Ambisi Membara! Hansi Flick Belum Puas Meski Bawa Barcelona Juara Liga 2 Tahun Beruntun

Richard Andreas | 12 Mei 2026 00:25
Ambisi Membara! Hansi Flick Belum Puas Meski Bawa Barcelona Juara Liga 2 Tahun Beruntun
Pelatih Barcelona, Hansi Flick (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona akhirnya memastikan gelar La Liga musim 2025/2026 dengan cara yang terasa sangat spesial. Kemenangan 2-0 atas rival abadi Real Madrid membuat Blaugrana mengunci trofi liga ke-29 mereka sekaligus menandai pertama kalinya gelar dipastikan lewat hasil El Clasico.

Perayaan besar langsung pecah di Camp Nou dan berbagai sudut kota Barcelona. Namun di balik pesta tersebut, muncul satu pesan yang terus berulang dari ruang ganti Blaugrana: musim ini belum cukup.

Advertisement

Pelatih Hansi Flick dan para pemain muda Barcelona merasa mereka masih bisa melangkah lebih jauh, terutama di Liga Champions. Itulah mengapa keberhasilan domestik musim ini justru menjadi titik awal ambisi yang lebih besar.

1 dari 4 halaman

Skuad Muda Barcelona Tumbuh Semakin Matang

Skuad Muda Barcelona Tumbuh Semakin Matang

Barcelona memastikan gelar juara La Liga setelah mengalahkan Real Madrid di Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Joan Monfort

Kali ini, Barcelona menjuarai La Liga dengan status sebagai skuad termuda di kompetisi. Rata-rata usia tim musim ini hanya 24,6 tahun, sedikit meningkat dibanding musim lalu yang berada di angka 24,1 tahun.

Meski masih sangat muda, skuad asuhan Hansi Flick menunjukkan mentalitas luar biasa sepanjang musim. Mereka mampu bangkit setelah kekalahan dari Real Madrid pada pertemuan pertama di bulan Oktober dan kemudian memenangi 23 dari 25 laga liga berikutnya.

Keberhasilan tersebut terasa semakin emosional karena Flick tetap mendampingi tim saat laga penentuan melawan Madrid, meski baru kehilangan ayahnya beberapa hari sebelumnya. Barcelona pun menutup musim dengan lima trofi domestik dari enam kompetisi sejak Flick datang pada 2024.

Bek Barca, Pau Cubarsi menegaskan bahwa timnya belum ingin berhenti sampai di sini. “Kami tidak ingin musim depan berjalan persis seperti ini. Kami ingin lebih. Kami masih muda, lapar gelar, dan ingin memenangkan semuanya,” ujar Cubarsi.

2 dari 4 halaman

Barcelona Lebih Solid, Joan Garcia Jadi Pembeda

Barcelona Lebih Solid, Joan Garcia Jadi Pembeda

Selebrasi Barcelona usai dipastikan menjadi juara La Liga 2025/2026. (c) AP Photo/Joan Monfort

Musim ini, ketergantungan Barcelona kepada Yamal memang besar, tetapi Flick berhasil membangun tim yang lebih kolektif dibanding sebelumnya. Banyak pemain lain ikut memberikan kontribusi penting sepanjang musim.

Ada tujuh pemain Barcelona yang masuk daftar 16 besar kontribusi gol terbanyak di La Liga musim ini. Selain Yamal, nama-nama seperti Ferran Torres, Robert Lewandowski, Fermin Lopez, Marcus Rashford, Dani Olmo, hingga Raphinha tampil produktif.

Meski jumlah gol Barcelona sedikit menurun dibanding musim lalu, Flick merasa timnya jauh lebih kuat dalam bertahan.

“Kami memang tidak mencetak gol sebanyak musim lalu, tetapi saya pikir kami bertahan jauh lebih baik, terutama di akhir musim,” ujar Flick.

Salah satu faktor penting di balik perubahan itu adalah penampilan kiper anyar Joan Garcia. Perekrutannya dari rival sekota Espanyol sempat dipertanyakan karena Barcelona sebenarnya sudah memiliki Marc-Andre ter Stegen dan Wojciech Szczesny.

Meski begitu, keraguan itu kini menghilang. Garcia menjadi salah satu pemain paling menentukan musim ini dengan catatan penyelamatan yang luar biasa. Ia mencatat 15 clean sheet dalam 29 pertandingan La Liga dan hanya kebobolan 20 gol.

Staf pelatih Barcelona bahkan merasa Garcia membantu tim meraih setidaknya enam poin tambahan musim ini lewat penyelamatan krusialnya.

3 dari 4 halaman

Camp Nou Kembali Jadi Benteng Menakutkan

Camp Nou Kembali Jadi Benteng Menakutkan

Pelatih Barcelona Hansi Flick diangkat oleh para pemainnya setelah memenangi laga La Liga/Liga Spanyol antara Barcelona vs Madrid yang memastikan mereka menjadi juara, Minggu, 10 Mei 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Salah satu kekuatan terbesar Barcelona musim ini datang dari performa kandang mereka. Setelah sempat bermain di Johan Cruyff Stadium dan Stadion Olimpiade, Blaugrana akhirnya kembali ke Camp Nou yang sedang direnovasi pada November lalu.

Kembalinya atmosfer Camp Nou langsung memberikan dampak besar. Kapasitas stadion yang perlahan meningkat hingga 62 ribu penonton membuat tekanan terhadap lawan semakin terasa.

Barcelona pun memenangi seluruh 18 laga kandang mereka di La Liga sejauh ini. Kehadiran kembali Grada d'Animacio pada Februari juga disebut membantu menghidupkan atmosfer stadion.

“Dengan dukungan suporter seperti itu, akan sangat sulit bagi siapa pun mengalahkan kami di kandang,” kata Raphinha.

Dominasi Barcelona musim ini bahkan membuka peluang mencetak sejarah baru. Mereka menjadi tim pertama yang mampu memenangi 30 dari 35 laga awal La Liga dan masih berpeluang mencapai 100 poin.

4 dari 4 halaman

Barcelona Sudah Bidik Level Berikutnya

Meski sukses besar di kompetisi domestik, Barcelona tetap merasa ada target yang belum tercapai. Kegagalan melangkah lebih jauh di Liga Champions menjadi luka yang belum hilang dari ruang ganti Blaugrana.

Flick pun sudah mulai menyusun rencana untuk musim depan. Ia disebut menginginkan tambahan pemain berpengalaman dan sosok pemimpin baru di dalam tim.

Menurut laporan ESPN, pelatih asal Jerman itu meminta Barcelona mendatangkan bek tengah, striker baru, dan satu pemain depan serbabisa pada bursa transfer musim panas nanti.

Flick juga menegaskan Barcelona harus naik ke level berikutnya jika ingin benar-benar mendominasi Eropa.

“Kami masih punya banyak mimpi. Kami ingin mencapai level berikutnya dan memenangkan Liga Champions,” tegas Flick.

LATEST UPDATE