Legenda Piala Dunia
Editor Bolanet | 9 Juni 2006 15:54
Bola.net - Bicara bola tak lengkap rasanya tanpa mengulas pemain-pemain lawas yang menorehkan sejarah indah dalam sepak bola dunia. Berikut beberapa legenda yang auranya begitu berpengaruh sampai saat ini. PELE Siapa tak kenal Pele? Bocah ajaib yang menghebokan piala dunia 1958 dan 1970 ini menjadi legenda hidup yang tak akan dilupakan dalam deretan pemain legendaris sepak bola. Terlahir dengan nama Edson arantes do nascimento, Pele memulai debutnya sebagai pemain inti Santos pada 1956, satu bulan sebelum usianya genap 16 tahun dan bermain untuk Brasil 10 bulan kemudian. Legenda kelahiran 23 oktober 1940 menjadi satu-satunya pemain di muka bumi ini yang berhasil meraih tiga gelar juara piala dunia. Pada piala dunia 1958 Pele memulai debutnya saat Brasil bertemu Rusia. Saat itu usianya baru 17 tahun dan menobatkannya menjadi Pele menjadi pemain termuda. Pele mencetak gol pertama di ajang Piala Dunia saat berhadapan dengan Wales di perempat final dengan skor 1-0, kemudian mencetak hattrick di semifinal saat melawan Perancis dan dua gol lagi dicetaknya saat melawan Swedia di partai final. Empat tahun kemudian Pele kembali menjadi tokoh penting saat Brasil mempertahankan gelarnya, sayang cedera yang dialaminya membuat Brasil tersungkur di babak pertama Piala Dunia 1966. Empat tahun kemudian Pele menebusnya dengan merebut jawara Piala Dunia 1970. Pele mengakhiri karirnya sebagai sepak bola dengan catatan spektakuler, yakni 92 caps dan 77 gol. Nama : Edson Arantes Do Nascimento Tanggal Lahir: 23 October 1940 Tempat Lahir: Tres Corações, Brazil Prestasi: - Mencetak 1281 gol dalam 1363 pertandingan - International Olympic Committee Athlete of the 20th Century BOBBY CHARLTON Bicara tentang timnas Inggris dan Manchester United tak lengkap rasanya melewatkan Bobby Charlton. Legenda bola Inggris ini memulai karir gemilangnya sejak bergabung dengan Manchester United pada usia 17 tahun. Bobby juga dikenal karena banyak mencetak gol indah dalam sejarah karir sepakbola Inggris. Bobby menjadi perhatian dunia saat bermain sempurna dan sukses melumat Brasil, setelah itu dia memborong seluruh gol saat mengalahkan Portugal 2-1 di semifinal. Inggris berhasil menumbangkan Jerman Barat 4-2 di babak perpanjang waktu. Dilahirkan di Ashington pada 11 oktober 1937, Bobby Charlton dikenal berkat kecepatannya sebagai gelandang dan tendangannya yang kencang bahkan ia berhasil membawa nama MU bersama rekannya Denis Law dan George Best pada era 60an. Bobby dikenal sangat loyal pada MU yang dibelanya mulai 1956-1973, dan sepanjang karirnya ia berhasil memenangkan tiga gelar liga premier, piala FA dan Liga Champion 1968 dengan membekuk Benfica 4-1 di Wembley. Bobby mengakhiri karir bersama Manchester United dengan 750 pertandingan dan 247 gol dan dengan total caps internasional 106 kali, Bbby pensiun empat tahun kemudian. Pada 1973 ia resmi pensiun dari sepakbola dan memulai karir baru sebagai manajer di Preston NE, direktur Wigan Athletic dan sejak 1984 diangkat menjadi direktur Manchester United. Ia mendapat gelar CBE pada 1974 dan knighthood pada 1994 dan hingga kini menjadi duta setan merah. Nama : Robert Charlton Tanggal Lahir: 11 October 1937 Tempat Lahir: Ashington, Inggris Pretasi International: - Mencetak 49 gol dalam 106 penampilan internasional - Turut andil dalam kemenangan Inggris di FIFA World Cup™ pada 1966 - Turut berperan Kejuaraan Eropa pada 1968 FRANZ BECKENBAUER Berbicara tentang Jerman sebagai tuan rumah Piala Dunia kurang lengkap rasanya tanpa membicarakan sosok Franz Beckenbauer. Mantan pemain bek terbaik Jerman ini dikenal karena memiliki penampilan yang begitu elegan, penuh percaya diri, memiliki skill yang luar biasa, bahkan karena dominasi dan wibawanya