3 Alasan Utama Real Madrid Berpisah dengan Xabi Alonso

Aga Deta | 13 Januari 2026 13:08
3 Alasan Utama Real Madrid Berpisah dengan Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dalam laga Liga Champions melawan Manchester City, Kamis, 11 Desember 2025. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Real Madrid mengumumkan keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama bersama Xabi Alonso. Keputusan ini diambil sehari setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Keputusan tersebut cukup mengejutkan mengingat posisi Alonso sempat terlihat aman. Rentetan lima kemenangan sebelum final sempat memberi napas tambahan bagi sang pelatih.

Advertisement

Namun, manajemen dan Alonso menilai momen perpisahan sudah tepat. Klub kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala tim utama.

Promosi Arbeloa dilakukan setelah ia menangani tim Castilla sejak 2025. Langkah ini menjadi awal era baru di Santiago Bernabeu.

Jurnalis El Chiringuito TV, Jose Luis Sanchez, mengungkap laporan eksklusif yang merinci tiga alasan utama di balik keputusan Real Madrid untuk berpisah dengan mantan gelandang tersebut.

1 dari 4 halaman

1. Persiapan Fisik Jadi Masalah Serius

1. Persiapan Fisik Jadi Masalah Serius

Selebrasi pemain Real Madrid usai Gonzalo Garcia mencetak gol ke gawang Barcelona di final Piala Super Spanyol, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Real Madrid menghadapi persoalan besar terkait kebugaran pemain sepanjang musim ini. Cedera yang berulang membuat performa tim kerap tidak stabil.

Banyak pemain absen dalam periode penting kompetisi. Tim juga kalah bersaing secara fisik saat menghadapi lawan tertentu.

Situasi ini memicu wacana kembalinya Antonio Pintus ke staf tim utama. Dengan Arbeloa menjabat, Florentino Perez berpeluang menunjuk Pintus sebagai pelatih fisik.

2 dari 4 halaman

2. Hubungan Alonso dengan Pemain Tidak Harmonis

2. Hubungan Alonso dengan Pemain Tidak Harmonis

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso berjabat tangan dengan Vinicius Junior. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Real Madrid juga menilai hubungan Alonso dengan beberapa pemain inti tidak berjalan baik. Ketegangan ini sudah berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Vinicius Junior disebut memiliki relasi yang kurang selaras dengan sang pelatih. Federico Valverde juga dikabarkan tidak selalu puas dengan perannya.

Sejumlah pemain merasa kurang nyaman dengan metode yang diterapkan Alonso. Kondisi ruang ganti yang tidak kondusif ikut memengaruhi keputusan klub.

3 dari 4 halaman

3. Citra Buruk Usai Kekalahan di Final

3. Citra Buruk Usai Kekalahan di Final

Pemain Real Madrid Rodrygo (kiri) berebut bola dengan pemain Barcelona Frenkie de Jong pada laga final Piala Super Spanyol/Supercopa de Espana, Minggu, 11 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Real Madrid menilai performa di final Piala Super Spanyol menjadi faktor penentu. Kekalahan dari Barcelona meninggalkan kesan negatif bagi manajemen.

Padahal sebelumnya Madrid sempat mengalahkan rivalnya tersebut di musim yang sama. Penampilan di Arab Saudi dinilai tidak mencerminkan standar klub.

Meski skor akhir cukup ketat, permainan tim dianggap mengecewakan. Faktor ini akhirnya mempercepat keputusan berpisah dengan Alonso.

Sumber: Madrid Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga

LATEST UPDATE