3 Pelajaran yang Bisa Diambil Alvaro Arbeloa dari Kekalahan Real Madrid di Piala Super Spanyol
Aga Deta | 13 Januari 2026 15:04
Bola.net - Alvaro Arbeloa memulai kariernya sebagai manajer Real Madrid dengan tekanan besar setelah Xabi Alonso mengundurkan diri. Kekalahan 3-2 dari Barcelona di Piala Super Spanyol menjadi pelajaran penting untuk sang pelatih baru.
Los Blancos kembali gagal meraih gelar Piala Super untuk kedua musim beruntun. Hasil ini menunjukkan beberapa kelemahan yang harus segera diperbaiki oleh Arbeloa.
Tugas pertamanya adalah mempersiapkan pertandingan Copa del Rey melawan Albacete dalam waktu kurang dari tiga hari. Kesempatan ini menjadi ujian awal untuk menerapkan pelajaran dari kekalahan di Jeddah, Arab Saudi.
Pelatih baru kini harus memahami dinamika tim, kelemahan taktik, dan penggunaan pemain secara efektif. Tiga pelajaran utama dari final Piala Super menjadi panduan untuk memperbaiki performa Real Madrid.
1. Real Madrid Tidak Dibangun untuk Bertahan Dalam
Xabi Alonso mencoba formasi defensif lima pemain pada final Piala Super. Aurelien Tchouameni diturunkan sebagai bek tengah tambahan, padahal posisinya sebenarnya gelandang.
Penggunaan dua gelandang di lini belakang menciptakan ketidakseimbangan. Hal ini mempersulit transisi serangan cepat bagi Vinicius Junior dan Rodrygo di sayap.
Ketiadaan Toni Kroos dan Luka Modric membuat pemain belakang lebih mudah kehilangan bola. Los Blancos kesulitan membangun serangan dari lini belakang, sehingga peluang cepat lawan meningkat.
Arbeloa harus memastikan timnya tidak terlalu dalam saat menghadapi tekanan tinggi. Formasi defensif yang berlebihan justru melemahkan keseimbangan tim.
2. Real Madrid Lebih Koheren dengan Striker Sejati
Absennya Kylian Mbappe membuat serangan Los Blancos kehilangan keseimbangan. Tim lebih hidup saat Gonzalo Garcia atau striker alami memimpin lini depan.
Gonzalo mampu menarik perhatian bek lawan dan memberi ruang bagi Vinicius Junior. Mbappe sering stagnan di tepi kotak penalti tanpa bola.
Kehadiran striker yang bergerak instinctual membuat serangan tim lebih dinamis. Arbeloa perlu memastikan striker utama berperan sebagai No. 9 sejati, baik dengan atau tanpa bola.
Tanpa penyesuaian ini, Real Madrid sulit merebut trofi utama. Serangan satu dimensi mudah dihentikan lawan jika Vinicius Junior terkunci.
3. Valverde Tidak Menyelesaikan Masalah Lini Tengah
Federico Valverde banyak membantu pertahanan, namun kontribusi kreatifnya minim. Dalam 68 menit bermain, ia hanya menyelesaikan sembilan operan, satu di antaranya operan progresif.
Los Blancos kehilangan kreativitas di lini tengah yang sebelumnya dihadirkan Kroos dan Modric. Valverde harus kembali menonjolkan kemampuan umpan diagonal dan visi permainan.
Sebagai pemain serba bisa, Valverde memiliki potensi membantu tim dalam transisi. Arbeloa perlu memastikan ia tampil optimal agar lini tengah kembali stabil dan mendukung serangan.
Jika Valverde gagal tampil maksimal, Real Madrid akan kesulitan mengontrol permainan. Penyesuaian ini penting menjelang laga-laga penting musim ini.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukti Cinta Vlahovic: Rela Potong Gaji Besar demi Bertahan di Juventus
Liga Italia 3 Maret 2026, 10:34
LATEST UPDATE
-
Arsenal Ungguli AC Milan Dalam Perburuan Gelandang Bayern, Leon Goretzka
Liga Inggris 3 Maret 2026, 11:45
-
Como vs Inter: Fabregas Belajar Bodo/Glimt untuk Taklukkan Nerazzurri
Liga Italia 3 Maret 2026, 11:06
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24

