di lapangan Beckenbauer mendapat julukan "Der Kaiser" (Sang Kaisar). Anak kedua dari Antonie Beckenbauer ini memulai karirnya pada usia sembilan tahun di tim yunior SC Muenchen 06 pada 1954, kemudian gabung bersama tim junior Bayern Muenchen pada usia 14 tahun dan akhirnya menjadi pilar dominasi FC Hollywood di Bundesliga hingga saat ini. Beckenbauer mengawali debut internasionalnya pada 26 Septermber 1965 dan bermain di Piala Dunia 1966, Inggris. Sayang Piala Dunia pertamanya itu sangat mengecewakan setelah Jerman kalah di final melawan tuan rumah. Pengalaman tersebut memacunya terus mengolah teknik dan membuatnya menjadi pemain hebat, bahkan dia mengubah peran libero dengan attacking sweeper. Piala Dunia 1970 menjadi masa yang penting bagi "Der Kaiser", meski Jerman tersingkir di semifinal, pasanya Beckenbauer memperlihatkan diri sebagai pemain bola yang total, hal ini terlihat saat sendi bahunya cedea namun dia masih tetap bermain dengan satu tangan dibalut. Keuletan Beckenbauer tak sia-sia, ia memimpin Jerman meski akhirnya kalah tipis atas Italia 3-4. Pada 1974 menjadi puncak perjuangan Beckenbauer setelah menundukkan tim favorit Belanda - yang saat itu terkenal dengan ikon Johan Cruyff dan total football-nya - di partai final Piala Dunia. Beckenbauer bahkan menjadi kapten pertama yang mengangkat Piala Dunia, mengingat Piala Jules Rimet telah menjadi milik Brasil. Selama kariernya di tim Panzer, Beckenbauer bermain sebanyak 103 kali dan mencetak 14 gol. Dan pada 1984 ia menjadi manajer tim nasional dan mencapai puncaknya di Piala Dunia 1986, sayang Jerman berhenti di final oleh Diego Maradona. Empat tahun kemudian ia membalas lunas dengan meraih gelar Piala Dunia yang sekaligus menjadi gelar terakhir bagi Jerman Barat. JUSTE FONTAINE Juste Fontaine akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda sepak bola usai berhasil menjadi pemain favorit mengalahkan Pele. Ini terjadi pada Piala Dunia 1958, saat striker Prancis kelahiran Maroko itu sukses mencetak 13 gol termasuk empat gol dalam perebutan Juara III melawan Jerman Barat. Tak pernah ada yang menduga akan prestasi luar biasa, maklum saat itu Fontaine hanya masuk tim setelah striker Rene Biliard cedera menjelang turnamen di Swedia itu. Namun ia bisa membuktikan diri menjadi striker yang gesit dengan catatan 30 gol dari total 21 main. Sayang karirnya tidak berlangsung lama, Fontaine mengalami cedera patah kaki saat usia 27, setelah itu ia memutuskan berkarier sebagai Presiden Persatuan pemain Prancis. GIUSEPPE MEAZZA Giuseppe Meazza striker Milano yang terlahir pada 23 Augustus 1910 ini mengawali kariernya sebagai center-forward ketika usianya baru 17 tahun bersama Inter Milan pada 1927. Setahun kemudian Meazza sukses mencetak 33 gol pada musim 1929/30 dan sepanjang karier profesionalnya Meazza mengumpulkan total 355 gol. Melihat bakat Meazza, pelatih Vittorio Pozzo menempatkannya di posisi inside-forward dan sungguh sebuah pilihan yang tepat, karena Meazza sukses menorehkan prestasi Itali di ajang Piala Dunia 1934. Dan pada 1998 Itali kembali mereguk kemenangan saat Meazza menjadi kapten. Meazza juga menjadi pemain Itali yang pertama kali tenar di seluruh dunia dan menjadi pemain yang memiliki personal sponsor. Bahkan Meazza juga dikenal sebagai pesebakbola yang selalu mengunjungi rumah bordil beberapa pada malam menjelang pertandingan. Selama Perang Dunia I Meazza sempat bermain untuk Juventus dan Varese sebelum akhirnya pindah ke Atlanta untuk satu musim pada 1945. Setelah itu ia memulai karier sebagai manajer Inter. Giuseppe Meazza meninggal pada 1978 di usia 69 tahun dan setahun kemudian namanya diabadikan menjadi nama stadion Milano, menggantikan San Siro. (fifa/soccerhall/rit)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

