3 Pelajaran Pahit Barcelona usai Kalah dari Girona di La Liga 2025-2026

Gia Yuda Pradana | 17 Februari 2026 08:22
3 Pelajaran Pahit Barcelona usai Kalah dari Girona di La Liga 2025-2026
Pemain Barcelona Roony Bardghji bereaksi saat para pemain Girona merayakan kemenangan pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Girona pada pekan ke-24 La Liga 2025-2026. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Montilivi, Selasa (17/2/2026) dini hari WIB, Blaugrana takluk dengan skor tipis 1-2 dari tim tuan rumah. Kekalahan ini tidak hanya membuat Barcelona kehilangan tiga poin penting, tetapi juga menggusur mereka dari puncak klasemen La Liga, kini tertinggal dua poin dari Real Madrid di posisi teratas.

Hasil minor ini datang setelah Barcelona juga menelan kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey sebelumnya, yang dinilai Hansi Flick sebagai 'pelajaran besar'. Rentetan hasil ini menyoroti beberapa kelemahan fundamental dalam skuad asuhan Hansi Flick yang perlu segera dievaluasi. Dari pertandingan melawan Girona, setidaknya ada tiga pelajaran krusial yang bisa diambil oleh Barcelona jika ingin kembali ke jalur perebutan gelar juara.

Advertisement

Meskipun sempat unggul lebih dulu lewat gol Pau Cubarsi, Girona berhasil membalikkan keadaan melalui gol Thomas Lemar dan Fran Beltran, di mana gol penentu kemenangan Girona dicetak pada menit ke-86. Laga ini juga diwarnai dengan kegagalan Lamine Yamal mengeksekusi penalti, menambah daftar peluang yang terbuang sia-sia oleh Blaugrana.

1 dari 4 halaman

Keseimbangan Pertahanan

Keseimbangan Pertahanan

Pemain Girona, Hugo Rincon, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam laga La Liga antara Girona melawan Barcelona, Selasa (17/2/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Lini pertahanan Barcelona menunjukkan performa yang kurang meyakinkan, menjadi salah satu sorotan utama setelah kekalahan dari Girona. Kiper Joan Garcia secara terbuka menyoroti masalah tim yang terlalu mudah kebobolan peluang. Ia menyatakan bahwa banyaknya penyelamatan yang harus dilakukannya bukanlah hal yang baik untuk dirayakan.

Performa Alejandro Balde yang kurang memuaskan pada pertandingan sebelumnya membuka peluang bagi Gerard Martin untuk mengamankan posisi bek kiri. Martin kini memiliki kesempatan sempurna untuk menjadikan posisi tersebut miliknya dan menggeser Balde ke bangku cadangan. Hansi Flick pun dihadapkan pada teka-teki untuk menentukan pilihan antara Jules Kounde atau Joao Cancelo di sisi pertahanan berlawanan.

Pelatih Hansi Flick harus mempertimbangkan dengan matang untuk mendapatkan komposisi lini belakang yang tepat. Keseimbangan pertahanan yang optimal sangat krusial jika Barcelona ingin mempertahankan gelar juara La Liga musim ini. Tim perlu bekerja keras di sesi latihan untuk mengatasi masalah ini dan membangun lini belakang yang lebih kokoh.

2 dari 4 halaman

Peluang yang Terbuang Terbukti Mahal

Peluang yang Terbuang Terbukti Mahal

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, terjatuh di dekat rekannya Frenkie de Jong serta pemain Girona, Thomas Lemar, dalam pertandingan La Liga antara Girona melawan Barcelona, Selasa (17/2/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona gagal memanfaatkan banyak peluang emas yang mereka ciptakan sepanjang pertandingan, dan ini terbukti menjadi faktor penentu kekalahan. Lamine Yamal, meskipun menunjukkan semangat dan bakatnya, seringkali terlalu santai dalam penyelesaian akhir. Ia cenderung mencoba penyelesaian 'Hollywood' yang spektakuler daripada opsi yang lebih sederhana dan efektif.

Yamal juga melewatkan kesempatan emas untuk memecah kebuntuan dari titik penalti, yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Ia bukan satu-satunya pemain Barcelona yang boros di depan gawang, menunjukkan masalah kolektif dalam efisiensi penyerangan. Barcelona melepaskan total 27 tembakan sepanjang pertandingan dan bahkan dua kali membentur tiang gawang di babak pertama, tapi hanya mampu mencetak satu gol.

Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol pada akhirnya merugikan Blaugrana secara signifikan. Tim perlu mempertajam insting mencetak gol mereka di depan gawang lawan. Efektivitas di sepertiga akhir lapangan menjadi kunci yang harus segera diperbaiki oleh Hansi Flick dan anak asuhnya.

3 dari 4 halaman

Hilangnya Mentalitas Pemenang

Hilangnya Mentalitas Pemenang

Pemain Barcelona Frenkie de Jong dan Robert Lewandowski bereaksi saat para pemain Girona merayakan kemenangan pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Kekalahan ini secara jelas menyoroti kurangnya mentalitas pemenang yang konsisten dalam skuad Barcelona, sebuah atribut vital untuk meraih gelar juara. Tim tidak bisa hanya mengandalkan nama besar atau reputasi klub untuk memenangkan pertandingan. Setiap poin dan setiap kemenangan harus diperjuangkan dengan keras di lapangan.

Diperlukan performa yang optimal setiap minggu tanpa adanya jalan pintas atau penampilan setengah-setengah dari para pemain. Tuntutan bermain untuk klub sebesar Barcelona sangatlah tinggi, dan saat ini, terlalu banyak pemain yang berada di bawah standar yang diharapkan. Mentalitas untuk selalu memberikan yang terbaik di setiap laga adalah hal yang wajib dimiliki.

Hansi Flick memiliki tugas berat untuk menghidupkan kembali mentalitas juara ini ke dalam skuadnya. Konsistensi dalam performa dan semangat juang yang tak tergoyahkan adalah fondasi utama untuk bersaing di level tertinggi. Tanpa mentalitas pemenang yang kuat, upaya untuk meraih gelar akan menjadi sangat sulit.

LATEST UPDATE