Rio Ferdinand Turut Bela Duo Ashley
Editor Bolanet | 2 Juli 2012 14:44
- Rio Ferdinand memberi pembelaan untuk Ashley Young dan Ashley Cole - dua pemain yang dituding sebagai biang kegagalan Inggris di perempat final Euro 2012.
The Three Lions berhasil menahan Italia tanpa gol dalam laga normal, namun mereka harus rela angkat kaki setelah kalah 2-4 dalam drama adu penalti. Dan dua Ashley tersebut - Young dan Cole, adalah dua pemain yang gagal menjalankan tugasnya.
Saya berbicara pada Ashley (Young) setelah laga dan mengatakan padanya jika butuh keberanian besar untuk maju dan mengambil penalti dalam situasi macam itu, kata bek veteran Manchester United itu.
Ia amat kecewa, tentu saja. Namun orang-orang akan menyingkir ketika Anda membutuhkan sukarelawan penendang penalti yang layak diolok-olok.
Ferdinand mengaku paham tekanan yang dipikul rekannya mengingat ia pernah merasakan ketegangan luar biasa yang serupa di final Liga Champions 2008 kontra . Itu sangat menghancurkan mental, tak diragukan lagi. Giliran saya berikutnya dan lutut saya begitu gemetar, imbuhnya.
Meski begitu, saya akan tetap mendukung Ashley untuk melakukannya, juga Ashley Cole yang biasanya bagus dalam hal itu. Namun saya rasa eksekusi brilian Andrea Pirlo ketika tekanan mulai meningkat sudah membuat anak-anak tak nyaman. Begitu dingin dalam situasi semacam itu dan mengubah dinamisme adu penalti. (sun/row)
The Three Lions berhasil menahan Italia tanpa gol dalam laga normal, namun mereka harus rela angkat kaki setelah kalah 2-4 dalam drama adu penalti. Dan dua Ashley tersebut - Young dan Cole, adalah dua pemain yang gagal menjalankan tugasnya.
Saya berbicara pada Ashley (Young) setelah laga dan mengatakan padanya jika butuh keberanian besar untuk maju dan mengambil penalti dalam situasi macam itu, kata bek veteran Manchester United itu.
Ia amat kecewa, tentu saja. Namun orang-orang akan menyingkir ketika Anda membutuhkan sukarelawan penendang penalti yang layak diolok-olok.
Ferdinand mengaku paham tekanan yang dipikul rekannya mengingat ia pernah merasakan ketegangan luar biasa yang serupa di final Liga Champions 2008 kontra . Itu sangat menghancurkan mental, tak diragukan lagi. Giliran saya berikutnya dan lutut saya begitu gemetar, imbuhnya.
Meski begitu, saya akan tetap mendukung Ashley untuk melakukannya, juga Ashley Cole yang biasanya bagus dalam hal itu. Namun saya rasa eksekusi brilian Andrea Pirlo ketika tekanan mulai meningkat sudah membuat anak-anak tak nyaman. Begitu dingin dalam situasi semacam itu dan mengubah dinamisme adu penalti. (sun/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapuhnya Timnas Inggris Tanpa Harry Kane: Alarm Bahaya Thomas Tuchel
Piala Dunia 1 April 2026, 16:28
-
8 Minggu Menakutkan Bagi Thomas Tuchel dan Timnas Inggris, Kenapa?
Piala Dunia 1 April 2026, 13:44
LATEST UPDATE
-
Presiden Inter Akui Barcelona Tertarik pada Alessandro Bastoni
Liga Italia 4 Mei 2026, 21:16
-
Cristian Chivu, Arsitek di Balik Gelar Serie A ke-21 Inter Milan
Liga Italia 4 Mei 2026, 20:31
-
Prediksi Arsenal vs Atletico 6 Mei 2026
Liga Champions 4 Mei 2026, 19:27
-
Kapan Terakhir Persib Kalah dan Kapan Terakhir PSIM Menang?
Bola Indonesia 4 Mei 2026, 19:08
-
Nonton Live Streaming Liga Inggris: Chelsea vs Nottm Forest
Liga Inggris 4 Mei 2026, 19:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Dilepas Arsenal demi Menangi Perburuan Julian Alvarez
Editorial 30 April 2026, 15:52
-
5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas Ini
Editorial 29 April 2026, 15:20















