Masih Sulit Memahami Keputusan Thomas Tuchel di Timnas Inggris: Palmer dan Foden Gak Masuk, Madueke Dipilih

Masih Sulit Memahami Keputusan Thomas Tuchel di Timnas Inggris: Palmer dan Foden Gak Masuk, Madueke Dipilih
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel bereaksi di laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Thomas Tuchel langsung memancing perdebatan setelah mengumumkan skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026. Sejumlah nama besar seperti Cole Palmer, Phil Foden, hingga Morgan Gibbs-White justru tidak masuk daftar.

Sebaliknya, pelatih asal Jerman itu memberi tempat kepada pemain seperti Ivan Toney, Noni Madueke, dan Tino Livramento. Keputusan tersebut menunjukkan arah baru yang ingin dibangun Tuchel untuk membawa Inggris melangkah lebih jauh setelah menjadi runner-up Euro 2024.

Skuad Inggris kali ini memperlihatkan perpaduan unik antara pengalaman dan regenerasi. Ada pemain senior seperti Harry Kane dan Jordan Henderson, tetapi juga sederet talenta muda yang baru mulai mendapat panggung di level internasional.

Keputusan Kontroversial Tuchel di Skuad Inggris

Keputusan Kontroversial Tuchel di Skuad Inggris

Pemain Inggris, Harry Maguire, Phil Foden dan Harry Kane usai laga melawan Jepang, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Absennya sejumlah nama besar menjadi sorotan utama dalam pengumuman skuad Inggris. Phil Foden, Cole Palmer, Harry Maguire, Luke Shaw, hingga Morgan Gibbs-White harus menerima kenyataan tidak dipilih untuk turnamen musim panas ini.

Tuchel tampaknya lebih mengutamakan fleksibilitas taktik, intensitas permainan, serta kebugaran pemain dibanding reputasi semata. Pilihan terhadap pemain seperti Djed Spence, Tino Livramento, dan Noni Madueke memperlihatkan fokus pada atletisme dan kemampuan bermain di beberapa posisi.

Di sisi lain, keputusan memanggil Ivan Toney juga memancing perhatian. Striker Al Ahli itu tetap dipercaya meski bermain di Arab Saudi dalam dua musim terakhir. Rekam jejaknya sebagai eksekutor penalti dinilai menjadi nilai tambah penting untuk turnamen besar.

Fondasi Tim Inggris Masih Bertumpu pada Pemain Inti

Fondasi Tim Inggris Masih Bertumpu pada Pemain Inti

Starting XI Timnas Inggris saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Meski banyak wajah baru, tulang punggung Inggris tetap diisi nama-nama berpengalaman. Jordan Pickford masih menjadi pilihan utama di bawah mistar berkat konsistensinya bersama tim nasional.

Di lini tengah, Declan Rice diproyeksikan menjadi pusat permainan. Gelandang Arsenal itu tampil dominan sepanjang musim dan dikenal memiliki kemampuan membawa bola yang sangat kuat dari lini kedua.

Harry Kane tetap menjadi andalan utama di lini depan. Kapten Inggris tersebut datang ke Piala Dunia setelah mencetak 36 gol Bundesliga bersama Bayern Munchen. Ketajamannya masih menjadi harapan terbesar Inggris untuk mengakhiri puasa gelar internasional.

Selain itu, Jude Bellingham kembali menjadi sosok penting di lini tengah. Meski performanya bersama Real Madrid dianggap belum setajam musim debutnya, energi, duel fisik, dan kemampuan menyerangnya tetap sulit tergantikan.

Kombinasi Pengalaman dan Generasi Baru

Kombinasi Pengalaman dan Generasi Baru

Selebrasi Harry Kane bersama skuad Timnas Inggris dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 versus Albania, Senin (17/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Skuad Inggris kali ini memiliki komposisi yang cukup menarik. Enam pemain memiliki lebih dari 50 caps internasional, tetapi ada juga 10 pemain yang baru mengoleksi maksimal 10 penampilan bersama tim senior.

Jordan Henderson menjadi figur paling senior dalam skuad. Pemain Brentford itu diperkirakan menjalani turnamen internasional terakhirnya bersama Inggris setelah debut sejak era Fabio Capello pada 2010.

Sementara itu, sejumlah pemain muda mulai mendapat kepercayaan besar dari Tuchel. Elliot Anderson menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian. Gelandang Nottingham Forest tersebut bahkan diperkirakan akan menjadi tandem utama Rice di lini tengah.

Ada pula Kobbie Mainoo dan Jarell Quansah yang mewakili regenerasi Inggris. Keduanya merupakan produk sukses sistem pembinaan usia muda Inggris dan kini mulai dipercaya di level senior.

Lini Belakang Inggris Andalkan Fleksibilitas

Tuchel tampaknya sangat memperhatikan fleksibilitas di sektor pertahanan. Banyak pemain belakang yang dipanggil mampu bermain di lebih dari satu posisi.

Marc Guehi diperkirakan menjadi bek tengah utama Inggris setelah tampil impresif sejak pindah ke Manchester City. Kemampuannya mengalirkan bola dari belakang dan bermain di area lebar menjadi nilai penting dalam sistem Tuchel.

Reece James juga kembali mendapat tempat setelah sempat diganggu cedera dalam beberapa tahun terakhir. Meski sempat dimainkan di lini tengah bersama Chelsea, James kembali diplot sebagai bek kanan utama Inggris.

Tino Livramento dan Djed Spence memberi opsi tambahan karena bisa bermain di kedua sisi pertahanan. Dalam kondisi cuaca panas di Amerika Serikat nanti, kemampuan fisik mereka dinilai sangat penting.

Sementara itu, John Stones tetap dibawa berkat pengalaman dan kualitas distribusi bolanya, meski musim ini lebih banyak diganggu cedera.

Lini Serang Inggris Tetap Menakutkan

Inggris masih memiliki banyak senjata di lini depan. Bukayo Saka tetap menjadi andalan utama di sisi kanan serangan berkat kombinasi kreativitas dan kedisiplinan bertahan.

Marcus Rashford juga kembali dipercaya setelah menjalani musim produktif bersama Barcelona. Penyerang pinjaman dari Manchester United itu mencatat 23 kontribusi gol di La Liga dan Liga Champions.

Anthony Gordon membawa ancaman lewat kecepatan dan pressing agresif. Meski performanya di Premier League tidak terlalu menonjol, catatan 10 gol di Liga Champions bersama Newcastle menjadi alasan kuat pemanggilannya.

Morgan Rogers menjadi salah satu pemain yang diprediksi bisa memberi kejutan. Pemain Aston Villa itu tampil impresif musim ini dan beberapa kali dipercaya Tuchel sebagai gelandang serang dibanding Bellingham.

Di bangku cadangan, Inggris juga memiliki opsi berbeda lewat Ollie Watkins dan Ivan Toney. Watkins menawarkan kecepatan di belakang garis pertahanan lawan, sedangkan Toney memberi keunggulan dalam duel fisik dan situasi bola mati.