4 Alasan Xabi Alonso Kurang Cocok di Real Madrid
Abdi Rafi Akmal | 26 September 2023 13:50
Bola.net - Xabi Alonso mulai dirumorkan jadi kandidat terkuat manajer Real Madrid selanjutnya. Jika melihat karakteristiknya menangani sebuah tim, Xabi justru kurang cocok di Madrid.
Xabi saat ini masih jadi manajer Bayer Leverkusen. Sejak ditunjuk pada Oktober 2022 lalu, Xabi membawa perubahan yang signifikan.
Di musim 2022/2023 lalu misalnya, Leverkusen yang terseok di papan bawah malah bisa finis di peringkat ke-6 Liga Jerman.
Lalu di musim 2023/2024, Leverkusen belum terkalahkan dari lima pertandingan pertama. Maka dari itu, Madrid semakin kepincut untuk menggunakan jasanya.
Akan tetapi, apa yang membuat Xabi nantinya kurang cocok jika menangani Madrid? Berikut empat alasannya!
Mengandalkan Penguasaan Bola

karakteristik tim yang diasuh Xabi adalah menekankan pada penguasaan bola, tetapi tidak seekstrem pendekatan Xavi Hernandez di Barcelona. Prinsip ini sudah jelas bertolak belakang dari Madrid.
Los Blancos selama ini dikenal sebagai tim yang eksplosif, bermain dengan umpan-umpan direct, dan cepat. Sebaliknya, Xabi kerap menggunakan tempo yang lambat sejak bangun serangan.
Perbedaan filosofi di Madrid dan Xabi jadi alasan pertama bahwa dirinya kurang cocok untuk direkrut jadi manajer baru Madrid di musim depan.
Cenderung Pakai Tiga Bek

Selama melatih Leverkusen, Xabi cenderung menggunakan formasi dasar dengan tiga bek. Entah itu nantinya 3-4-3 atau 3-5-2. Madrid bukanlah tim yang terbiasa merekrut manajer dengan prinsip taktikal seperti ini.
Ketidaksesuaian antara preferensi formasi dasar milik Xabi dengan kultur di Madrid berpengaruh pada komposisi pemain. Yang ada di Madrid saat ini lebih mendukung ide bermain dengan formasi dasar empat bek.
Perubahan formasi dasar dengan menggunakan komposisi lama bukan hal yang mudah dilakukan. Apalagi Madrid yang terbiasa sukses, sulit membayangkan Xabi diberi waktu untuk ‘berproses’ agar bisa cocok dengan tim.
Butuh Bek-bek Modern

Prinsip penguasaan bola dengan formasi tiga bek menyebabkan Xabi sangat butuh lebih dari seorang bek modern, yang artinya pandai dalam sirkulasi bola.
Di Leverkusen, dia punya Edmond Tapsoba dan Jonathan Tah yang bisa diandalkan. Madrid kebetulan tidak punya bek-bek modern seperti yang dimaksud.
Bukan berarti bek Madrid saat ini tidak bisa melakukan tugas seperti itu, tetapi nyaris tidak ada yang alami berperan sebagai ball-playing defender.
Ini jadi alasan ketiga bahwa Xabi tidak akan cocok di Madrid kecuali sang manajer diberi keleluasaan untuk merombak total komposisi lini belakang tim di musim panas 2024.
Pemain Harus Bermain Sesuai Kebutuhan

Alasan terakhir yang tampaknya bikin Xabi semakin tidak cocok di Madrid adalah kecenderungannya untuk tidak menggunakan keunggulan seorang pemain.
Dia akan memaksa pemain bermain sesuai kebutuhannya. Jeremie Frimpong, contohnya. Sebelum Xabi datang, Frimpong acap dipasang sebagai winger kanan, tetapi Xabi memintanya untuk jadi bek kanan supaya mendukung ide bermainnya.
Bayangkan kalau Xabi tidak bisa beradaptasi dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Vinicius Junior, Aurelien Tchouameni, sampai Jude Bellingham?
Alih-alih memanfaatkan keunggulan mereka untuk jadi ide dasar bermain, Xabi berpotensi malah meminta mereka bermain di luar peran yang biasa dimainkan.
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




