Hasil Imbang Tidak Menjamin Aman

Editor Bolanet | 14 Juni 2006 17:36
Hasil Imbang Tidak Menjamin Aman

Bola.net - Status Tunisia dan Saudi di Piala Dunia 2006 ini memang sama, tim non unggulan. Keduanya merasakan begitu kerasnya atmosfir persaingan di Piala Dunia, sehingga sampai sekarang masih belum mampu lolos ke putaran kedua. Arab Saudi, dalam penampilan keempat mereka secara beruntun di Piala Dunia, tentu masih ingat akan suatu mimpi buruk, saat mereka dibantai habis tim Jerman 8-0 dalam pertandingan pertama mereka dalam putaran final 2002 di Jepang dan tersingkir segera tanpa sempat mencetak satu gol pun. Tunisia, tampil di pentas Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun dari empat kali secara keseluruhan dan sempat mengukir sejarah, menjadi negara Afrika pertama yang meraih kemenangan di Piala Dunia setelah mengalahkan Meksiko 3-1 pada Piala Dunia 1978 di Argentina. Tapi tidak menolong mereka untuk lolos ke putaran kedua. Dengan pengalaman sejarah yang hampir sama tersebut dapat dikatakan kalau mereka mempunyai peluang yang sama untuk memenangkan pertandingan malam ini. "Saya kira kedua tim memiliki peluang untuk menang karena keduanya menginginkan suatu awal yang baik pada grup H ini. Kami saat ini sudah tiga kali secara beruntun masuk putaran final Piala Dunia dan ini lah tujuan kami untuk mencapai putaran kedua kali ini," ujar bek Tunisia Hatem Trabelsi . Apalagi hasil imbang bukanlah jaminan yang bagus supaya mereka bisa lolos ke putaran kedua. Spanyol dan tim kuda hitam Ukraina, bukanlah lawan yang bisa diharapkan untuk mendulang poin. Karena itu tidak ada jalan lain bagi Tunisia dan Arab Saudi, salah satu dari mereka harus berhasil memperoleh poin maksimal untuk melapangkan jalan mereka lolos ke babak 16 besar. Oleh karena itu, bukan lah hal yang mengejutkan jika pelatih Tunisia Roger Lemerre dan pelatih Arab Saudi Marcos Paqueta dari Brazil, semakin mendekati pertandingan mereka itu di stadion Allianz Arena dengan hati yang penuh keraguan dan kekhawatiran. Pemain Tunisia sendiri menegaskan bahwa mereka bersiap untuk kembali mengukir sejarah, yaitu 28 tahun setelah mereka menjadi negara Afrika pertama yang meraih kemenangan di Piala Dunia setelah mengalahkan Meksiko 3-1 pada Piala Dunia 1978 di Argentina. Pelatih Roger Lemerre juga mengakui bahwa saat itu merupakan prestasi terbaik yang pernah dicapai Tunisia. "Proses ini sudah dimulai pada 1978. Proses yang panjang, tapi semua orang sangat berharap akan kesuksesan tersebut," kata Lemerre. "Tapi harapan itu bukan tanpa dasar dan berdasarkan atas fakta bahwa ini adalah Piala Dunia ketiga secara beruntun dan tim ini bisa terus melaju". "Mereka punya hak untuk mengharapkan menjadi salah satu dari 16 tim terbaik di dunia", katanya menambahkan. Tunisia akan tampil tanpa striker andalan mereka, Francileudo dos Santos kelahiran Brazil, pencetak gol terbanyak dalam babak kualifikasi dengan enam gol dan telah melakukan dua kali perubahan karena ada pemain yang cedera pada skuad mereka. Sebaliknya, kubu Arab Saudi tetap percaya diri, pelatih mereka Marcos Paqueta bahkan beberapa waktu lalu sempat menargetkan lolos samapi babak perempat final. Tapi tentu bukan target yang mudah karena tim Arab Saudi dibayangi masalah di lini belakang. Dalam 14 uji coba terakhir, mereka kemasukan 24 gol. Sampai-sampai, pelatih Marcos Paqueta, berencana menerapkan formasi bertahan 4-5-1. Mereka akan memanfaatkan kecepatan Yassir Al-Qahtani untuk melakukan serangan balik. Karena sama-sama ngotot untuk memenangkan laga perdana ini, diprediksikan pertandingan ini akan berjalan alot dan kemungkinan besar berakhir imbang. [img=/p/tun_vs_sau.gif][/img] PERKIRAAN TIM Tunisia (4-4-2): 1-Ali Boumnijel; 6-Hatem Trabelsi, 15-Radhi Jaidi, 3-Karim Hagui, 18-David Jemmali; 20-Hamed Namouchi, 12-Joahar Mnari, 14-Adel Chedli, 13-Riadh Bouazizi; 5-Ziad Jaziri, 9-Yassine Chikhaoui Pelatih: Roger Lemerre Arab Saudi (4-5-1): 1-Mohamed Al Deayea; 3-Redha Tuker, 13-Hussein Sulaimani, 4-Hamad Al Montashari, 2-Ahmed Dokhi; 14-Saud Al Khariri, 7-Mohamed Ameen, 8-Mohamed Noor, 10-Mohammad Al Shalhoub, 9-Sami Al Jaber; 20-Yassir Al Qahtani Pelatih: Marcos Paqueta Wasit : Mark Shield (Australia) Hakim garis: Nathan Gibson (Australia), Ben Wilson (Australia). HEAD TO HEAD Bertemu terakhir di pertandingan tidak resmi pada 1994 dan Tunisia menang 2-0. Sebelumnya mereka pernah 5 kali bertemu, masing-masing menang 2 kali dan imbang 1. KONDISI TEAM Tunisia Sangat berambisi mengulangi rekor menang di Piala Dunia ditambah sentuhan dingin pelatih Roger Lemerre akan membuat Tunisia tampil habis-habisan untuk laga ini. Pemain inti mereka yang cedera hanya Francileudo Santos dan telah siap digantikan Yassine Chikhaoui yang baru berumur 19 tahun. Arab Saudi Pelatih Marcos Paqueta memasang target tinggi di Piala Dunia kali ini, sehingga pasti dia akan mendorong anak asuhnya untuk tampil habis-habisan. Namun dia harus tetap memikirkan begitu rapuhnya barisan pertahanan timnya. Pemain veteran Sami al-Jaber masih diragukan kondisinya dan mungkin akan digantikan Yasser al-Qahtani yang berumur 23 tahun. DATA DAN FAKTA - Tunisia membukukan sejarah pada 1978 ketika mengalahkan Meksiko 3-1 dan menjadi tim Afrika pertama yang memenangi pertandingan Piala Dunia. - Arab Saudi kalah 0-8 pada pertandingan pembukaan mereka di Piala Dunia 2002 lalu ketika berhadapan dengan Jerman. - Tunisia akan tampil untuk kali keempat. Mereka selalu gagal untuk lolos ke putaran kedua. - Sejak kemengan lawan Meksiko tahun 1978, Tunisia tidak pernah lagi menang di 8 pertandingan selanjutnya di Piala Dunia. Sejarah terburuk diantara kontenstan Piala Dunia 2006. - Arab Saudi adalah salah satu dari 9 negara yang selalu tampil di 4 Piala Dunia terakhir. - Arab Saudi kalah dalam 3 pertandingan terakhir dan tidak pernah menang di 7 pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia. Mereka juga selalu kalah di tiga pertandingan perdana mereka di Piala Dunia. (cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE