Ekuador Lebih Unggul
Editor Bolanet | 15 Juni 2006 11:00
Bola.net - Ekuador bermaksud kembali melanjutkan sejarah di Grup A ketika mereka menghadapi Kosta Rika dalam pertandingan kedua mereka di Piala Dunia nanti malam pukul 20.00 WIB, dan menghapus semua keraguan yang menyatakan bahwa mereka hanya mumpuni bermain di tempat yang berlokasi di ketinggian. Berbagai kritik, termasuk dari pelatih Brazil Carlos Alberto Parreira, telah menyatakan Ekuador hanya bisa berada di putaran final Piala Dunia karena lawan-lawan mereka kelelahan setelah bermain di ibukota Ekuador, Quito, yang terletak di ketinggian 2.800 meter yang bisa mengakibatkan paru-paru terasa sesak akibat udara yang menipis. Memang Ekuador tidak terkalahkan di negaranya dan hanya menang sekali dalam pertandingan tandang pada babak kualifikasi, kemudian hanya melawan Bolivia di La Paz, ibukota tertinggi di dunia. Sejumlah pertandingan persahabatan, termasuk kekalahan 2-1 dari Makedonia, tampak mendukung pandangan ini. Namun setelah menghempaskan Polandia 2-0 dalam pertandingan pembukaan Sabtu lalu (10/06) dan menyebabkan guncangan pertama pada turnamen bergengsi itu, Ekuador kembali memanjat 'ketinggian' baru. Pelatih Ekuador Luis Fernando Suarez mengharapkan Kosta Rika, tim asal Amerika Tengah, bisa membuktikan diri sebagai lawan yang tangguh dibanding Polandia. "Ini akan benar-benar menjadi pertandingan yang sangat berbeda ... Ini merupakan suatu pertandingan yang lebih berbahaya bagi kami dibanding melawan Polandia," katanya. Sementara itu, untuk kondisi lapangan yang kering dan cuaca panas Jerman yang bahkan sampai 31 derajad celcius, dirasa bukan sebuah kendala bagi Delgado, dkk. Kosta Rika juga tak kalah percaya diri, Alexandre Guimaraes dan pasukannya optimistis bisa mengalahkan Ekuador demi menjaga peluang lolos. Karena itulah, Guimaraes melakukan perubahan strategi, terutama terkait absennya beberapa pemain pilar seperti pemain belakang Gilberto Martinez yang cedera tendon kaki kiri dan posisinya akan digantikan Jervis Drummond. Namun Kosta Rika tak bisa menganggap enteng Ekuador, setelah kalah 4-2 dari tuan rumah Jerman dalam pertandingan pembukaan Piala Dunia Jumat lalu (09/06), Kosta Rika harus mendapatkan tiga poin untuk bisa bertahan di grup itu. "Ini merupakan suatu pertandingan yang penting bagi kami. Kami tahu apa yang akan kami lakukan terhadap Ekuador, akan membuat kami berhasil atau juga gagal di Piala Dunia," ujar pemain tengah Kosta Rika Walter Centeno. Ekuador akan bermain melawan Jerman dalam pertandingan terakhir di Grup A di Berlin 20 Juni dan Kosta Rika bakal menghadapi Polandia pada tanggal yang sama. [img=/p/equ_vs_Costa.gif][/img] Prediksi pemain: Ekuador (4-4-2): 12-Cristian Mora; 4-Ulises de la Cruz, 3-Ivan Hurtado, 17-Giovanny Espinoza, 18-Neicer Reasco; 8-Edison Mendez, 20-Edwin Tenorio, 14-Segundo Castillo, 16-Luis Antonio Valencia; 11-Agustin Delgado, 21-Carlos Tenorio Pelatih : Luis Fernando Suarez Kosta Rika: (3-5-2) 18-Jose Francisco Porras; 3-Luis Marin, 4-Michael Umana, 2-Jervis Drummond; 12-Leonardo Gonzales, 8-Mauricio Solis, 10-Walter Centeno, 20-Douglas Sequeira, 6-Danny Fonseca; 11-Ronald Gomez, 9-Paulo Wanchope Pelatih: Alexandre Guimaraes Wasit: Coffi Codjia (Benin) Stadion: AOL Arena, Hamburg (Kapasitas: 50.000) Waktu: Kamis 15 Juni 1500 lokal (1300 GMT) (20:00 WIB) BERITA TIM Dihukum: tidak ada Cedera: Bek kanan Kosta Rika, Gilberto Martinez, tidak dapat mengikuti turnamen setelah menderita cedera kaki saat timnya kalah 2-4 atas tuan rumah JErman pada pertandingan pembuka mereka. Jervis Drummond, yang menggantikannya pada babak kedua di Munich, akan meneruskan kiprahnya. Dikhawatirkan: Kapten tim nasional Ekuador, Ivan Hurtado yang mengalami cedera paha serta striker Carlos Tenorio (cedera paha) dan Agustin Delgado (nyeri punggung) semua keluar pada babak kedua ketika mereka menang 2-0 atas Polandia pada pertandingan pertama. Trio pemain tersebut tengah dirawat dan dinantikan kepulihan fisiknya. Striker Kosta Rika, Paulo Wanchope, juga dikhawatirkan tak dapat merumput setelah mengalami cedera pergelangan kaki ketika melawan Jerman. Umum: Pelatih tim nasional Ekuador, Luis Fernando Suarez, diharapkan bergabung dengan tim yang menang 2-0 pada pertandingan awal mereka melawan Polandia dan bila mereka menang dalam lanjutan pertandingan tim itu akan melaju ke putaran 16 besar. Kekalahan yang diderita Kosta Rika akan menutup peluang mereka untuk maju ke putaran selanjutnya, maka pelatih Alexandre Guimaraes tampaknya akan memperkuat lini serangan, dimana Cristian Bolanos masuk menggantikan Danny Fonseca. Tim 'Ticos' itu membuat Jerman banyak menghadapi masalah di barisan belakang dan Ekuador tidak dapat memandang enteng mereka. Kutipan kunci: Pelatih Ekuador Luis Fernando Suarez: "Kami mengetahui mereka dengan baik dan mereka mengetahui tentang kami dengan baik. Pertandingan nanti akan berbeda sekali. Pertandingan nanti lebih berbahaya bagi kami ketimbang ketika melawan Polandia." Kapten tim nasional Ekuador, Ivan Hurtado: "Kami sudah 90 persen hampir lolos kualifikasi tetapi kami masih belum melakukan apa-apa." Kapten Kosta Rika, Luis Marin: "Kami harus melakukan kontrol dan kami banyak menciptakan peluang tapi tidak terselesaikan. Kami tidak dapat melakukan hal seperti itu ketika melawan Jerman. Kini giliran kami menyerang." Statistik kunci: Ekuador tampaknya akan meneruskan kiprah mereka memenangi pertandingan ketiga Piala Dunia tanpa kemasukan gol. Mereka mengakhiri turnamen Piala Dunia 2002 dengan kemenangan 1-0 atas Kroasia dan mengawali turnamen sekarang dengan kemenangan 2-0 atas Polandia. Kosta Rika, sebaliknya, sudah kemasukan sembilan gol dalam dua Piala Dunia mereka sebelumnya, kalah 2-5 atas Brazil pada 2002 dan kalah 2-4 atas Jerman pada pembukaan pertandingan Jumat. Pertemuan Piala Dunia sebelumnya: Belum pernah (rit)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
-
Roma Kewalahan Hadapi Kekuatan dan Energi Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 07:51
-
Manchester United yang Suka Mempersulit Diri Sendiri
Liga Champions 4 November 2026, 07:25
-
Manchester United Bangkit Dramatis, Bruno Fernandes: Semoga Ini Awal yang Baik
Liga Champions 4 November 2026, 07:10
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
Liga Champions 4 November 2026, 06:46
-
Calvin Verdonk Man of the Match Bodo/Glimt vs Lille
Liga Champions 4 November 2026, 06:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
