Harapan Klinsmann
Editor Bolanet | 24 Juni 2006 11:57
Bola.net - Jerman yang saat ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006 telah melaju ke babak kedua dengan meraih poin sempurna setelah sukses mengalahkan Kosta Rika, Polandia dan Ekuador di Grup A. Karena itu pulalah pelatih Jerman Juergen Klinsmann tengah menikmati perhatian penuh dari masyarakat Jerman. Kepercayaan Jerman pada diapun semakin meningkat. Klinsmann mendengar namanya dielu-elukan penonton di stadion, sedang penggemar dan pengamat sepakbola di seluruh belahan dunia pun memberinya selamat karena telah membentuk sebuah tim yang selalu ingin menyerang. Sebanyak 66.000 penonton di Allianz Arena, Munich pun akan berharap, Klinsmann dapat meraih kemenangan atas Swedia, tetapi sang pelatih justru berada dalam kondisi sulit untuk menyatakan bahwa Jerman belum meraih kesuksesan. Pelatih tersebut sangat menyadari bahwa sebuah kesalahan saat melawan Swedia, akan membuatnya bertanggung jawab atas kurangnya kesuksesan Jerman di Piala Dunia. Klinsmann pun akan mengingatkan anak asuhnya akan kekuatan Swedia yang tampil gemilang saat menahan imbang Inggris 2-2 pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B dan masih berkemungkinan besar akan diperkuat Zlatan Ibrahimovic yang telah pulih dari cedera dan tentunya ini menjadi berita yang mengkuatirkan publik Jerman. "Swedia bisa menjadi halangan," katanya. "Kami telah melihat permainan mereka di Piala Dunia dan kami sadar bahwa mereka mampu menjadi tim terbaik di dunia." Pada saat konferensi pers, Klinsmann tetap menyiratkan harapan tingginya akan tim asuhannya. Klinsmann percaya kepercayaan diri sedang tumbuh di timnya dan itu akan membuat mereka menuju final. "Harapan kami itu tida terhenti di babak kedia atau di perempat final", kata Klinsmann. "Ini tidak akan menjadi beban tambahan. Ketika kita berada di lapangan, kita hanya fokus pada pertandingan, bukan pada apa yang telah berlalu dan apa yang akan datang". Jerman memenangi dua dari tiga pertemuan dengan Swedia, termasuk kemenangan 4-2 pada 1974 sebelum akhirnya merebut gelar Piala Dunia saat tampil sebagai tuan rumah. Sedangkan kemenangan Swedia terjadi pada 1958 pada semifinal saat Swedia menjadi tuan rumah, tetapi mereka akhirnya kalah dari Brazil pada final. Kegagalan Jerman yang terakhir ialah pada Piala Dunia 1978 di Argentina. Saat itu, Jerman adalah juara bertahan tetapi tersingkir pada babak kedua. Setelah itu, Jerman tampil di final sebanyak empat kali dan kemenangan terakhirnya terjadi pada 1990. Jerman menjadi perempatfinalis pada 1994 dan 1998. Tim Jerman dipastikan akan tampil dengan semua skuad terbaiknya. Christoph Metzelder pun akan kembali memperkuat Jerman setelah bek tengah itu diistirahatkan saat bermain melawan Ekuador. Swedia harus berjuang susah payah untuk melaju ke babak kedua, setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Trinidad & Tobago pada pertandingan pertama penyisihan grup. Mereka menang 1-0 atas Paraguay melalui gol yang tercipta pada menit-menit terakhir dan memastikan tempatnya di babak 16 besar setelah bermain imbang dengan Inggris. "Kami bermain baik pada babak kedua saat melawan Inggris," kata pelatih Lars Lagerback. "Secara fisik, kami lebih kuat. "Jerman tentu mendapat keuntungan karena bermain di depan publik sendiri, tetapi... pemain kami dapat mengatasinya." Ibrahomovic absen pada pertandingan melawan Paraguay dan Inggris karena mengalami cedera kunci paha, namuan kondisinya semakin membaik, menurut Lagerback. Marcus Allback yang menggantikan peran Ibrahomovic pun bermain sangat cemerlang dan Lagerback tampaknya lebih memilih menyimpan Ibrahimovic di bangku cadangan. Semangat juang Jerman yang tengah membaik akan membawa hal positif di pertandingan ini. Prediksi skor 2-1 untuk kemenangan Jerman. [img=/p/ger_vs_swe.gif][/img] PERKIRAAN TIM Jerman (4-4-2): 1-Jens Lehmann; 3-Arne Friedrich, 21-Christoph Metzelder, 17-Per Mertesacker, 16-Philipp Lahm; 19-Bernd Schneider, 8-Torsten Frings, 13-Michael Ballack, 7-Bastian Schweinsteiger; 20-Lukas Podolski, 11-Miroslav Klose Pelatih: Juergen Klinsmann Swedia (4-4-2): 1-Andreas Isaksson; 3-Olof Mellberg, 4-Teddy Lucic, 5-Erik Edman, 7-Niclas Alexandersson; 6-Tobias Linderoth, 9-Fredrik Ljungberg, 21-Christian Wilhelmsson, 16-Kim Kallstrom; 20-Marcus Allback, 11-Henrik Larsson Pelatih: Lars Lagerback Wasit: Carlos Simon (Brazil) Penjaga garis: Aristeu Tavares (Brazil), Ednilson Corona (Brazil) HEAD TO HEAD (tiga laga terakhir) 21-06-1992 Swedia v Jerman 2-3 (Euro 1992) 10-10-1990 Swedia v Jerman 2-3 (Uji Coba) 31-03-1988 Jerman v Swedia 1-1 (Uji Coba) KONDISI TIM Jerman Dua kali [i]cleansheet[/i] serta kesuksesan meraih poin maksimal di babak penyisihan grup, suatu prestasi yang sebelumnya jarang Jerman raih, mempertinggi rasa percaya diri Jerman dalam jalan menuju ke final. Semua pemain pun dalam keadaan siap diturunkan. Hal ini menjadi modal yang sangat berharga dalam menghadapi perlawanan tim Swedia. Swedia Mereka akan mencoba meneruskan semangat juang seperti yang mereka tunjukkan saat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah ketinggalan dari Inggris. Semangat ini bisa muncul kembali jika nanti mereka ketinggalan terlebih dahulu dari Jerman. Hanya saja Ibrahimovic masih diragukan untuk dapat turun. DATA DAN FAKTA - Jerman dan Swedia telah bertemu sebanyak 31 kali. Swedia menang 13 kali, seri 6 kali, dan Jerman menang 12 kali. - Dalam lima edisi Piala Dunia terakhir, Jerman tak pernah kalah di babak kedua. - Swedia belum pernah menang lawan Jerman sejak 1978. Kedua tim tak pernah bertemu dalam 14 tahun terakhir. - Swedia baru sekali menang dalam 8 laga di 2006. Yakni mengalahkan Paraguay 1-0 di babak penyisihan Grup B. (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
-
Roma Kewalahan Hadapi Kekuatan dan Energi Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 07:51
-
Manchester United yang Suka Mempersulit Diri Sendiri
Liga Champions 4 November 2026, 07:25
-
Manchester United Bangkit Dramatis, Bruno Fernandes: Semoga Ini Awal yang Baik
Liga Champions 4 November 2026, 07:10
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
Liga Champions 4 November 2026, 06:46
-
Calvin Verdonk Man of the Match Bodo/Glimt vs Lille
Liga Champions 4 November 2026, 06:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
