Rashford dan Foden Tak Punya Banyak Kesempatan Lagi di Timnas Inggris
Richard Andreas | 23 Maret 2025 04:15
Bola.net - Thomas Tuchel memulai era barunya sebagai pelatih Timnas Inggris dengan kemenangan 2-0 atas Albania di Wembley.
Myles Lewis-Skelly, yang membuat debut, mencetak gol pembuka dan meraih gelar pemain terbaik, sementara Harry Kane menambah koleksi gol internasionalnya. Meski meraih kemenangan, Tuchel menyoroti beberapa masalah yang perlu diperbaiki, terutama performa Marcus Rashford dan Phil Foden.
Tuchel mengakui bahwa kedua pemain sayap tersebut belum memberikan dampak yang diharapkan. Rashford, yang kembali ke timnas setelah absen sejak Maret lalu, dan Foden, yang sudah 17 pertandingan tanpa kontribusi gol, berada di bawah tekanan untuk segera meningkatkan performa mereka.
Performa Rashford dan Foden yang Mengecewakan
Marcus Rashford dan Phil Foden menjadi sorotan utama setelah pertandingan melawan Albania. Rashford, yang kembali ke timnas setelah absen hampir setahun, tampil kurang meyakinkan.
Sementara itu, Foden, yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Manchester City, masih kesulitan membawa performa klubnya ke level internasional.
Tuchel mengungkapkan kekecewaannya terhadap kedua pemain tersebut. "Mereka belum sepenuhnya menentukan seperti yang kami harapkan," ujarnya.
Foden sendiri telah mengakui bahwa ia kesulitan menampilkan performa terbaiknya saat membela Inggris.
Peringatan Paul Merson untuk Rashford dan Foden

Paul Merson, analis Sky Sports, percaya bahwa Rashford dan Foden tidak akan memiliki banyak kesempatan lagi untuk membuktikan diri di bawah Tuchel.
"Dengan apa yang Tuchel katakan tentang Rashford dan Foden, saya rasa mereka tidak akan punya banyak kesempatan lagi," ujar Merson.
Ia menambahkan bahwa kedua pemain tersebut kemungkinan besar akan dimainkan lagi melawan Latvia. Namun, jika mereka gagal tampil baik, Tuchel tidak akan ragu untuk mencari opsi lain.
"Jika mereka tidak perform, Tuchel akan mengatakan 'selamat tinggal'," kata Merson.
Tantangan Tuchel dan Masa Depan Inggris
Thomas Tuchel dikenal sebagai pelatih yang tidak takut membuat keputusan keras. Merson mengingatkan bahwa Tuchel tidak akan berlama-lama jika merasa tidak cocok dengan situasi.
"Di mana pun Tuchel melatih, dia tidak bertahan lama. Dia masuk, tidak takut membuat orang kesal, dan ketika semua orang sudah muak, dia pergi," ujarnya.
Meski begitu, Merson percaya bahwa Tuchel adalah sosok yang dibutuhkan Inggris. Namun, ia juga mengakui bahwa pekerjaan Gareth Southgate selama ini patut diapresiasi.
"Pada akhirnya, kita akan menyadari betapa luar biasanya pekerjaan Southgate untuk Inggris," tambahnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar 48 Peserta Piala Dunia 2026
Piala Dunia 8 April 2026, 18:30
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Liga Champions 8 April 2026, 17:50
-
Liga Champions 8 April 2026, 17:37

LATEST UPDATE
-
Didier Deschamps Masuk Radar Real Madrid, Kandidat Pelatih Musim Depan
Liga Spanyol 10 April 2026, 23:38
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Bhayangkara FC 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:07
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persebaya 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Girona: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:38
-
Performa Jules Kounde Menurun, Barcelona Mulai Khawatir
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:09
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persik 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 21:54
-
Arsenal Dapat Kabar Baik, Eze Siap Tampil Siap Tampil Lawan Bournemouth
Liga Inggris 10 April 2026, 21:53
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs PSBS 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 21:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45





