8 Tahun dan 20 Kasus Rasisme: Vinicius Junior Tak Selalu Bahagia di Real Madrid
Richard Andreas | 19 Februari 2026 11:17
Bola.net - Sepak bola Eropa kembali terseret ke isu lama yang tak kunjung tuntas, pelecehan rasial. Laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Lisbon harus dihentikan selama 10 menit setelah Vinicius Jr melaporkan dugaan pelecehan rasis.
Ironisnya, insiden itu terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol luar biasa yang seharusnya menjadi pusat perhatian. Alih-alih merayakan mahakarya di lapangan, sorotan kembali tertuju pada persoalan diskriminasi yang terus menghantui sang winger Brasil.
Bagi Vinicius, ini bukan pengalaman baru. Tuduhan di Estadio da Luz tercatat sebagai insiden ke-20 sepanjang delapan tahun kariernya bersama Real Madrid, menegaskan betapa panjang dan berat perjuangan yang ia jalani.
Insiden di Lisbon yang Menghentikan Laga

Pertandingan play-off Liga Champions di Estadio da Luz sempat terhenti setelah Vinicius melaporkan adanya ucapan rasis dari tribun.
Jurnalis sepak bola Spanyol Guillem Balague, yang berada langsung di stadion, menyebut situasi itu memaksa wasit menghentikan laga demi menjalankan protokol anti-diskriminasi.
Tuduhan terbaru mengarah kepada gelandang Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni, yang disebut melontarkan ujaran rasis beberapa menit setelah Vinicius mencetak gol spektakuler. Prestianni membantah keras tudingan tersebut, sementara proses klarifikasi masih berlangsung.
Di kubu Real Madrid, dukungan datang dari rekan-rekan setim. Salah satu yang paling vokal adalah Kylian Mbappe, yang mengaku mendengar istilah rasis diucapkan hingga lima kali selama insiden itu terjadi.
Reaksi Kontroversial dan Perdebatan Lama

Usai laga, komentar pelatih Benfica Jose Mourinho memicu polemik baru. Ia menilai Vinicius seharusnya merayakan gol dengan lebih “hormat” dan menyiratkan bahwa sikap sang pemain ikut memanaskan situasi.
Pernyataan tersebut dianggap banyak pihak sebagai bentuk menyalahkan korban. Mourinho bahkan menegaskan bahwa Benfica tidak mungkin rasis dengan alasan legenda klub mereka, Eusebio, adalah pemain kulit hitam.
Pandangan semacam ini mencerminkan pola lama dalam perdebatan publik di Spanyol dan Portugal: rasisme diakui ada, tetapi reaksi korban justru dipersoalkan.
Narasi “ia dihina, tapi seharusnya bersikap lebih baik” terus berulang, seolah pelecehan dan respons emosional dapat dipisahkan.
Dua Puluh Insiden, Nama dan Putusan Nyata
Menurut catatan Balague, permusuhan terhadap Vinicius bukan sekadar persepsi. Ada nama, tanggal, dan bahkan vonis pengadilan. Sejak bergabung dengan Real Madrid, ia telah mengalami pelecehan di berbagai stadion Spanyol.
Kasus-kasus itu mencakup teriakan rasis di Camp Nou pada 2021 yang ditutup karena pelaku tak teridentifikasi, ejekan bernada monyet di Mallorca pada 2022, hingga boneka berjersey Vinicius yang digantung di sebuah jembatan pada Januari 2023.
Dalam kasus terakhir, empat anggota kelompok suporter dijatuhi hukuman penjara yang kemudian dikonversi menjadi denda dan larangan mendekat ke stadion.
Titik balik terjadi di Mestalla, Valencia, pada Mei 2023. Setelah Vinicius melawan hinaan dari tribun, insiden itu berujung hukuman penjara bagi tiga pelaku pada 2024.
Vonis tersebut menjadi yang pertama di Spanyol terkait rasisme di stadion, sebuah preseden penting dalam sejarah sepak bola negara itu.
Dari Korban Menjadi Simbol Perlawanan
Pelecehan rasial terhadap Vinicius bahkan tak selalu terjadi saat ia bermain. Nyanyian bernada kebencian muncul di laga Atletico Madrid vs Inter, serta teriakan “Vinicius mati” di kandang Osasuna.
Media sosial pun menjadi medan lain, dengan penangkapan empat orang pada September 2024 karena menghasut kampanye kebencian daring.
Dalam situasi berulang ini, Vinicius menolak diam. Ia terus menekan otoritas sepak bola, termasuk La Liga, agar memperketat protokol dan sanksi. Setiap laporan, setiap protes, ia jadikan bagian dari perjuangan yang lebih luas.
Setelah vonis penjara bagi pelaku di Valencia, Vinicius menjelaskan alasannya tetap melawan. Ia mengatakan banyak orang memintanya mengabaikan rasisme atau sekadar fokus bermain.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Transfer Alejandro Balde ke MU: Agen Jorge Mendes Jadi Kunci
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 18:38
-
Lutut Gavi yang Selalu Bikin Cemas
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 18:01
-
Tanpa Striker Murni, Barcelona Ternyata Tetap Ganas di Area Penalti
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 13:16
-
Makna Selebrasi Spiderman Raphinha di Balik Kemenangan 5-0 Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 12:17
LATEST UPDATE
-
Daftar 16 Sponsor Persib Bandung di Musim 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 17:42
-
Detail Jersey Persib 2026/2027: Dari Biru Penuh Makna hingga Third yang Berani
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:46
-
Gustavo Almeida Berpeluang jadi Top Skor BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 16:42
-
PSS Sleman Belum Terkalahkan di Laga Pramusim
Bola Indonesia 25 Agustus 2026, 15:59
-
Cole Palmer Kembali Bangkit, Awali Musim Baru dengan Gol dan Assist
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 14:00
-
Gabriel Martinelli Dekati Pintu Keluar Arsenal, Al Hilal Siapkan Tawaran Besar
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 13:00
-
Manchester United Ingin Pinjam Alejandro Balde, Barcelona Minta 30-40 Juta Euro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 12:04
-
Xabi Alonso Ungkap Alasan Palestra dan Caicedo Absen Lawan Fulham
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 11:24
-
Juventus Cemas, Kenan Yildiz Terancam Absen 2 Bulan Usai Cedera Lawan Frosinone
Liga Italia 25 Agustus 2026, 10:44
-
Newcastle Sepakat Rekrut Nico Gonzalez dari Manchester City
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 10:04
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 25 Agustus 2026, 09:59
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 09:52
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00



