Laga Dua Saudara

Editor Bolanet | 22 Juni 2006 23:30
Laga Dua Saudara

Bola.net - Emosi akan memuncak ketika Australia dan Kroasia bertemu, Kamis (22/6), dalam pertandingan Grup F yang menggiurkan, yang hampir pasti menentukan siapa yang akan bergabung dengan Brazil pada putaran kedua Piala Dunia. Dalam hal ini keuntungan berada di tangan Australia, yang diyakini akan berusaha mati-atian untuk lolos ke putaran kedua untuk pertamakalinya. Sebuah kemenangan di Stuttgart akan menjamin satu tempat bagi mereka pada babak 16 besar sementara mereka juga bisa lolos dengan hasil seri, selama Jepang tidak mengalahkan Brazil dengan tiga gol. Kesamaannya lebih sederhana bagi Kroasia. Semifinalis 1998 tetapi sudah tidak setangguh delapan tahun lalu itu, harus menang untuk tetap bertahan dalam kompetisi tersebut. Pertandingan yang akan disiarkan Jumat dini hari (23/06) sudah terbayang sebagai yang paling menentukan dalam grup tersebut, ketika undiannya diumumkan awal tahun ini dan segalanya menunjuk pada persaingan yang hasilnya bisa mengarah ke kedua pihak. Mereka mempunyai personil dan gaya bermain yang serupa, dan punya pertalian nenek-moyang -- tujuh pemain Australia, termasuk kapten Mark Viduka, mempunyai orangtuan asal Kroasia, sementara tiga dari pemain Kroasia besar di Australia. "Banyak orang Australia-Kroasia yang hidup di Australia dan saya rasa jika kami tidak saling berhadapan mereka akan mendukung Australia," kata asisten pelatih Australia Graham Arnold. "Saya kira Anda tidak bisa mendapatkan dua tim yang serupa dalam kompetisi ini kecuali pada kami dan Kroasia. Mereka mempunyai gaya pemain yang serupa dengan kami, besar, kuat secara fisik, pemain berteknik bagus dengan rata-rata kerja sangat banyak. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat diminati." Kroasia memulai kompetisi ini sebagai favorit untuk lolos bersama Brazil. Mereka mengalahkan Australia 7-0 ketika mereka terakhir bertanding, pada 1998, meskipun banyak perubahan sejak itu. Kroasia sangat mengesankan pada pertandingan pembukaan mereka ketika mereka kalah 1-0 dari juara dunia Brazil tetapi kehilangan cara bermain saat bertemu Jepang, mengakhiri pertandingan imbang tanpa gol setelah melepaskan sejumlah peluang termasuk sebuah penalti. Pelatih Zlatko Kranjcar terpaksa mengatur kembali pertahanannya setelah stopper Robert Kovac dilarang bermain, dengan Stjepan Tomas yang akan memainkan posisi kanan belakang. "Saya puas dengan tim ini. Kami terorganisir dengan baik dalam pertahanan, juga di lapangan tengah," kata Kranjcar. "Satu-satunya persoalan adalah bahwa kami belum memanfaatkan peluang kami. Saya tidak ragu bahwa kami meninggalkan kesan yang lebih baik dibanding Australia meskipun mereka telah mengumpulkan tiga poin." Australia telah tampil mengesankan dalam dua pertandingan pertama mereka. Mereka bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Jepang 3-1, dengan seluruh ketiga gol terjadi pada delapan menit terakhir, dan memberi perlawanan terbaik saat bertemu Brazil sebelum kalah 2-0. Pelatih asal Belanda, Guus Hiddink, yang berhasil membawa Belanda kemudian Korea ke semifinal pada dua Piala Dunia terakhir, kembali menunjukkan kelihaiannya menyusun taktik, menyusun langkah seperti seorang [i]grandmaster[/i], membanjiri lapagan tengah dan memerintah pemainnya untuk menyerang secara bergelombang. Tetap, seperti tim Kroasia, Australia juga mempunyai masalah meskipun suasana di kamp tetap semangat. Pemain belakang Tony Popovic dikesampingkan karena cedera paha, dan winger Harry Kewell beruntung lolos dari hukuman karena menghina secara verbal wasit asal Jerman Markus Merk setelah pertandingan melawan Brazil. "Jika Anda katakan pada saya sebelum kompetisi ini dimulai bahwa memasuki pertandingan ketiga melawan Kroasia, kami hanya membutuhkan hasil seri atau satu kemenangan untuk lolos maka saya akan langsung menutupnya," kata Arnold. "Saya memimpikan sebelum kompetisi dimulai bahwa ini akan turun menjadi hanya gol rata-rata atau kami harus menang, dan sekarang kami mempunyai peluang 66 persen daripada 50-50." [img=/p/kro_vs_aus.gif][/img] Perkiraan tim Kroasia (3-4-1-2):1-Stipe Pletikosa; 13-Stjepan Tomas, 7-Dario Simic, 3-Josip Simunic; 2-Darijo Srna, 5-Igor Tudor, 10-Niko Kovac, 8-Marko Babic; 19-Niko Kranjcar; 17-Ivan Klasnic, 9-Dado Prso Pelatih: Zlatko Kranjcar Australia (4-5-1):1-Mark Schwarzer; 7-Brett Emerton, 2-Lucas Neill, 3-Craig Moore, 14-Scott Chipperfield; 13-Vince Grella, 5-Jason Culina, 4-Tim Cahill, 23-Marco Bresciano, 21-Mile Sterjovski; 9-Mark Viduka Pelatih: Guus Hiddink Wasit: Graham Poll (Inggris) (rit)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT