Thomas Tuchel Ingin Ubah Mental Timnas Inggris: Main untuk Menang, Bukan Takut Kalah
Richard Andreas | 21 Maret 2025 13:15
Bola.net - Thomas Tuchel, pelatih baru Timnas Inggris, menegaskan bahwa ia ingin timnya bermain dengan semangat juang dan keinginan untuk menang, bukan ketakutan akan kekalahan.
Pernyataan ini disampaikan jelang laga pertama Tuchel sebagai pelatih Inggris, melawan Albania dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tuchel menggantikan Gareth Southgate, yang membawa Inggris ke dua final Euro berturut-turut tetapi dikritik karena gaya bermainnya yang dianggap terlalu defensif.
Dengan pendekatan yang lebih menyerang, Tuchel berharap dapat membawa perubahan positif bagi timnas Inggris.
Pendekatan Baru Tuchel untuk Timnas Inggris
Thomas Tuchel mengungkapkan bahwa ia ingin pemain Inggris bermain dengan semangat dan keinginan untuk menang, bukan tertekan oleh beban kekalahan.
"Saya ingin kami bermain dengan kegembiraan, rasa lapar, dan keinginan untuk menang ... serta menerima bahwa kegagalan adalah bagian dari sepak bola," kata Tuchel dalam konferensi pers.
Ia juga menanggapi anggapan bahwa jersey Inggris adalah "beban berat" bagi pemain. Menurut Tuchel, jersey tersebut seharusnya menjadi kebanggaan, bukan sumber tekanan.
Ia berharap dapat mengubah mentalitas pemain agar lebih percaya diri dan agresif di lapangan.
Kritik terhadap Gaya Bermain Inggris di Era Southgate

Di bawah Gareth Southgate, Inggris mencapai final Euro 2020 dan 2024, serta semifinal Piala Dunia 2018.
Namun, gaya bermain Southgate yang dianggap terlalu hati-hati sering dikritik, terutama saat Inggris kesulitan melawan tim-tim seperti Serbia, Denmark, dan Slovenia di Euro 2024.
Tuchel, yang dikenal dengan gaya bermain menyerang dan agresif, diharapkan dapat membawa perubahan. Ia menegaskan bahwa tim harus bermain dengan semangat juang tinggi dan tidak takut mengambil risiko.
Pendekatan ini mungkin menjadi angin segar bagi fans Inggris yang menginginkan permainan lebih menarik.
Fokus pada Kemenangan dan Persiapan Piala Dunia 2026
Tuchel tampaknya fokus pada persiapan jangka pendek, yaitu memenangkan Piala Dunia 2026. Hal ini terlihat dari seleksi pemain yang ia lakukan untuk pertandingan melawan Albania dan Latvia.
Ia memilih pemain-pemain yang siap berkontribusi dalam 18 bulan ke depan, bukan sekadar mengembangkan skuad untuk jangka panjang.
Pertandingan melawan Albania di Wembley pada Jumat ini akan menjadi ujian pertama bagi Tuchel dan timnya untuk menunjukkan perubahan yang diinginkan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Didier Deschamps Masuk Radar Real Madrid, Kandidat Pelatih Musim Depan
Liga Spanyol 10 April 2026, 23:38
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Bhayangkara FC 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:07
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persebaya 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 23:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Girona: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:38
-
Performa Jules Kounde Menurun, Barcelona Mulai Khawatir
Liga Spanyol 10 April 2026, 22:09
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Persik 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 21:54
-
Arsenal Dapat Kabar Baik, Eze Siap Tampil Siap Tampil Lawan Bournemouth
Liga Inggris 10 April 2026, 21:53
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs PSBS 11 April 2026
Bola Indonesia 10 April 2026, 21:43
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45








