Seperti Mimpi!
Editor Bolanet | 27 Juni 2006 15:06
Bola.net - Seperti Mimpi! Itulah mungkin yang dirasakan tim Ghana saat ini. Hadir dengan status tim debutan, mereka berhasil membuat semua perhatian di dunia tertuju pada mereka. Berhasil membuat Ceko, tim yang jauh lebih berpengalaman di Piala Dunia, tidak berdaya dan menjadi tim debutan yang berhasil lolos ke putaran kedua selain Ukraina. Sungguh prestasi yang luar biasa, apalagi mereka juga menjadi satu-satunya wakil dari benua Afrika yang masih bertahan sampai ke putaran kedua. Apalagi di putaran kedua ini mereka akan menghadapi Brasil, tim yang dianggap paling superior di sepakbola internasional. Ghana akan berusaha menjadi tim asal Afrika pertama yang berhasil mengalahkan atau bahkan mencetak gol melawan Brazil. Kalau mereka bisa melakukan itu akan menjadi suatu catatan menakjubkan sendiri bagi Ghana. Ghana, tempat pelatih Brazil Carlos Alberto Parreira memulai karirnya pada 1960-an, bertekad untuk mencatat prestasi untuk diri mereka sendiri. "Saya kira ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan untuk bermain melawan Brazil di Piala Dunia. Kita tidak bisa meminta lebih dari itu. Kami sangat senang menunjukkan pada dunia di mana Ghana", kata pemain tengah Derek Boateng, yang timnya disebut Parreira sebagai "kekuatan tak terkendali". "Kami tidak akan mengatakan bahwa kami akan mengalahkan mereka," katanya. "Kami hanya akan memberikan penampilan yang baik. Ini sangat penting bagi kami dan seluruh Afrika." Ghana, yang melakukan debut Piala Duia mereka, mengatakan mereka tidak berada dalam tekanan dan menunggu untuk melawan sang pemegang gelar. Tapi meskipun demikian, Ghana yang telah empat kali memenangi Piala Afrika dan sering dibandingkan dengan Brazil di masa lalu, tim "Black Stars" baru bermain di Piala Dunia untuk pertamakalinya. Pelatih Ghana Dujkovic pun mengakui kesulitan yang mereka hadapi. "Sulit untuk menghentikan mereka. Jika Anda menghentikan Ronaldhino, ada Ronaldo. Jika Anda menghentikan Ronaldo akan ada Roberto Carlos. Jika Anda menghadangnya ada Cafu makanya ini akan sangat sulit, sangat berat. Mereka punya individualitas yang unggul. Tetapi sebagai tim mereka tidak terlalu bermain bagus sebelumnya", katanya. Ghana akan tampil tanpa pemain tengah Michael Essien, yang diskors. Meski demikian, striker Asamoah Gyan dan pemain tengah Sulley Muntari yang dilarang main dalam pertandingan melawan AS, sudah bisa diturunkan lagi. Sementara itu Brazil, pernah empat kali melawan tim dari Afrika di Piala Dunia dan memenangi semuanya tanpa kemasukan satu gol pun. Mereka mengalahkan Zaire (1974), Aljajair (1986), Kamerun (1994) dan Maroko (1998). Parreira pun mengenang pengalamannya saat menangani Ghana pada tahun 1960-an. "Saat itu, masih sangat amatir," kata Parreira. "Kami sebenarnya ditempatkan di tenda-tenda tentara. Sekarang, mereka lebih berpengalaman. Mereka telah kehilangan kepolosannya." "Ghana telah tampil cantik secara mengejutkan dan mereka pantas untuk lolos. Mereka mempunyai teknik dan permainan yang baik dengan kecepatan yang hebat", katanya menanggap kemajuan yang dicapai Ghana. Hal itu pun disadari oleh pemain tengah Brasil Juninho Pernambucano: "Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbahaya dan kami harus berhati-hati." Brasil pun mencermati rekor kedisplinan Ghana yang melakukan 32 pelanggaran saat menang 2-1 atas Amerika Serikat dan masing-masing 22 ketika menghadapi Italia dan Republik Ceko. "Tergantung wasit untuk terus mengendalikannya. Ini penting bagi kualitas pertandingan", katanya. "Mereka tidak terkendali," tambahnya. "Tidak ada tekanan pada mereka, mereka tidak ada kewajiban untuk menang, seluruh tekanan ada pada tim Brazil." Brazil tampak lebih hidup saat meraih kemenangan 4-1 atas Jepang pada Kamis (22/6) setelah Cicinho, Gilberto, Gilberto Silva, Juninho Pernambucano dan Robinho diturunkan dalam tim menggantikan Cafu, Roberto Carlos, Emerson, Ze Roberto dan Adriano. Banyak pengkritik merasa seluruh kelima pemain pendatang baru itu pantas mempertahankan tempatnya. Parreira akan mengumumkan timnya pada hari digelarnya pertandingan. Satu-satunya yang diragukan dari Brazil akibat cedera adalah striker Robinho, yang merasa sakit menusuk pada pahanya selama latihan Sabtu (24/6). Prediksi skor untuk pertandingan ini yaitu 3-1 untuk kemenangan Brasil. [img=/p/bra_vs_gha.gif][/img] PERKIRAAN TIM Brazil (4-4-2): 1-Dida; 2-Cafu, 3-Lucio, 4-Juan, 6-Roberto Carlos; 17-Gilberto Silva, 19-Juninho Pernambucano, 8-Kaka, 10-Ronaldinho; 9-Ronaldo, 7-Adriano Pelatih: Carlos Alberto Parreira Ghana (4-4-2): 22-Richard Kingston; 15-John Paintsil, 4-Kuffour, 5-John Mensah, 7-Shilla Illiasu; 9-Derek Boateng, 10-Stephen Appiah, 20-Otto Addo, 11-Sulley Muntari; 14-Matthew Amoah, 3-Asamoah Gyan Pelatih: Ratomir Dujkovic Wasit: Lubos Michel (Slovakia) HEAD TO HEAD 27-03-1996 Brazil v Ghana 8-2 (Uji Coba) KONDISI TIM Brasil Sudah mulai berhasil menemukan permainan terbaiknya saat mengalahkan Jepang 4-1. Semua pemain pun dalam keadaan fit kecuali Robinho yang masih cedera, dipastikan ini tidak menjadi halangan bagi Brasil. Ghana Tampil penuh percaya diri dan tanpa beban karena lolos sampai babak kedua ini sudah menjadi suatu prestasi luar biasa bagi mereka. Berbekal penampilan apik mereka sebelumnya, mereka yakin masih dapat mengimbangi permainan Brasil. DATA DAN FAKTA - Brazil tak terkalahkan dalam 13 pertandingan internasional, kekalahan terakhir mereka terjadi saat melawan Meksiko pada Piala Konfederasi tahun lalu. - Brazil telah memenangi rekor 10 kemenangan beruntun pada babak final Piala Dunia sejak kemenangan 2-1 atas Turki pada pertandingan pembukaan mereka pada babak final 2002. Kekalahan terakhir mereka adalah 0-3 melawan Perancis pada final 1998. - Mereka mempunyai rekor 100% dan belum kemasukan satu gol pun melawan musuh asal Afrika pada Piala Dunia. Mereka telah mengalahkan Zaire (1974), Algeria (1986), Kamerun (1994) dan Maroko (1998). - Ghana adalah satu dari dua debutan (bersama Australia) yang lolos ke babak 16 besar. Ghana melanjutkan tradisi wakil Afrika yang selalu lolos ke babak kedua sejak 1986. - Wakil Afrika sudah 17 kali bertemu tim asal Amerika Selatan. Tapi, baru tiga kali tim Afrika memetik kemenangan. Yakni Aljazair yang menang atas Cile (1982), dan Kamerun yang mengalahkan Argentina dan kolombia (1990). (cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
-
Roma Kewalahan Hadapi Kekuatan dan Energi Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 07:51
-
Manchester United yang Suka Mempersulit Diri Sendiri
Liga Champions 4 November 2026, 07:25
-
Manchester United Bangkit Dramatis, Bruno Fernandes: Semoga Ini Awal yang Baik
Liga Champions 4 November 2026, 07:10
-
Lamine Yamal Pecahkan Rekor Kylian Mbappe di Liga Champions
Liga Champions 4 November 2026, 06:46
-
Calvin Verdonk Man of the Match Bodo/Glimt vs Lille
Liga Champions 4 November 2026, 06:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
