Pemenang dan Pecundang Euro 2020 Inggris vs Jerman: Timo Werner dan Robin Gosens Gaib
Asad Arifin | 30 Juni 2021 08:18
Bola.net - Inggris sukses menumbangkan Jerman pada babak 16 Besar Euro 2020, Selasa (29/6/2021) malam WIB. Pada laga yang digelar di Stadion Wembley itu, Inggris meraih kemenangan dengan skor 2-0.
Pertandingan berjalan sengit dan seimbang. Inggris baru mencetak gol pertama di menit ke-75 lewat aksi Raheem Sterling dan Harry Kane menggandakannya di menit ke-86.
Hasil ini mengantar Inggris ke babak perempat final atau delapan besar. Mereka akan berhadapan dengan pemenang laga Ukraina yang meraih kemenangan atas Swedia babak 16 Besar.
Lantas, siapa pemain yang tampil layaknya pemenang dan pecundang pada duel Inggris vs Jerman? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Pemenang - Jordan Pickford

Pickford mendapat anyak kritik di Premier League. Namun, di Euro 2020, harusnya dia tidak mendapat kritik apa pun. Belum ada cela pada performa Pickford, termasuk pada duel Inggris vs Jerman.
Pickford belum kebobolan satu gol pun di Euro 2020. Pada duel lawan Jerman, Pickford membuat tiga aksi penyelamatan. Salah satunya dari peluang Timo Werner pada babak pertama.
Pecundang - Manuel Neuer

Neuer tampil cukup bagus pada babak pertama. Dia mampu membuat penyelamatan penting pada peluang Raheem Sterling. Namun, pada babak kedua, Neuer harus melihat gawangnya dua kali dibobol Inggris.
Tidak ada kesalahan fundamental yang dilakukan Neuer secara teknis. Namun, sebagai kapten, Neuer harusnya bisa melakukan lebih banyak untuk membangkitkan mental rekan-rekannya.
Pemenang - Luke Shaw

Jose Mourinho apa kabar?
Setelah melihat performa apik Luke Shaw di laga melawan Jerman, apakah Mourinho masih akan melancarkan kritik padanya?
Shaw membuat satu assist pada gol yang dicetak Raheem Sterling. Shaw aktif membantu serangan dan sangat tangguh ketika harus bertahan. Shaw, selain Maguire, juga layak mendapat gelar Man of the Match duel Inggris vs Jerman.
Pecundang - Matthias Ginter
Ginter nampak kewalahan menjaga Raheem Sterling. Ginter memang tidak melakukan kesalahan yang sangat fatal, tapi Ginter nampak kesulitan dan memberi banyak ruang pada pemain depan Inggris.
Jika dibanding bek-bek Jerman lain, Ginter juga jarang menjadi opsi atau mengambil inisiatif untuk melakukan build-up. Bukan performa terbaik Ginter.
Pemenang - Raheem Sterling
Sterling kembali membuktikan bahwa dia adalah pemain penting di timnas Inggris. Performanya di level klub memang tidak stabil, tapi Sterling tetap impresif bersama timnas Inggris.
Sterling sangat mereporkan tiga bek Jerman. Sterling punya karakter yang sulit ditebak. Peregrakan Sterling mampu mengacaukan kordinasi lini belakang Jerman dan membuat Harry Kane punya banyak ruang.
Jangan lupa, Sterling juga mencetak satu gol.
Pecundang - Robin Gosens

Gosens mendapat banyak pujian atas aksinya di fase grup, khususnya di laga melawan Portugal. Namun, pada duel melawan Inggris, Gosens nampak tidak berdaya dan gaib alias tidak nampak.
Gosens sangat jarang muncul pada situasi penting, baik menyerang maupun bertahan. Akurasi umpan Gosens sangat buruk [76 persen] dan tidak melepas satu pun umpan kunci. Gosens tidak tampil pada performa terbaiknya.
Pemenang - Harry Maguire

Southgate mendapat banyak kritik saat membawa Maguire ke Euro 2020 walau masih cedera dan absen pada laga-laga awal fase grup. Namun, keputusan Soutgate kini nampak sangat rasional karena Maguire jadi pemain krusial.
Maguire bermain sangat solid di lini belakang. Dia membuat para pemain Jerman tidak punya banyak peluang. Maguire juga cukup berbahaya dalam situasi bola mati. Maguire menerima gelar Man of the Match laga Inggris vs Jerman versi UEFA.
Pecundang - Joshua Kimmich
Kimmich menjalani hari yang sulit karena mendapat banyak tantangan dari Luke Shaw. Kimmich yang punya kemampuan bertahan bagus dibauat kelabakan oleh aksi-aksi impresif Shaw.
Seperti halnya Robin Gosens, Kimmich kemudian juga tidak memberi kontribusi maksimal pada situasi menyerang. Kimmich benar-benar kesulitan meladeni Luke Shaw.
Pemenang - Jack Grealish
Grealish memang tidak dimainkan sejak menit awal. Namun, pemain Aston Villa itu tampil impresif ketika dimainkan pada menit ke-69. Gol-gol Inggris tercipta setelah Grealish berada di atas lapangan.
Grealish memberi assist pada Harry Kane pada menit ke-86. Gol ini menjadi momen yang teramat penting bagi Inggris. Gol ini seperti menyudahi perlawanan Jerman.
Pecundang - Thomas Muller

Muller diharapkan memberi dampak besar di Euro 2020, setelah tampil luar biasa bersama Bayern Munchen dua musim terakhir. Muller tidak tampil buruk di Euro 2020, tapi dia tampil di bawah standar pada laga melawan Inggris.
Muller punya peluang emas pada menit ke-81. Anda bisa dikonversi menjadi gol, maka skor akan menjadi 1-1 dan Jerman bakal punya momentum bagus. Namun, Muller gagal mencetak gol dan momentum buruk terjadi untuk skuad Jerman.
Pemenang - Harry Kane

Ada banyak kritik dan keraguan tatkala Harry Kane gagal mencetak gol di fase grup Euro 2020. Namun, Harry Kane menunjukkan mental yang kuat dengan hadir pada sesi jumpa pers jelang laga kontra Jerman.
Mental Kane kembali terbukti di laga melawan Jerman. Kane tetap tampil penuh percaya diri. Saat mencatatkan gol pertamanya di Euro 2020, Kane pun merayakan dengan emosional.
Pecundang - Timo Werner
Timo Werner seolah menjadi pemain yang gaib alias tidak nampak. Sebab, pemain 24 tahun itu gagal memberi dampak besar bagi lini depan Jerman.
Timo Werner dimainkan sejak menit pertama, menggantikan peran Serge Gnabry. Werner punya satu peluang emas di babak pertama, tapi gagal. Itulah satu-satunya aksi menentukan Werner pada duel lawan Inggris.
Pemenang - Gareth Southgate

Southgate menjawab semua keraguan atas performa Inggris di fase grup. Inggris mungkin tidak bermain atraktif dan cenderung pragmatis, tapi dari situlah Inggris mampu meraih kemenangan demi kemenangan.
Southgate dengan jeli memainkan Jack Grealish pada babak kadua. Pergantian ini menjadi faktor yang sangat menentukan bagi Inggris. Grealih membuat Inggris tampil sangat impresif.
Pecundang - Joachim Loew

Loew gagal menutup kiprahnya di timnas Jerman dengan catatan manis. Loew pun mencoreng tradisi bagus Jerman saat berjumpa Inggris di turnamen mayor.
Sejak awal, ada banyak keraguan atas kiprah Loew di Euro 2020. Loew ngotot memakai formasi tiga bek walau tidak familiar bagi sepak bola Jerman. Khusus di laga melawan Inggris, Loew nampak penuh keraguan dan baru melakukan pergantian pada menit-menit akhir.
Sumber: Bola
Baca Ini Juga:
- Group of Death Euro 2020: Emang Tewas Semua Sebelum Perempat Final!
- Jadwal Lengkap Perempat Final Euro 2020: Inggris Cukup Mudah ke Final Sih!
- Apa yang Salah dari Prancis? Kok Bisa Kalah? Ini Penjelasan Jose Mourinho
- Hasil Lengkap Babak 16 Besar Euro 2020: Tim Raksasa Bertumbangan
- Man of the Match Swedia vs Ukraina: Oleksandr Zinchenko
- Jadwal Perempat Final Euro 2021 dan Daftar Negara yang Lolos 8 Besar Piala Eropa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

