6 Alasan Kemerosotan Barcelona: Sempat Bangkit, Kok Terpuruk Lagi?
Richard Andreas | 27 April 2022 11:30
Bola.net - Barcelona kembali merosot sekitar sebulan terakhir. Xavi sudah bekerja luar biasa mengembangkan tim dalam lima bulan intens, tapi Barca kembali ke tempat yang sama.
Betapa tidak, Blaugrana baru menelan tiga kekalahan beruntun di kandang. Catatan buruk ini bahkan tidak terjadi di era kepelatihan sebelumnya.
Barca kembali ke posisi yang sama seperti kedatangan Xavi. Tim di lapangan seolah-olah tidak dikenali. Para pemain tidak lagi terlihat percaya diri dan berambisi.
Kesulitan Barca ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya karena komposisi skuad yang tidak mumpuni. Xavi juga ngotot mengutamakan filosofi, padahal skuad Barca sekarang tidak cukup bagus.
Selain itu, paling tidak ada 6 alasan kemerosotan Barcelona musim ini. Apa saja?
1. Percobaan tembakan tidak efektif

Barca banyak menciptakan peluang, tapi tidak bisa menuntaskannya dengan baik. Lawan Rayo dan Cadiz, mereka mencatatkan sampai 18 tembakan, tapi tidak bisa mencetak gol.
Memang ada faktor tangguhnya kiper lawan, tapi umumnya Barca membuang terlalu banyak peluang. Bahkan, musim ini ada 18 tembakan Barca kena tiang, terbanyak di antara tim lain.
2. Camp Nou tidak lagi menakutkan
Barca menelan tiga kekalahan beruntun di Camp Nou, catatan buruk yang tidak terbayangkan sebelumnya. Terlebih, tiga kekalahan itu pun terasa mengecewakan dan mentyakitkan.
Catatan buruk ini pun mengkhawatirkn. Barca terakhir kali kalah tiga kali beruntun di kandang pada musim 1997/98 dan 1998/99, sudah sangat lama. Artinya, Camp Nou sekarang tidak lagi angker.
3. Hantaman cedera

Barca memang masih mendominasi penguasaan bola dari laga ke laga, gaya main khas Blaugrana. Namun, mereka juga sering kehilangan bola karena umpan-umpan ceroboh.
Nahasnya, menjelang akhir musim, situasi Barca belum membaik. Xavi pun mengakui bahwa taktiknya tidak bisa berjalan lancar karena banyak pemain absen.
4. Umpan-umpan tidak akurat
Barca memang dominan di pertandingan, aktif menguasai bola seperti biasanya. Namun, menurut Marca, Barca juga mudah kehilangan bola dengan umpan-umpan ceroboh.
Ketika dikalahkan Cadiz, Barca kehilangan bola 145 kali, 22 kali lebih banyak dari tim lawan. Lawan Eintracht, Barca kehilangan sampai 164 bola karena umpan buruk.
5. Tidak cukup cetak gol

Musim ini, rata-rata gol Barcelona ada di angka 1,65 gol per game. Ini adalah catatan rerata terburuk sejak musim 2001/02.
Barca mencoba mengatasinya di pertengahan musim dengan merekrut Ferran Torres, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Adama Traore. Namun, hingga kini torehan gol Barca belum juga membaik.
6. Mudah kebobolan
Musim ini, sudah terlalu sering Barcelona kebobolan terlebih dahulu dan harus mengejar skor. Barca terlalu mudah kebobolan, bahkan lawan tim-tim kecil.
Dalam enam pertandingan terakhir, lima di antaranya Barca kebobolan terelebih dahulu. Ini bukti masalah di lini belakang. Barca kurang konsentrasi dan intensitas di awal laga.
Sumber: Marca
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Akhirnya, Ronald Araujo Sepakat Perpanjang Kontrak di Barcelona
- Barcelona Segera Rampungkan Kontrak Ronald Araujo
- Siapa Mau? Barcelona Siap Dengarkan Tawaran Bagi Frenkie De Jong
- Xavi Minta Barcelona Tambah 7 Pemain Baru untuk Musim Depan! Siapa Saja Incarannya?
- 5 Pemain Bintang yang Menyesal Setelah Berseragam Real Madrid, Termasuk Kaka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


