Julian Alvarez Diterpa Badai di Atletico Madrid: Dipaksa Main, Dicemooh Fans, dan Masa Depannya Kian Sensitif

Julian Alvarez Diterpa Badai di Atletico Madrid: Dipaksa Main, Dicemooh Fans, dan Masa Depannya Kian Sensitif
Pemain Atletico Madrid, Julian Alvarez, merayakan gol ketiga timnya dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Masa depan Julian Alvarez di Atletico Madrid memasuki fase yang semakin sensitif. Di tengah laporan keinginannya untuk hengkang, penyerang asal Argentina itu justru mendapat sambutan negatif dari pendukungnya sendiri.

Situasi tersebut terjadi ketika Atletico Madrid bermain imbang 2-2 melawan Villarreal pada pekan kedua La Liga di Stadion Metropolitano. Alvarez masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-66 untuk menggantikan Marc Pubill.

Sebelum laga, nama Alvarez sudah disambut siulan dan cemoohan ketika diumumkan melalui pengeras suara stadion. Respons serupa kembali terdengar ketika pemain internasional Argentina itu masuk ke lapangan.

Kondisi tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai rumitnya situasi Alvarez di Atletico. Klub dilaporkan tetap enggan melepas sang pemain meski ada ketertarikan dari Real Madrid dan Barcelona, sementara Alvarez disebut sudah menyampaikan keinginannya untuk pindah.

Julian Alvarez Dapat Cemooh dari Fans Atletico

Julian Alvarez Dapat Cemooh dari Fans Atletico

Julian Alvarez mengeksekusi penalti dalam laga Liga Champions antara Club Brugge vs Atletico Madrid, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Omar Havana

Menurut laporan media Spanyol, AS, Alvarez telah membicarakan keinginannya untuk meninggalkan Atletico sejak Maret lalu. Namun, klub memilih mempertahankan penyerang tersebut dan situasi itu belum menemukan penyelesaian.

Alvarez akhirnya tetap berada dalam skuad Diego Simeone untuk menghadapi Villarreal. Awalnya, Simeone tidak ingin memasukkan nama Alvarez dalam skuad. Namun, CEO Atletico Madrid, Miguel Angel Gil Marin, melakukan intervensi dan memaksa sang pelatih memainkan Alvarez.

Simeone memainkan Alvarez sebagai pemain pengganti. Keputusan tersebut berujung pada situasi tidak nyaman ketika sang pemain mendapat cemoohan dari sebagian pendukung Atletico di Metropolitano.

Usai pertandingan, Alvarez sempat berada di lapangan sebelum akhirnya memilih kembali ke lorong pemain. Ketika para pemain Atletico lainnya menghampiri suporter, ia justru berjalan sendirian menuju ruang ganti.

Sebuah syal Atletico juga sempat dilemparkan ke arah Alvarez, tetapi sang pemain tidak memberikan respons. Rekaman yang beredar turut memperlihatkan dirinya didampingi anggota departemen komunikasi klub sebelum menjauh dari skuad.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 30 Agustus 2026
Sevilla Sevilla
02:30 WIB
Atletico Madrid Atletico Madrid

Simeone dan Oblak Berusaha Redam Situasi

Simeone dan Oblak Berusaha Redam Situasi

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberi instruksi dari pinggir lapangan saat pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Arsenal. (c) AP Photo/Jose Breton

Diego Simeone menjelaskan bahwa klub mengambil keputusan untuk mencegah Alvarez menyapa para pendukung setelah pertandingan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari situasi yang berpotensi menjadi lebih buruk.

Simeone kini menghadapi persoalan yang tidak sederhana karena Alvarez masih menjadi bagian dari skuad, tetapi hubungannya dengan sebagian suporter berada dalam kondisi tegang. Tekanan publik juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis sang penyerang jika situasi tidak segera menemukan jalan keluar.

Kapten Atletico, Jan Oblak, mencoba meredam situasi tersebut dengan meminta seluruh pihak tetap bersatu. Ia menegaskan bahwa Alvarez masih merupakan bagian dari tim dan akan mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya.

"Saya rasa kita semua harus tetap bersatu. Julian Alvarez bersama kami, dan selama dia bersama kami, kami akan mendukungnya. Ini bukan situasi yang nyaman bagi siapa pun. Semoga masalah ini bisa diselesaikan dan kita bisa tetap bersatu sepanjang musim," ucap kapten Jan Oblak.