Bisakah Terus Melaju?
Editor Bolanet | 30 Juni 2006 22:00
Bola.net - Bukan Pantai Gading dan bukanlah Ghana yang menjadi kejutan di Piala Dunia 2006 ini tapi Ukraina! Pantai Gading dan Ghana sempat diprediksikan akan terus melaju dengan mulus di Piala Dunia ini, tapi perkiraan mereka meleset. Pantai Gading harus tersingkir di babak peyisihan grup dan Ghana harus mengakui senioritas Brasil di babak 16 besar. Ukraina-lah yang diam-diam dan di luar perkiraan banyak orang bisa terus melaju ke babak perempat final di debutnya di ajang Piala Dunia. Sungguh prestasi yang sangat mengagumkan untuk sebuah tim debutan. Ukraina mengawali petualangan mereka di Piala Dunia dengan kekalahan 0-4 dari Spanyol. Tetapi mereka bangkit kembali untuk menyudahi harapan Arab Saudi dengan angka yang sama dan maju ke putaran 16 besar setelah menang 1-0 atas Tunisia. Mereka akhirnya memasuki percaturan permainan delapan besar dengan melawan Italia, setelah menang tendangan penalti atas Swiss. Menghadapi Italia yang sudah dianggap sebagai tim besar, publik kembali bertanya mampukah Ukraina terus melaju? Shevchenko, pemain andalan Ukraina mencoba menjawab keraguan itu dengan menutup penampilan awal buruk Ukraina tersebut sehingga pemain lainnya tidak grogi. "Untung saja kami tampil penuh rasa percaya diri karena ini merupakan debut pertama kami di Piala Dunia. Kami merasa percaya diri sehingga sedikit demi sedikit ras grogi menghilang dan penampilan kami menjadi semakin baik", katanya. Shevchenko jugalah yang akan menjadi ancaman barisan pertahanan Italia sama dengan yang dia lakukan selama berkiprah di kompetisi Seri A. Kapten tim Ukraina itu mengakhiri karirnya selama tujuh tahun bersama AC Milan pada pekan lalu dan ia mengakui pikirannya campur-aduk berhadapan dengan negara tempat ia selama ini berkompetisi terlebih bila akan menyingkirkannya dari kompetisi. "Saya menghabiskan waktu manis selama tujuh tahun di Italia dan saya serasa memiliki negara itu, tetapi sekarang saya harus melawan mereka dalam suatu pertandingan yang amat penting bagi sejarah Ukraina," kata berusia 29 tahun yang bergabung dengan klub Inggris, Chelsea, mulai bulan lalu. "Tim Italia dipenuhi pemain berbakat dan banyak di antaranya teman saya setim dahulu dan sekarang akan saya adalah lawan. Italia merupakan tim favorit tetapi hal yang penting bagi saya bermain dalam tim yang solid dan harus main sepenuh hati untuk mengatasi kekurangan kami dari hal teknis", tambahnya. Secara total, Shevchenko mencetak 127 gol dalam 208 pertandingan Seri A, untuk AC Milan. Pelatih Ukraina Blokhin pun paham benar betapa kuatnya Italia,"Italia adalah tim yang kuat, khususnya kuat di belakang. Akan sulit menciptakan peluang saat menghadapi mereka." Dia harus kehilangan striker Andriy Voronin hingga akhir kompetisi. Blokhin pun hanya memiliki dua pilihan, yaitu memasukkan Andriy Vorobei atau Serhiy Rebrov untuk berduet dengan Shevchenko. Dmitro Chigrinsky juga tidak bisa dimainkan di seluruh sisa turnamen karena cedera paha saat latihan dan kehilangan tiga pertandingan terdahulu. Tapi Ukraina akan mempunyai lebih banyak pilihan pertahanan dibanding saat melawan Swiss karena Vyacheslav Svidersky dan Andriy Rusol sudah bebas dari skorsing. Italia sendiri, maju ke perempat final setelah Francesco Totti berhasil melakukan tendangan penalti melawan Australia, saat Italia hanya bermain dengan 10 pemain sepanjang pertandingan babak kedua karena dikeluarkannya Marco Materazzi. Tim juara dunia tiga kali itu jauh dari harapan untuk dapat maju ke putaran delapan besar, tetapi kapten tim Azzurri, Fabio Cannavaro, menyatakan timnya tidak maju karena faktor keberuntungan. "Amat menggangu ketika mendengar orang mengatakan kami maju karena beruntung," katanya. "Melawan Australia, kami memiliki enam sampai tujuh peluang emas dan orang masih menyebut kami tim beruntung. Australia lah yang beruntung karena mereka memiliki 11 pemain lawan 10 pemain," ujarnya. Pelatih Italia Marcelo Lippi yang menampilkan pemain dan formasi berbeda untuk tiap pertandingan di Piala Dunia itu diperkirakan