Tanpa Perekrutan Striker Murni, Barcelona Bisa Coba 3 Skema Lini Depan Ini

Tanpa Perekrutan Striker Murni, Barcelona Bisa Coba 3 Skema Lini Depan Ini
Skuad Barcelona merayakan gol Raphinha ke gawang Real Betis di Liga Spanyol, Senin (18/05/2026). (c) AP Photo/Joan Mateu Parra

Bola.net - Barcelona menatap musim baru tanpa Robert Lewandowski yang pergi sebagai agen bebas setelah mencetak 120 gol dalam empat musim. Kondisi ini memaksa Hansi Flick mencari formula baru di lini depan jika klub gagal merekrut striker murni baru.

Ferran Torres juga berada di ambang kepindahan ke PSG, sementara upaya Barcelona mendapatkan Harry Kane atau Julian Alvarez belum menunjukkan perkembangan positif. Situasi tersebut mempersempit opsi nomor sembilan konvensional.

Dengan karakter skuat yang kuat pada pergerakan tanpa bola, pertukaran posisi, dan serangan ke ruang kosong, The Hard Tackle memetakan tiga sistem tanpa striker murni yang layak dicoba Flick, ditambah satu opsi kejutan dari pemain muda.

Anthony Gordon di Nomor Sembilan, Raphinha dan Yamal Melebar

Anthony Gordon menjadi pilihan paling sederhana untuk mengisi posisi nomor sembilan dengan Raphinha di kiri dan Lamine Yamal di kanan. Pengalaman Gordon bermain sebagai striker di Newcastle membuatnya terbiasa menyerang ruang di belakang garis pertahanan.

Dalam skema ini, Barcelona memang tidak memiliki penyerang yang terus berada di kotak penalti, tetapi Gordon dapat membuka ruang melalui pergerakannya. Raphinha dan Yamal kemudian bisa menusuk dari sisi lapangan, sementara Pedri dan Gavi atau Fermin Lopez mengatur tempo dari area yang lebih dalam.

Sistem tersebut berpotensi efektif menghadapi lawan yang bermain bertahan dengan blok rendah. Gordon dapat menarik bek tengah keluar dari posisinya, lalu memberikan ruang bagi Raphinha dan Yamal untuk masuk ke area berbahaya.

Dani Olmo Sebagai False Nine Barcelona

Dani Olmo menjadi kandidat paling alami untuk memainkan peran false nine karena memiliki kemampuan turun ke lini tengah, menghubungkan permainan, sekaligus menyelesaikan peluang. Latar belakangnya sebagai penyerang sebelum berkembang menjadi gelandang serang dan winger juga mendukung peran tersebut.

Saat Olmo turun menjemput bola, pemain sayap bisa langsung menyerang ruang yang ditinggalkannya. Bek lawan akan menghadapi pilihan sulit, yakni mengikuti Olmo ke lini tengah atau bertahan dan memberinya kesempatan untuk berbalik menghadap gawang.

Yamal dapat menempati sisi kanan, sedangkan Raphinha atau Gordon mengisi sisi kiri dalam sistem ini. Pedri dan Fermin bisa membantu menciptakan kombinasi umpan cepat sebelum para pemain sayap masuk ke kotak penalti.

Raphinha False Nine dan Wildcard Abdelkarim

Raphinha juga memiliki karakter yang cocok untuk ditempatkan sebagai false nine berkat pergerakan tanpa bola, tekanan intens, dan kemampuannya masuk ke posisi mencetak gol. Dalam konfigurasi ini, Gordon dan Yamal dapat mengisi dua sisi dengan instruksi melakukan pergerakan diagonal ke belakang pertahanan.

Raphinha dapat turun ke lini tengah untuk menarik pemain bertahan sebelum melepaskan umpan kepada rekan yang berlari dari sisi lapangan. Pengalamannya sebagai winger membuatnya memahami kapan harus bergerak ke ruang kosong dan kapan menjaga posisi untuk menciptakan lebar serangan.

Opsi ini juga memberi Barcelona kontrol lebih besar di area tengah tanpa kehilangan ancaman dari sisi lapangan. Jika Raphinha turun, Gordon atau Yamal bisa bergerak ke half-space, sedangkan Olmo dapat menjadi kreator tambahan sekaligus melakukan penetrasi ke kotak penalti.

Sebagai opsi wildcard, Flick dapat memberikan kesempatan kepada Hamza Abdelkarim sebagai striker utama dalam pertandingan tertentu. Pemain muda tersebut menawarkan kecepatan, permainan langsung, keberanian menyerang ruang, dan kemampuan duel udara meski belum terbukti sebagai pencetak gol utama di level senior.

Pilihan ini lebih cocok digunakan menghadapi lawan dengan pertahanan lambat atau tim yang kesulitan menghadapi tekanan tinggi. Abdelkarim merupakan striker murni yang bisa memberi Barcelona kehadiran berbeda di kotak penalti dibandingkan tiga skema tanpa nomor sembilan lainnya.

Sumber: The Hard Tackle