Rekor-Rekor dalam Dua Hari di Matchday Kedua Euro 2020
Serafin Unus Pasi | 18 Juni 2021 21:04
Bola.net - Gelaran Euro 2020 terus berlanjut. Saat ini, turnamen sepak bola antarnegara paling akbar di Benua Eropa tersebut sudah memasuki pertengahan matchday kedua.
Sejauh ini, enam laga sudah dituntaskan dalam dua hari matchday kedua ini. Sementara, saat berita ini ditulis, laga ketujuh antara Swedia dan Slovakia masih berlangsung.
Dari enam laga yang sudah digelar ini, ada sejumlah rekor yang tercipta dalam gelaran Euro 2020. Siapa saja para pencetak rekor dan apa saja rekor yang tercipta pada dua hari matchday kedua Euro 2020? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Kevin de Bruyne

Kevin de Bruyne menjadi satu-satunya pemain Eropa yang mencetak assist dalam tiap edisi dari empat turnamen paling akbar, Piala Eropa dan Piala dunia.
Pemain asal Belgia tersebut mencetak assist di Piala Dunia 2014, Piala Eropa 2016, Piala Dunia 2018, dan Piala Eropa 2020.
Fernando Rapallini
Fernando Rapallini menjadi wasit asal Amerika Selatan pertama yang menjadi wasit utama dalam gelaran Piala Eropa. Wasit asal Argentina ini menjadi sosok non-Eropa kedua yang memimpin turnamen sepak bola antarnegara paling akbar di Benua Eropa tersebut.
Sosok non-Eropa pertama yang berkesempatan memimpin Piala Eropa adalah Gamal Al-Ghandour. Wasit asal Mesir ini sempat memimpin dua laga pada Euro 2000.
Ezgjan Alioski

Penggawa Makedonia Utara, Ezgjan Alioski, menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Eropa yang mencetak gol dari hasil bola rebound.
Dalam laga kontra Ukraina, Alioski sukses mencetak gol melalui bola rebound setelah sepakan penaltinya ditepis kiper Ukraina.
Leonardo Spinazolla

Spinazolla mencatat rekor kala memperkuat Timnas Italia saat menghadapi Timnas Swiss. Pemain serbabisa AS Roma ini menjadi pesepak bola tercepat, versi UEFA, pada turnamen Piala Eropa.
Dalam laga kontra Swiss, Spinazolla sempat mencatatkan kecepatan 33,8 km/jam. Ia mengungguli Daniel James (Wales, 33.5 km/jam) dan Raheem Sterling (Inggris, 33.1 km/jam).
Maarten Stekelenburg dan Ryan Gravenberch

Pada laga kontra Austria, Maarten Stekelenburg berusia 38 tahun dan 268 hari, sedangkan Ryan Gravenberch berusia 19 tahun dan 32 hari.
Perbedaan 19 tahun dan 236 hari antara kedua pemain tersebut merupakan perbedaan usia terbesar di antara rekan satu tim dalam gelaran Piala Eropa.
Timnas Belanda

Timnas Belanda menjadi tim pertama yang dipastikan lolos dari fase grup Euro 2020 dengan status juara grup. Saat ini, Belanda tak terkalahkan dalam sembilan laga dalam dua turnamen besar, Piala Eropa dan Piala Dunia.
Catatan ini merupakan catatan rentetan kemenangan terpanjang yang dimiliki timnas dari negara-negara Eropa.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Berani Ikutan Tebak Skor Portugal vs Jerman? Pada Duel Terakhir, Selecao Dibantai 4-0 Lho!
- Euro 2020: Mctominay dan Shaw Saling 'Diam-Diaman' Jelang Inggris vs Skotlandia
- Kumpulan Parodi 'Botol Soda-Alkohol' Ronaldo dan Pogba: Lukaku, Yarmolenko, hingga Babe Cabita
- Frank De Boer: Belanda Bisa Kalahkan Siapapun di Euro 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cara AC Milan Hentikan Federico Dimarco di Derby Della Madonnina
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:00
-
Manchester United Mulai Kontak Gelandang Pengganti Casemiro
Liga Inggris 9 Maret 2026, 16:30
LATEST UPDATE
-
Patrice Evra Sebut Sosok Manajer Ideal untuk Manchester United
Liga Inggris 10 Maret 2026, 00:19
-
Xavi Ungkap Alasan Tak Akan Pernah Kembali ke Barcelona
Liga Spanyol 9 Maret 2026, 20:33
-
Prediksi Jumlah Trofi yang Bisa Diraih Arsenal Musim Ini
Liga Inggris 9 Maret 2026, 18:30
-
Wayne Rooney Bela Mikel Arteta Usai Gaya Bermain Arsenal Dihujani Kritik
Liga Inggris 9 Maret 2026, 18:00
-
Kurang Tajam di Depan Gawang, Inter Tumbang di Derby Milan
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:30
-
Cara AC Milan Hentikan Federico Dimarco di Derby Della Madonnina
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:00
-
Manchester United Mulai Kontak Gelandang Pengganti Casemiro
Liga Inggris 9 Maret 2026, 16:30













