Harus Menang Besar Perancis!
Editor Bolanet | 23 Juni 2006 21:00
Bola.net - Trauma kegagalan yang menyakitkan kembali membayangi Perancis di Piala Dunia 2006 ini. Kisah tragis dimana Perancis tersingkir di Piala Dunia 2002 padahal mereka adalah juara bertahan dengan menjadi juara Piala Dunia 1998, sangat dikuatirkan seluruh penggemar Perancis akan terulang lagi di piala dunia kali ini. Hal itu tak lepas dari buruknya hasil yang diperoleh Perancis pada dua pertandingan awal di Grup G Piala Dunia 2006 ini. Mereka hanya berhasil meraih 2 poin sampai sekarang, sedangkan Korea Selatan dan Swiss sudah berhasil mendapat 4 poin. Karena itu tidak ada jalan lain bagi Perancis saat ini, selain harus menang melawan Togo di pertandingan penentuan di Grup G ini. Bukan hanya menang, tapi mereka harus menang besar agar lebih aman dan memastikan mereka dapat lolos ke putaran kedua terutama jika duel Swiss lawan Korsel berakhir seri. Sebab, jika Swiss dan Korsel bermain imbang, sementara Prancis menang, maka ketiganya bakal mengemas poin sama (5 poin). Dan aturan selisih gol yang akan menentukan siapa berhak lolos ke babak kedua. Perancis yang menyarangkan gol pertama saat menghadapi Korsel pada pertandingan kedua penyisihan grup sejak mengalahkan Brazil 3-0 pada final 1998 itu masih terus berharap dapat melaju ke final pada 9 Juli di Berlin. "Tim-tim besar seperti Italia atau Jerman selalu memiliki awal yang lambat dan kemudian tampil mengesankan di babak-babak akhir. Kami harus tetap percaya pada diri kami sendiri", kata striker Perancis Thierry Henry. Perancis tanpa diperkuat gelandang maestro Zinedine Zidane harus dapat mengalahkan Togo, setidaknya dengan selisih dua gol. Zidane yang akan gantung sepatu usai Piala Dunia tidak dapat turun karena membukukan kartu kuning keduanya pada pertandingan dengan hasil imbang 1-1 melawan Korea Selatan (Korsel). Disamping Zidane, pelatih Perancis Raymond Domenech juga harus kehilangan bek Eric Abidal yang juga terkena larangan bertanding. Mikael Silvestre akan dicoba untuk menggantikannya. Bek Perancis Lilian Thuram ingin merebut kemenangan ke-117 kalinya untuk Perancis sekaligus memecahkan rekor yang kini disandangnya bersama Marcel Desailly. Thuram adalah satu dari beberapa pemain yang tidak hanya memenangi gelar Piala Dunia 1998 tetapi juga Euro 2000. Dia bermimpi memperoleh pesta perpisahan yang indah saat mereka tampil pada pertandingan terakhinya di final kompetisi tingkat dunia. Zidane pun akan bisa kembali tampil jika mereka mampu melaju ke babak berikutnya, tentunya dengan catatan harus bisa mengalahkan Togo. Atau mereka akan kembali tereliminasi secara menyakitkan dan membuat generasi berikutnya memiliki beban lebih berat ketika mengenakan seragam kebesaran tim Perancis. Tampaknya Domenech, yang masa depannya juga belum pasti apalagi jika gagal membawa Perancis ke babak 16 besar, diperkirakan akan menampilkan skuadnya dengan komposisi 4-4-2 dengan David Trezeguet atau Louis Saha mendampingin Henry di lini depan. Di atas kertas, memang Perancis diperkirakan dapat mengatasi Togo dengan mudah. Tetapi, tim debutan dari Afrika, yang sudah dipastikan tidak lolos ke babak berikutnya itu, tidak ingin meninggalkan Jerman dengan hasil buruk terutama dengan adanya perselisihan mengenai bayaran pemain, krisis pelatih dan hampir saja memboikot pertandingan. Kalah atau menang tidak ada pengaruhnya bagi mereka, karena itu dipastikan mereka akan tampil habis-habisan tanpa beban untuk menunjukkan kalau mereka layak tampil di ajang Piala Dunia. "Pertandingan tersebut akan terasa sangat istimewa ketika tim dari Afrika berhadapan dengan Perancis. Selalu ada motivasi tambahan", kata striker Mohamed Kader Coubadja. Pertandingan yang harus dimenangkan Perancis ini akan berjalan cukup a lot. Prediksi Skor 3-0 untuk Perancis. [img=/p/togo_vs_fra.gif][/img] PERKIRAAN TIM Togo (4-4-2): 16-Kossi Agassa; 2-Dare Nibombe, 12-Akoto, 5-Massamesso Tchangai,23-Toure; 8-Kuami Agboh, 9-Thomas Dossevi, 10-Cherif Toure Mamam, 15-Ramao; 17-Mohamed Kader Coubadja, 4-Emmanuel Adebayor. Pelatih: Otto Pfister Perancis (4-3-1-2): 16-Fabien Barthez; 19-Willy Sagnol, 15-Lilian Thuram, 5-William Gallas, 13-Mikael Silvestre;4-Patrick Vieira, 6-Claude Makelele, 7-Florent Malouda; 22-Franck Ribery; 14-Saha, 12-Thierry Henry. Pelatih: Raymond Domenech Wasit: Jorge Larrionda (Perancis) HEAD TO HEAD Kedua tim ini tidak pernah bertemu sebelumnya. KONDISI TIM Togo Tampil rileks karena sudah pasti tersingkir. Masalah bonus pun sudah terselesaikan dengan baik. Kondisi ini akan membuat pemain Togo akan bermain tanpa beban dan tekanan sama sekali. Bermain lepas ini akan sangat membahayakan Perancis. Perancis Dapat dikatakan kondisi Perancis sedang buruk. Gagal menunjukkan penampilan terbaik mereka, mereka pun harus tampil penuh tekanan ketika melawan Togo ini. Beban harus menang besar akan sangat mengganggu mereka. Perancis pun tidak bisa diperkuat Zidane yang seolah-olah sudah jadi jenderal tim Perancis. Pertandingan yang berat bagi Perancis. DATA DAN FAKTA - Jika Swiss dan Korsel bermain seri, Prancis butuh kemenangan minimal 2-0 untuk lolos ke babak 16 besar. - Jika Prancis gagal lolos, berarti sudah enam kali Prancis tersingkir di babak penyisihan. Prancis gagal melangkah ke babak kedua pada Piala Dunia 1930, 1954, 1966, 1978, dan 2002. - Eric Abidal dan Zinedine Zidane absen membela Prancis karena akumulasi kartu. Sementara Willy Sagnol bakal absen jika kembali mendapat kartu kuning. - Jika diturunkan, Lilian Thuram akan mengoleksi 117 caps untuk Prancis. Itu akan melewati rekor Marcel Desailly (116 caps). - Gol Thierry Henry ke gawang Korsel merupakan gol pertama Prancis sejak final Piala Dunia 1998. - Togo baru memetik dua kemenangan sepanjang tahun ini. Mereka baru mencetak empat gol dalam 9 laga terakhir. (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