akan mendapat tekanan untuk memasukkan Francesco Totti sejak menit pertama. Totti yang belum berada dalam kondisi terbaiknya setelah absen tiga bulan karena patah pergelangan kaki itu hanya duduk di bangku cadangan saat Italia berhadapan dengan Australia sebelum akhirnya tetapi tampil dalam 15 menit terakhir dan menyarangkan gol kemenangan Italia. Keputusan kunci bagi Lippi adalah apakah ia akan tetap menggunakan Luca Toni dan Alberto Gilardino sebagai pasangan penyerang atau mengubah formasi yang ia gunakan saat melawan Republik Ceko, dengan pemain sayap Mauro Camoranesi bermain bersama Totti dibelakang penyerang tunggal. Pelatih Italia Lippi tetap menggaris bawahi kepiawaian Shevchenko akan menjadi ancaman uatama Italia,"Ukraina adalah tim yang sangat solid dan rapat dan, mereka mendapatkan kembali penampilan terbaik dari Shevchenko, kendati ia gagal menyarangkan penalti dalam adu penalti melawan Swiss." Dengan belum sembuhnya Alessandro Nesta yang mengalami nyeri urat kaki serta Materazzi yang lagi dihukum tidak boleh turun lapangan dalam satu pertandingan, diharapkan pemain Palermo, Andrea Barzagli, akan turun mendampingi Cannavaro di jantung pertahanan Italia. Prediksi skor 1-0 untuk kemenangan Italia. [img=/p/itali_ukraina.jpg][/img] PERKIRAAN TIM Italia (4-4-2): 1-Gianluigi Buffon; 19-Gianluca Zambrotta, 6-Andrea Barzagli, 5-Fabio Cannavaro, 3-Fabio Grosso; 20-Simone Perrotta, 21-Andrea Pirlo, 8-Gennaro Gattuso; 16-Mauro Camoranesi; 10-Francesco Totti, 11-Alberto Gilardino Pelatih: Marcello Lippi Ukraina (3-5-2): 1-Oleksander Shovkovsky; 6-Andriy Rusol, 22-Vyacheslav Svidersky, 2-Andriy Nesmachny; 9-Oleg Gusev, 4-Anatoly Tymoshchyuk, 8-Oleg Shelayev, 19-Maxim Kalinichenko, 11-Serhiy Rebrov; 7-Andriy Shevchenko, 16-Andriy Vorobei. Pelatih: Oleg Blokhin HEAD TO HEAD Italia Vs Ukraina 0-0 (pertandingan pemanasan piala dunia 2 Juni 2006 di Lausanne) Ukraina Vs Italia 0-2 (Kualifikasi Piala Eropa 1996) Italia Vs Ukraina 3-1 (Kualifikasi Piala Eropa 1996) KONDISI TIM Italia Permainan Italia mulai menunjukkan perkembangan, hanya perlu melatih serangan mereka dan penyelesaian akhirnya. Terjadi sedikit krisis pemain belakang menyusul kemungkinan absennya Nesta dan Materazzi, tapi Italia masih punya banyak pengganti yang sepadan. Yang perlu dikuatirkan disini yaitu peran Totti. Ukraina Posisinya sebagai tim underdog akan membawa keuntungan tersendiri bagi Ukraina untuk tampil tanpa beban lawan Italia. Lolos ke babak perempat final sudah menjadi prestasi yang sangat bagus bagi Ukraina yang baru kali ini berlaga di ajang Piala Dunia, apalagi kalau sampai bisa mengalahkan Italia. Hal ini yang akan menjadi motivasi kuat di tim Ukraina. DATA DAN FAKTA - Laju tak terkalahkan Italia semakin panjang menjadi 22 pertandingan -- terakhir mereka kalah pada Oktober 2004 saat melawan Slovenia dalam kualifikasi Piala Dunia. - Italia gagal ke semifinal di dua piala dunia mereka yang terakhir. Pada tahun 2002, mereka dihentikan Korea Selatan di putaran kedua dan di 1998 mereka dikalahkan Perancis di babak perempat final. - Ukraina berhasil menjaga [i]clean sheet[/i] mereka di 3 pertandingan terakhir. Total ada 8 [i]clean sheet[/i] di 9 pertandingan mereka pada tahun 2006. - Striker Ukraina Shevchenko sangat dikenal para pemain Italia, setelah bermain untuk AC Milan sejak 1999 hingga tarnsfer terakhirnya ke Chelsea bulan lalu. Ia tampaknya akan berhadap-hadapan dengan mantan rekan setimnya Gennaro Gattuso dan Andrea Pirlo. (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
-
Roma Kewalahan Hadapi Kekuatan dan Energi Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 07:51
-
Manchester United yang Suka Mempersulit Diri Sendiri
Liga Champions 4 November 2026, 07:25
-
Manchester United Bangkit Dramatis, Bruno Fernandes: Semoga Ini Awal yang Baik
Liga Champions 4 November 2026, 07:10
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
Liga Champions 4 November 2026, 06:46
-
Calvin Verdonk Man of the Match Bodo/Glimt vs Lille
Liga Champions 4 November 2026, 06:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
