun agamanya," tandasnya.
Seperti yang diketahui, Timnas Prancis memang terkenal dengan keberagaman rasnya karena kebijakan negara yang menerima imigran. Badan statistik Prancis, INSEE, berujar bahwa sedikitnya 6 juta penduduk Prancis merupakan imigran dari berbagai negara.
Saksikan Juga Video Ini
Serangkaian penyelamatan penting yang dilakukan David De Gea kala Manchester United menghadapi Tottenham hari Minggu (13/1) kemarin menyisakan beberapa catatan penting. Simak informasi selengkapnya melalui video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














