Kesempatan Emas Swiss
Editor Bolanet | 19 Juni 2006 12:54
Bola.net - Hasil buruk yang dialami Perancis setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Korea Selatan diyakini akan memberikan kesempatan emas bagi Swiss untuk memuluskan langkahnya lolos ke putaran kedua. Apalagi jika Swiss bisa memenangkan laga melawan Togo ini maka dipastikan akan memberi tekanan besar bagi Perancis untuk harus menang dalam laga lawan Togo. Beban Swiss akan lebih enteng karena dengan hasil imbang di laga terakhir masih memberi kemungkinan besar Swiss untuk lolos meski dalam waktu yang sama Perancis menang, dengan catatan Swiss unggul selisih gol dibanding Perancis. Apapun nantinya hasil buruk Perancis tersebut sangat menguntungkan posisi Swiss dan seakan-akan menjadi suatu pendorong motivasi tersendiri bagi Swiss untuk meraih impian lolos ke putaran kedua di Piala Dunia 2006. Motivasi yang akan diusung dalam laga melawan Togo nanti. Swiss sudah membuktikan ketangguhan barisan pertahanannya saat sukses menahan imbang mantan juara Piala Dunia Perancis 0-0. Keberhasilan tersebut tetap membuat citra mereka sebagai tim yang selalu terorganisasi tetap bertahan meski tetap tidak memiliki penggemar yang banyak. Meski tidak diunggulkan tapi berbekal rapinya pertahanan mereka, siapa tau mereka bisa mengikuti jejak prestasi Yunani yang begitu mengejutkan di Piala Eropa 2004 yang lalu. Swiss pun berharap dapat menciptakan kesempatan lebih banyak daripada yang mereka ciptakan saat menghadapi Perancis. "Saya pikir, kami akan menciptakan lebih banyak peluang ketika berhadapan dengan Togo. "Kami selalu mencoba tampil menyerang tetapi kami menyadari bahwa tim ini bukanlah mesin pencetak gol. Striker kami (Alex Frei dan Marco Streller) baru saja pulih dari cedera dan saya pikir, semakin lama kompetisi digelar maka mereka akan dapat tampil semakin baik", kata pelatih Swiss Koebi Kuhn. Kuhn mengatakan, Togo tidak akan terlalu menyulitkan. "Setiap orang yang berpikir bahwa Togo adalah pasukan umpan meriam dan mereka semua salah," katanya. Sementara itu, pelatih Togo, Pfiser, mengatakan kedekatannya dengan Swiss akan membantunya dalam laga Togo melawan Swiss tersebut. Pelatih asal Jerman berusia 68 tahun itu menikah dengan perempuan Swiss, tinggal di Swiss dan pernah menjadi pemain dan juga pelatih di negara tersebut. "Saya mengenal Swiss luar-dalam. Jika seluruh pemain berada dalam kondisi fit, maka tidak mengherankan jika mereka bermain bagus. Saya harus menemukan taktik untuk mengalahkan mereka dan bagi Togo, pertandingan ini adalah kesempatan terakhir", kata Pfiser. Kuhn mengatakan hal tersebut tidaklah terlalu berpengaruh. "Tentu sebuah keuntungan karena ia tinggal di Swiss dan selalu mengikuti perkembangan sepakbola di Swiss tetapi pemainlah yang tampil dan memenangi pertandingan," kata Kuhn. Tapi tidak berarti Kuhn meremehkan begitu saja kekuatan Togo. "Kami tahu bagaimana cara main untuk mengalahkan Togo tetapi mereka juga memiliki cara untuk mengalahkan kami setelah mereka kalah atas Korea Selatan. Jadi pertandingan nanti tidak akan mudah",katanya. Togo di awal Piala Dunia ini memang sempat terganggu masalah internal. Masalah bonus yang berlarut-larut dan pelatih tim Otto Pfister yang belum dibayar. Pejabat Togo mengatakan masalah tuntutan uang dalam tim sudah dapat diselesaikan tetapi tidak diungkapkan rinciannya. Para pemain akhirnya mengatakan mereka akan turun lapangan kendati mereka tidak menerima uang. Pelatih Otto Pfister, akhirnya pun kembali lagi pada pertandingan pertama. Kuhn tampaknya akan menurunkan tim yang sama saat melawan Perancis meski ia dapat memasukkan gelandang serang Daniel Gygax daripada gelandang bertahan Raphael Wicky. Bek kanan Swiss, Valon Behrami, kemungkinan tidak turun pada pertandingan Senin bahkan mungkin sampai akhir pertandingan, karena belum sembuh dari cedera nyeri otot kaki. Sementara itu, Pfiser harus mengganti barisan pertahanannya setelah kapten Jean Paul Yaovi Abalo Dosseh tidak dapat tampil setelah diusir keluar lapangan saat melawan Korsel dan bek lain Ludovic Assemoassa mengalami putus ikat sendi lutut pada pertandingan yang sama. Pertandingan ini diprediksikan akan berakhir imbang. [img=/p/swi_vs_togo.gif][/img] PERKIRAAN PEMAIN Togo (4-3-3): 16-Kossi Agassa (g); 2-Dare Nibombe, 19-Ludovic Assemoassa, 5-Massamasso Tchangai, 23-Addimiou Toure; 7 Moustapha Salifou, 10-Cherif Toure-Maman, 15-Alaixys Romao); 4-Emmanuel Adebayor, 17-Mohamed Kader Coubadja, 18-Yao Senaya. Pelatih: Otto Pfister Swiss (4-4-2):1-Pascal Zuberbuehler (g); 3-Ludovic Magnin, 4-Philippe Senderos, 20-Patrick Mueller, 23-Philipp Degen; 8-Raphael Wicky, 6-Johann Vogel, 7-Ricardo Cabanas, 16-Tranquillo Barnetta; 9-Alex Frei, 10-Daniel Gygax. Pelatih: Koebi Kuhn HEAD TO HEAD Togo dan Swiss belum pernah bertemu di ajang resmi internasional KONDISI TIM Togo Kekalahan Togo di laga perdana ditambah dengan masalah internal tim akan menjadi beban berat tersendiri bagi mereka. Belum lagi absennya kapten mereka ditambah dengan kemungkinan absennya bek Ludovic Assemoassa akan membuat Togo berada dalam posisi yang sedikit tertekan. Swiss Ketangguhan barisan pertahanan Swiss sudah terbukti keampuhannya ketika melawan Perancis. Mereka tinggal meningkatkan serangan mereka. Hasil buruk Perancis melawan Korsel memberi angin segar bagi mereka. Kalau Swiss bisa menang maka akan membuat impian mereka lolos ke putara kedua akan semakin menjadi kenyataan. DATA DAN FAKTA - Swiss baru pernah bertemu sembilan kali dengan tim dari Afrika. Mereka bemain imbang 1-1 lawan Pantai Gading bulan lalu. - Togo merupakan satu-satunya tim di Piala Dunia, kecuali tim tuan rumah, yang dilatih pelatih asal Jerman. - Togo dua kali menang dan enam kali kalah sepanjang 2006. Dalam 8 pertandingan tersebut, Togo hanya memasukkan empat gol. - Swiss belum pernah menang dalam empat laga terakhir mereka di Piala Dunia. Swiss juga belum terkalahkan sepanjang 2006. - Alaixys Romao dan Komi Tchangai akan absen pada laga Togo selanjutnya jika kembali menerima kartu kuning. - Philipp Degen, Marco Streller, Alexander Frei, Ludovic Magnin, dan Ricardo Cabanas akan absen pada laga Swiss selanjutnya jika kembali mengantongi kartu kuning. (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

