Vieira: Tiga Alasan Kegagalan Inggris
Editor Bolanet | 3 Juni 2012 09:00
- Patrick Vieira merupakan veteran yang menjalani masa-masa kejayaan . Dia menjadi anggota tim ketika Les Bleus yang menjadi salah satu kekuatan terbaik Eopa dan dunia mulai tahun 1998 sampai 2006.
Vieira juga sudah berkarir di selama sekitar 12 tahun. Dia membangun reputasi sebagai gelandang bertahan hebat bersama . Tidak salah jika Vieira merasa bahwa dia cukup mengenal dunia sepakbola di Inggris.
Menurut mantan kapten Arsenal ini ada tiga alasan The Three Lions selalu gagal di kompetisi besar.
Yang pertama, tidak memiliki manajer yang bisa menyatukan perpecahan antar pemain dari klub berbeda. Lalu, Para pemain tidak mengeluarkan potensi maksimal ketika bersama timnas. Yang terakhir adalah pembinaan pemain muda yang buruk di .
mirip sebelum 1996 dan 1998. Ada permusuhan besar antar klub di antara Marseille dan Paris Saint-Germain. Di Inggris, perbedaan klub membuat para pemain tak bisa menyatu karena pelatih tidak bisa menjembatani perbedaan mereka.
Saya juga heran dengan banyaknya pemain yang mudah sekali melepas kesempatan bermain untuk negaranya. Dulu kami selalu ingin masuk timnas, bahkan jika cedera. Pemain s tak punya keinginan untuk pergi ke turnamen besar.
Saya, Thierry Henry, Robert Pires, Sylvain Wiltord sudah bermain bersama sejak di level junior timnas. Namun Inggris menganggap tim U-17, U-18, U-19, dan U-21 tidak begitu penting. Mereka hanya memikirkan tim utama saja. Di sinilah kehilangan semangat tim mereka. (idp/hsw)
Vieira juga sudah berkarir di selama sekitar 12 tahun. Dia membangun reputasi sebagai gelandang bertahan hebat bersama . Tidak salah jika Vieira merasa bahwa dia cukup mengenal dunia sepakbola di Inggris.
Menurut mantan kapten Arsenal ini ada tiga alasan The Three Lions selalu gagal di kompetisi besar.
Yang pertama, tidak memiliki manajer yang bisa menyatukan perpecahan antar pemain dari klub berbeda. Lalu, Para pemain tidak mengeluarkan potensi maksimal ketika bersama timnas. Yang terakhir adalah pembinaan pemain muda yang buruk di .
mirip sebelum 1996 dan 1998. Ada permusuhan besar antar klub di antara Marseille dan Paris Saint-Germain. Di Inggris, perbedaan klub membuat para pemain tak bisa menyatu karena pelatih tidak bisa menjembatani perbedaan mereka.
Saya juga heran dengan banyaknya pemain yang mudah sekali melepas kesempatan bermain untuk negaranya. Dulu kami selalu ingin masuk timnas, bahkan jika cedera. Pemain s tak punya keinginan untuk pergi ke turnamen besar.
Saya, Thierry Henry, Robert Pires, Sylvain Wiltord sudah bermain bersama sejak di level junior timnas. Namun Inggris menganggap tim U-17, U-18, U-19, dan U-21 tidak begitu penting. Mereka hanya memikirkan tim utama saja. Di sinilah kehilangan semangat tim mereka. (idp/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Top Skor Sepanjang Masa Timnas Inggris: Harry Kane Ungguli Wayne Rooney
Piala Dunia 10 Juni 2026, 14:03
-
Kenan Yildiz Jadi Pemain Sakral Juventus, Arsenal Ditolak
Liga Italia 10 Juni 2026, 12:37
-
Merasa Sedang Prime, Harry Kane Bidik Trofi Piala Dunia Bersama Inggris
Piala Dunia 10 Juni 2026, 12:08
LATEST UPDATE
-
Klasemen Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 06:28
-
Man of the Match Meksiko vs Afrika Selatan: Julian Quinones
Piala Dunia 12 Juni 2026, 04:58
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 04:31
-
Kejutan! Real Madrid Tikung Barcelona Dalam Perburuan Bernardo Silva
Liga Spanyol 12 Juni 2026, 02:27
-
Jose Mourinho Resmi Kembali ke Real Madrid, Era Kedua Dimulai!
Liga Spanyol 12 Juni 2026, 01:58
LATEST EDITORIAL
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24












