Pengalaman Lawan Kejutan
Editor Bolanet | 26 Juni 2006 15:43
Bola.net - Pertarungan babak 16 besar antara Italia dan Australia kali ini akan menyajikan pertarungan dua klub dengan status yang berbeda. Italia, juara tiga kali Piala Dunia selalu hadir pada putaran final Piala Dunia sejak 1962. Mereka tak terkalahkan dalam 21 pertandingan internasional terakhir, termasuk pertandingan persahabatan melawan tuan rumah Piala Dunia sekarang ini, Jerman, dan Belanda. Australia tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia dalam 32 tahun, tetapi mereka mampu lolos dari babak pertama, sehingga mereka akan mampu membuat kejutan. Meski baru pertama memasuki Piala Dunia dan harus menghadapi tim sebesar Italia, tidak terpancar sedikitpun rasa gentar di tim Australia. "Kami bahkan tidak mengira akan melaju sejauh ini. Banyak orang menulis kami akan tersingkir, tetapi kami sangat yakin dan kami tidak takut kepada siapapun. Melawan Italia kami harus menang dan memainkan sepakbola kami dan tidak mencemaskan lawan", kata pemain sayap Australia, Harry Kewell. "Ini adalah Piala Dunia dan segalanya mungkin oleh karena itu kami akan bermain di luar sana tanpa rasa khawatir", ujar bek Australia Lucas Neill. "Kami telah menghadapi tim besar (Brazil) dan memberi perlawanan yang ketat terhadap mereka dan membuat orang-orang menengok ke kami. Saya bukan menganggap Italia tim yang lebih kecil dibanding Brazil tetapi apakah kita harus takut kepada mereka? Kami akan mendapatkan banyak kekuatan seperti mereka peroleh saat ini," ujarnya. Pelatih Australia Guus Hiddink, sudah tahu yang harus diperbuat untuk mengalahkan Italia, seperti saat ia melatih Korea Selatan ketika tim Asia itu secara mengejutkan mengalahkan tim Azzurri 2-1 di babak kedua Piala Dunia 2002. Australia tidak akan diperkuat oleh Brett Emerton. Gelandang Blackburn Rovers yang dinamis itu dikeluarkan lapangan saat bertanding imbang 2-2 lawan Kroasia hari Kamis. "Mereka akan bertanding tanpa saya, tetapi saya yakin mereka akan berhasil," kata Emerton. Mark Schwarzer akan kembali diturunkan menggantikan Zeljko Kalac, yang tampak kurang prima saat melawan Kroasia. Italia belum pernah bermain melawan Australia dan pada awal turnamen mereka memperkirakan akan bertemu dengan Kroasia pada babak 16 besar. Menanggapi pengaruh Hiddink untuk kemungkinan mengulangi kesuksesan mengalahkan Italia saat menangangi Korsel, Buffon punya pendapat lain. "Ia adalah pelatih yang hebat, kami tahu itu, dan hasil yang telah ia capai telah berbicara untuk diri mereka sendiri. Ia telah mencapai hasil bersejarah dengan tim-tim yang sedang-sedang saja. Tetapi, saya yakin bahwa di pihak kami, segala sesuatunya telah berubah selama empat tahun belakangan ini", kata Buffon. Italia masuk kualifikasi dengan belum sepenuhnya tampil cemerlang yang dianggap karena kurang maksimalnya kekuatan utama Italia Francesco Totti. Totti belum pulih 100% setelah harus beristirahat selama tiga bulan tetapi Lippi terus menaruh harapan padanya pada setiap pertandingan. Demi Totti, Alberto Gilardino ditempatkan di sisi kiri sebagai penyerang dan Mauro Camoranesi membantunya dari peranan di lini tengah. Bek tengah Alessandro Nesta tidak akan diturunkan setelah mengalami cedera otot kunci paha yang dideritanya lagi dalam pertandingan melawan Ceko Kamis. Marco Materazzi, yang mencetak gol pembuka setelah menggantikan Nesta, kemungkinan akan bermain bersama dengan kapten Fabio Cannavaro di pusat pertahanannya. Gelandang Daniele de Rossi juga tidak akan turun karena ia menjalani larangan empat kali pertandingan karena menyikut muka pemain Amerika Serikat, Brian McBride. Masalah eksternal yang mengganggu Italia yaitu tentang skandal pengaturan pertandingan Seri A. Namun Buffon menyatakan skandal tersebut tidak akan mengalihkan perhatian mereka dari turnamen tersebut. "Perhatian penuh para pemain adalah bermain di Piala dunia dan kami tidak akan membiarkan sesuatu mengganggunya. Australia diduga akan kesulitan menghadapi Italia yang hanya kebobolan sekali di babak penyisihan grup, itu pun gol bunuh diri. "Italia tidak akan mudah menyerah dan mereka adalah semacam tim yang dapat melindungi keunggulan 1-0 dengan baik," kata bek Australia, Lucas Neill. Diperkirakan pengalaman Italia akan mengatasi perlawan Australia. Skor 2-1 untuk Italia. [img=/p/aus_vs_ita.gif][/img] PERKIRAAN TIM Italia (4-4-2): 1-Gianluigi Buffon; 19-Gianluca Zambrotta, 23-Marco Materazzi, 5-Fabio Cannavaro, 3-Fabio Grosso; 20-Simone Perrotta, 21-Andrea Pirlo, 8-Gennaro Gattuso, 16-Mauro Camoranesi; 10-Francesco Totti 11-Alberto Gilardino Pelatih: Marcello Lippi Australia (4-5-1): 1-Mark Schwarzer; 23-Marco Bresciano, 2-Lucas Neill, 3-Craig Moore, 14-Scott Chipperfield; 13-Vince Grella, 5-Jason Culina, 4-Tim Cahill, 21-Mile Sterjovski, 10-Harry Kewell; 9-Mark Viduka. Pelatih: Guus Hiddink Wasit: Luis Medina Cantalejo (Spanyol) HEAD TO HEAD Italia belum pernah sebelumnya bertemu dengan Australia. KONDISI TIM Italia Penampilan Italia sampai sekarang masih belum meyakinkan, banyak yang mempertanyakan fungsi Totti sampai sekarang ini. Namun rasanya Lippi tetap mempercayai kemampuan Totti untuk laga melawan Australia nanti. Kondisi para pemain tidak ada masalah yang begitu serius hanya Italia perlu meningkatkan kualitas permainan mereka. Australia Kepercayaan diri begitu membumbung setelah menjadi kontestan yang baru memulai debut di Piala Dunia dan berhasil masuk ke babak 16 besar. Para pemainnya cukup yakin mereka bisa mengatasi Italia setelah mereka sukses menekan Brasil di pertandingan sebelumnya. DATA DAN FAKTA - Italia akan mengejar rekor tidak pernah kalah secara beruntun sejak tahun 1939, akan mencapai jumlah 22 kali sejak kalah lawan Slovenia di kualifikasi Piala Dunia pada 9 Oktober 2004. - Italia hanya bisa dikalahkan di fase [i]knockout[/i] oleh Perancis, Brasil, Argentina dan Korea Selatan. - Tidak ada tim yang berhasil mencetak 3 gol di 7 menit terakhir di Piala Dunia sebelum pada laga Australia lawan Jepang. - Pelatih Australia Guus Hiddink hanya menderita 4 kekalahan di Piala Dunia di 17 pertandingannya - Tiga pemain Australia bermain di Seri A Italia. Mereka adalah Kalac (AC Milan), gelandang Marco Bresciano dan Vincenzo Grella (keduanya Parma). (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

