'K' di Depan 'J'
Editor Bolanet | 15 Juni 2010 18:33
Bola.net - Piala Dunia 2002 menyajikan cerita unik tersendiri di balik namanya. Sebutan resmi untuk Piala Dunia 2002 yang benar adalah 2002 World Cup Korea-Japan dan bukan 2002 World Cup Japan-Korea. Ada alasan tersendiri kenapa harus begitu. Seusai Piala Dunia 1986, presiden FIFA saat itu, Joao Havelange ingin suatu saat nanti Piala Dunia bisa digelar di negara Asia. Mendengar itu Jepang dan Korea Selatan yang telah lama bersaing langsung berniat menjadi calon tuan rumah. Mereka resmi mendaftar pada tahun 1995. Dengan Jepang yang mengandalkan mutu infrastruktur dan teknologi serta Korea Selatan yang mengandalkan rekor bagus sebagai tim Asia yang paling banyak mengikuti Piala Dunia, sama optimisme modal itu akan menjadikan mereka tuan rumah pertama Piala Dunia di Asia. Dapat ditebak kelanjutannya, Korea Selatan dan Jepang pun langsung saling serang agar bisa menang. Pihak Korea Selatan mengatakan, Jepang adalah negara dengan pengalaman sepak bola yang jelek. Jepang belum pernah lolos Piala Dunia (sebelum Piala Dunia 1996), dan baru tahun 1993 punya liga sepak bola profesional. Jepang tidak mau direndahkan begitu saja, mereka mengatakan jika Amerika Serikat, yang 40 tahun absen dari Piala Dunia, bisa terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994, mengapa mereka tidak bisa? Korea Selatan juga sesumbar akan menjadikan Piala Dunia 2002 sebagai momentum perdamaian di Semenanjung Korea dengan rencana mereka melibatkan Korea Utara. Hal ini melihat pada saat itu FIFA sedang getol menjadikan sepak bola sebagai sarana perdamaian. Tapi Jepang segera menyerang rencana Korsel itu dengan mengatakan jika Korea Utara ikut menggelar Piala Dunia, Piala Dunia akan berada di bawah ancaman terorisme. Jepang kembali menunjukkan situasi keamanan negaranya yang bagus dan bukti kalau mereka sudah sukses menghelat even sepak bola tingkat tinggi seperti Piala Toyota. Tapi Korea Selatan langsung membalas dengan mengatakan keamanan Jepang amat buruk. Sebab, gempa bumi selalu mengancam Jepang. Belum lagi ada catatan serangan yang dilakukan oleh sekte sesat Aum Shinrikyo pimpinan Soko Asahara yang menebar gas beracun di sebuah stasiun kereta api bawah tanah Jepang tahun 1995. Namun yang terjadi pada 6 November 1996, FIFA malah mengumumkan Korea Selatan dan Jepang ditunjuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Karena sudah bersaing sejak lama, penunjukan menjadi tuan rumah bersama itu tetap menjadi ajang persaingan antara dua negara yang bertetangga itu. Korea Selatan dan Jepang kembali terlibat perselisihan tentang bagaimana sebutan resmi untuk even akbar itu. FIFA memakai dasar urutan abjad dari nama kedua negara dalam bahasa Inggris. Jadi Piala Dunia 2002 akan disebut "2002 World Cup Japan-Korea". Tapi Korea Selatan menolak menjadi "nomor dua". Mereka langsung memakai alasan nama FIFA yang merupakan singkatan dari Federation Internationale de Football Association yang diambil dari bahasa Prancis. Karena itu menurut Korsel nama resmi even tersebut harus didasarkan pada nama Prancis dari kedua negara itu. Dengan demikian, Korea yang dalam bahasa Prancis disebut "Coree" harus diletakkan di depan Jepang yang disebut "Japon". Dan akhirnya Korea Selatan pun menang.Pada akhirnya, Piala Dunia 2002 secara resmi bernama "2002 World Cup Korea-Japan". (bola/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





