RD: Jangan Buat Pemain Juara Sebelum Waktunya
Editor Bolanet | 19 November 2011 23:08
- Pelatih timnas Indonesia Rahmad Darmawan mengakui bahwa Vietnam merupakan lawan kuat bagi anak asuhnya meski akhirnya mampu memenangi pertandingan dan lolos ke final SEA Games 2011.
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11), timnas Garuda Muda mampu unggul 2-0 lewat duet maut asal Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai.
Pertandingan tadi cukup menarik. Bahkan timnas mampu bermain cepat sehingga lawan susah mengembangkan permainan. Meski demikian Vietnam juga beberapa kali melakukan tekanan, kata Rahmad usai pertandingan.
Menurut dia, Vietnam merupakan tim kuat. Banyak pemain yang memiliki kemampuan (skill) individu tinggi sehingga sebelum menghadapinya, jajaran pelatih timnas harus mempelajari empat rekaman pertandingan runner up SEA Games 2009 itu.
Dengan modal hasil rekaman, kata dia, pihaknya langsung menginstruksikan untuk memperagakan permainan menyerang. Jika tidak dilakukan maka timnas yang akan mendapatkan tekanan dari Vietnam.
Pertandingan tadi butuh energi yang tinggi. Selama pertandingan anak-anak terus menekan. Setelah pertandingan selesai tinggal melakukan pemulihan (recovery), katanya menambahkan.
Rahmad mengaku yang menjadi tugas berat saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri serta mental pemain untuk turun di partai final melawan Malaysia, Senin (21/11).
Pokoknya jangan sampai anti klimaks. Masih ada pertandingan final. Makanya jangan buat pemain juara sebelum waktunya, kata mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Setelah menjalani pertandingan penentuan untuk lolos ke final, Rahmad langsung menginstruksikan kepada semua pemain untuk segera istirahat yang cukup agar pada saat turun di pertandingan final bisa kembali dalam kondisi terbaiknya.
Dengan singkatnya jarak antara semifinal dan final maka semua pemain tidak akan melakukan latihan berat. Semua pemain hanya akan melakukan latihan ringan dan pemulihan fisik di hotel. (ant/mac)
Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11), timnas Garuda Muda mampu unggul 2-0 lewat duet maut asal Papua, Patrich Wanggai dan Titus Bonai.
Pertandingan tadi cukup menarik. Bahkan timnas mampu bermain cepat sehingga lawan susah mengembangkan permainan. Meski demikian Vietnam juga beberapa kali melakukan tekanan, kata Rahmad usai pertandingan.
Menurut dia, Vietnam merupakan tim kuat. Banyak pemain yang memiliki kemampuan (skill) individu tinggi sehingga sebelum menghadapinya, jajaran pelatih timnas harus mempelajari empat rekaman pertandingan runner up SEA Games 2009 itu.
Dengan modal hasil rekaman, kata dia, pihaknya langsung menginstruksikan untuk memperagakan permainan menyerang. Jika tidak dilakukan maka timnas yang akan mendapatkan tekanan dari Vietnam.
Pertandingan tadi butuh energi yang tinggi. Selama pertandingan anak-anak terus menekan. Setelah pertandingan selesai tinggal melakukan pemulihan (recovery), katanya menambahkan.
Rahmad mengaku yang menjadi tugas berat saat ini adalah mengembalikan kepercayaan diri serta mental pemain untuk turun di partai final melawan Malaysia, Senin (21/11).
Pokoknya jangan sampai anti klimaks. Masih ada pertandingan final. Makanya jangan buat pemain juara sebelum waktunya, kata mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Setelah menjalani pertandingan penentuan untuk lolos ke final, Rahmad langsung menginstruksikan kepada semua pemain untuk segera istirahat yang cukup agar pada saat turun di pertandingan final bisa kembali dalam kondisi terbaiknya.
Dengan singkatnya jarak antara semifinal dan final maka semua pemain tidak akan melakukan latihan berat. Semua pemain hanya akan melakukan latihan ringan dan pemulihan fisik di hotel. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Beckham Putra Ingin Berselebrasi di Stadion Gelora Bung Karno
Bola Indonesia 11 September 2026, 23:51
-
Barcelona Belum Siapkan Laga Penghormatan untuk Lionel Messi, Hubungan Masih Retak
Liga Spanyol 11 September 2026, 23:11
-
Baru Pekan ke-2, Bek Asing Bali United Cedera Parah dan Absen Hingga Akhir Musim
Bola Indonesia 11 September 2026, 22:36
-
Janji Shin Tae-yong: Persija Dapat 3 Poin Lawan Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:50
-
Hasil BRI Super League: Duel Dewa United vs Bhayangkara Berakhir Imbang 2-2
Bola Indonesia 11 September 2026, 21:14
-
Prediksi Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 11 September 2026, 21:10
-
Menpora Erick Thohir Minta Olahraga Dianggap Sebagai Investasi, Bukan Beban Biaya
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:30
-
Prediksi Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 20:09
-
Balsa Sekulic Tertantang Bobol Gawang Persija Lagi
Bola Indonesia 11 September 2026, 20:02
-
Teja Paku Alam Siap Tampil di Laga Persija vs Persib
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:36
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Isenmulang FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:20
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Borneo FC 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 19:16
-
Prediksi Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 11 September 2026, 19:07
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


