Piala Dunia XVII (2002)
Editor Bolanet | 2 Juni 2010 12:17
Bola.net - Putaran pertama Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang merefleksikan pergantian dunia persepakbolaan sebagai yang menjengkelkan dan penuh kejutan, juga menggetarkan tepat di saat permulaan. Namun pada akhirnya, dua tim yang tak asing lagi, Jerman dan Brasil, yang berperan sebagai juara dunia, dan sebelumnya Amerika Selatan yang memenangkan Piala Dunia kelima tak terduganya. Ronaldo, yang saat itu mengalami final menyedihkan selam empat tahunan awal, kali ini jadi pahlawan bagi tim Selecao ini, dengan skor 2-0 dalam kemenangan tim itu. Dan dia mengakhiri turnamen dengan mengantongi delapan gol – yang terbanyak sejak Gerd Muller dengan 10 gol di turnamen meksiko 1970. Grup-grup yang turun ke lapangan kali ini dirancang dengan pertandingan pembukaan sebagaimana debutan dari Afrika, Senegal yang mengejutkan Perancis dengan kemenangan impresif 1-0. Tim Les Bleus ini tak benar-benar dapat pulih kembali dari kekalahan, gagal memasuki pintu bahaya grup A tanpa bahkan mengumpulkan sebuah gol-pun. Meski mengecewakan bagi tim Perancis, namun ini sebuah pertandingan yang luar biasa dan keikutsertaan paling berharga dalam turnamen bagi Sinegal. 'Singa Dari Teranga' ini unjuk kebolehan di putaran kedua, mengalahkan Swedia dengan gol keemasan, namun ditundukkan Turki dengan gol keemasan mereka di perempat final. Grup D juga melihat Monstrous kesal saat AS membuka turnamen mereka dengan mengalahkan Portugal 3-2. Namun Generasi Emas dari Portugis ini kembali berlaga dengan memukul mundur Polandia, namun tumbang di tangan grup lain yang mengejutkan, Republik Korea, menambah grup berpengaruh Eropa lain harus kembali ke kampung halaman mereka lebih cepat. Eropa mendapat pembalasan di mana berada di grup yang disebut 'Grup Mematikan,' saat Inggris dan Swedia berhasil melalui kekuatan Argentina dan Nigeria, yang selalu berbahaya. Pertandingan yang mungkin paling panas saat itu adalah Argentina Vs Inggris dalam pertandingan ulang di Sopporo, Jepang. Kapten tim Inggris, David Beckham, yang dikirim kembali di Perancis 98, dengan sukses menempatkan hantunya pada seluruh tendangan penaltinya, merupakan satu-satunya gol yang selalu mengagumkan di antara semua tim. Argentina, yang banyak difavoritkan di pra turnamen, hanya dapat memperoleh seri saat melawan Swedia. Dan mereka bergabung dalam daftar nama besar yang harus kembali pulang lebih cepat dari yang diharapkan. Sementara dalam putaran sistem gugur diikuti dengan susunan yang dapat diramalkan, negara penyelenggara pendamping, Republik Korea melakukan permainan terbaik mereka dengan mempertahankan impian mereka. Di putaran 16, mereka menghadapi Italia yang termasyur dan mengklaim dengan sebuah gol keemasan yang diciptakan Ahn Jung Hwan, hingga membawa kemenangan 2-0. Dan yang lebih tak dapat dipercaya, tim ini memenangkan perempat final dari lawan tangguh , Spanyol. Di sisi lain tim mengesankan, Turki menyingkirkan Jepang di putaran kedua dalam langkah mereka menuju semi final. Saat Turki masuk putaran berikutnya, mengembangkan kemenangan melawan Costa Rica dalam gol yang berbeda, lalu menyingkirkan Jepang dan tim favorit penonton Senegal sebelum mereka tumbang oleh tim Brasil 1-0. Kekuatan tim Jerman sebelumnya tak banyak dibicarakan di awal turnamen. Namun mereka mampu menunjukkan kekuatan dengan memukul mundur lawan di final kelima. Pertama-tama tim ini mengalahkan Paraguay 1-0 lewat tendangan Oliver Neuville di menit ke 88. Mereka lalu melaju di setengah permainan pertama dengan permainan kompak Michael Ballack dan penjaga gawang Oliver Kahn, dan memukul mundur tim AS yang mengesankan di perempat final. Mereka sempat harus berjuang keras dengan tekanan dari supporter saat melawan Republik Korea di semi final. Sekali lagi, Khan membuktikan dirinya seorang penjaga gawang handal di dunia, dan Ballack sekali mencetak skor untuk Jerman. Ironisnya, Khan memberikan jalan bagi Ronaldo menyarangkan golnya di pertandingan final. Dan kesalahan single yang dengan cepat memperkecil kenangan dengan The Phenomenon dan tim Brasil menunjukkan mereka masih jagonya sepak bola di planet ini. Jose Kleberson menggiring bola dan si brilian Rivaldo mencari jalan untuk memberi ruang bagi Ronaldo untuk menyarangkan bola ke gawang Kahn. Dan kegemilangan tim Brasil menempatkannya sebagai juara di turnamen ini, sedang Jerman hanya berada di tempat kedua dan Turki di posisi ketiga. (soccerhall/erl)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


