
Bola.net - Timnas Inggris harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 0-1 dari Jepang dalam laga uji coba di Wembley, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini menjadi alarm keras bagi Thomas Tuchel sebelum memilih 26 nama pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan tipis tersebut menutup rangkaian jeda internasional Maret 2026 dengan catatan yang kurang memuaskan bagi publik tuan rumah. Namun, bagi sang manajer, bukan cuma skor akhir yang membuatnya sulit tidur nyenyak pekan ini.
Badai cedera menghantam barisan bintang The Three Lions di saat yang paling krusial. Nama-nama besar seperti Harry Kane, Declan Rice, hingga Bukayo Saka terpaksa absen dan meninggalkan lubang besar dalam skema permainan Tuchel.
Kondisi ini menciptakan ketegangan baru menuju turnamen besar yang akan dimulai pada Juni mendatang. Tuchel bahkan mengakui bahwa memantau kondisi pemain di level klub saat ini terasa sangat mencemaskan.
8 Minggu Paling Menakutkan

Inggris kini memasuki fase kritis dalam persiapan mereka menuju panggung dunia. Setiap pertandingan liga di akhir pekan sekarang menjadi ancaman nyata bagi ketersediaan pemain di skuad nasional.
Tuchel sangat menyadari bahwa satu kesalahan kecil di lapangan hijau bisa menghancurkan mimpi seorang pemain untuk berangkat ke turnamen. Waktunya makin sempit.
"Akan terasa menakutkan menonton TV di akhir pekan dan seterusnya, karena mulai sekarang setiap cedera otot bisa berarti seorang pemain akan absen," ujar Thomas Tuchel jujur.
Ia berharap semua pemainnya bisa menjaga kebugaran di sisa musim kompetisi domestik. Delapan pekan ke depan akan menjadi masa penantian yang penuh dengan rasa khawatir bagi tim kepelatihan Inggris.
Kurangnya Jiwa Kepemimpinan di Skuad Inggris

Absennya Harry Kane dan Jordan Henderson dalam laga melawan Jepang memberikan dampak yang sangat terasa di lapangan. Tanpa mereka, Inggris kehilangan komando dan standar permainan yang biasanya terjaga dengan ketat.
Kehilangan sosok pemimpin di ruang ganti membuat tim yang tampil dengan eksperimen pemain muda ini terlihat kurang bertenaga. Standar mereka merosot tajam.
"Mereka adalah kapten untuk klub mereka, dan mereka yang mendorong standar. Lalu Harry Kane absen, jadi pada dasarnya grup kepemimpinanlah yang tidak tersedia. Ini tentu memengaruhi sebuah kelompok," ungkap Thomas Tuchel.
Meski pemain yang ada sudah memberikan segalanya, ketidakhadiran pilar utama tetap menjadi kendala besar. Tuchel kini hanya bisa berdoa agar barisan kaptennya segera pulih dan siap bertempur di bulan Juni.
Kontras Hasil Kualifikasi dan Realita
Inggris sebenarnya punya catatan mentereng selama babak kualifikasi dengan menyapu bersih delapan kemenangan tanpa kebobolan satu gol pun. Namun, performa mereka mendadak loyo saat bertemu tim-tim penghuni 20 besar peringkat FIFA di bawah kendali Tuchel.
Setelah hasil imbang melawan Uruguay, kekalahan dari Jepang di Wembley seolah menegaskan bahwa ada masalah yang harus segera dibenahi. Kedalaman skuad sedang diuji.
Eksperimen taktik yang dilakukan Tuchel dalam dua laga terakhir belum membuahkan hasil yang memuaskan bagi para pendukung. Fokus utama saat ini adalah memastikan semua pemain kunci kembali dalam kondisi bugar sepenuhnya.
Bagi Tuchel, hasil di bulan Maret ini tidak akan menjadi tolok ukur akhir bagi kemampuan timnya di turnamen nanti. Waktu dua bulan akan dimanfaatkan untuk mencerna semua pelajaran penting dari kekalahan ini.
Menjaga Mimpi Tetap Hidup
Target utama tim nasional saat ini adalah memastikan 26 pemain terbaik Inggris bisa berangkat ke turnamen dalam kondisi fisik seratus persen. Semua mata kini tertuju pada laporan medis dari klub-klub Premier League setiap pekannya.
Staf pelatih akan terus memantau perkembangan pemain yang sedang menjalani pemulihan cedera secara intensif. Kesehatan pemain adalah prioritas.
"Yang paling penting adalah kita belajar dari ini semua. Jeda internasional ini tidak akan mendefinisikan kita. Kita punya waktu dua bulan untuk mencernanya, mengambil pelajaran, menentukan skuad, dan mendapatkan kembali pemain yang sehat," ungkap Thomas Tuchel.
Tuchel menegaskan bahwa misi utama mereka tetap tidak berubah sejak hari pertama ia menjabat. Ia sangat optimis Inggris akan tampil jauh berbeda saat kompetisi resmi dimulai pada bulan Juni nanti.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 16 Mei 2026 22:57Manchester City Juara Piala FA, Hajar Chelsea 1-0 di Final
-
Liputan6 16 Mei 2026 22:38Cerita Prabowo Dekat dengan Petani karena Jadi Komandan Tempur
MOST VIEWED
Resmi! Daftar Skuad Timnas Jepang untuk Piala Dunia 2026: Tanpa Mitoma dan Hanya Pakai 3 'Pemain Lokal'
Revolusi Timnas Italia: Pelatih Silvio Baldini Siapkan 11 Debutan untuk Wajah Baru Azzurri
Cristiano Ronaldo Belum Selesai! Ini 8 Rekor Gila yang Bisa Dipecahkan CR7 di Piala Dunia 2026
Kata-Kata Didier Deschamps Usai Umumkan Skuad Prancis: Sadar Sulit Diterima
HIGHLIGHT
Inter Salip MU dan Liverpool! Ini Daftar Klub deng...
4 Pemain yang Bisa Dibeli Kembali Real Madrid Musi...
Trio Ganas Bayern Munchen Tembus 100 Gol, Ini 10 L...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/6037981/original/024377300_1778928477-Presiden_Prabowo_Subianto-16_Mei_2026e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6032531/original/006354500_1778923500-1000027868.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6057247/original/097700800_1778946062-000_B32K8Q3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6057167/original/034331100_1778945963-AP26136561847301.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6026258/original/048994900_1778917532-Presiden_Prabowo_Subianto-16_mei_2026c3.jpeg)

