Barcelona Bertahan dengan Sangat Buruk

Gia Yuda Pradana | 17 Februari 2026 08:40
Barcelona Bertahan dengan Sangat Buruk
Para pemain Barcelona bereaksi saat laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona di Girona, Spanyol, Senin, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Laga Girona vs Barcelona pada pekan ke-24 La Liga 2025-2026 berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi tim tamu di Stadion Montilivi. Hasil ini menegaskan bahwa masalah utama Barcelona terletak pada organisasi bertahan yang rapuh.

Barcelona sempat memimpin lewat gol Pau Cubarsi pada menit ke-59 sebelum Girona membalikkan keadaan. Dua gol balasan tuan rumah dicetak Thomas Lemar pada menit ke-62 dan Fran Beltran pada menit ke-86.

Advertisement

Kekalahan ini membuat Barcelona turun ke posisi kedua klasemen Liga Spanyol dengan 58 poin. Mereka tertinggal dua poin dari Real Madrid yang menang 4-1 atas Real Sociedad pada laga sebelumnya.

1 dari 3 halaman

Pertahanan Terbuka dan Transisi yang Gagal

Pertahanan Terbuka dan Transisi yang Gagal

Pemain Girona, Hugo Rincon, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam laga La Liga antara Girona melawan Barcelona, Selasa (17/2/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menolak membahas keputusan wasit pada proses gol kemenangan Girona. Ia memilih fokus pada performa timnya yang dinilai jauh dari standar.

“Saya tidak ingin berbicara tentang itu. Semua orang melihat situasi sebelum gol kedua, tetapi Girona pantas menang,” ujar Flick kepada wartawan.

“Kami bertahan dengan sangat buruk, terutama saat transisi, kami terlalu terbuka, lini tengah tidak berada pada posisi yang tepat,” lanjutnya. Pernyataan ini menggambarkan betapa mudahnya Girona menembus struktur pertahanan Barcelona.

Pada babak pertama, Barcelona menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memaksimalkannya. Situasi ini membuat mereka kehilangan kontrol permainan setelah unggul lebih dulu.

Girona memanfaatkan ruang kosong di antara lini tengah dan lini belakang Barcelona. Skema serangan balik cepat menjadi senjata utama yang akhirnya menentukan hasil pertandingan.

Masalah ini bukan sekadar kesalahan individu, tetapi mencerminkan lemahnya koordinasi antarlini. Barcelona kerap terlambat menutup ruang sehingga lawan bisa masuk ke kotak penalti tanpa tekanan berarti.

2 dari 3 halaman

Tekanan Klasemen dan Evaluasi Flick

Tekanan Klasemen dan Evaluasi Flick

Pemain Barcelona Frenkie de Jong dan Robert Lewandowski bereaksi saat para pemain Girona merayakan kemenangan pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Flick mengakui timnya belum berada dalam kondisi mental dan taktik yang ideal. Ia menilai para pemain tidak nyaman dengan posisi mereka di lapangan.

“Kami tidak merasa nyaman dan tidak menempatkan diri dengan baik. Tim ini tidak berada dalam kondisi yang bagus sekarang,” ucap Flick.

“Kami harus tenang dan kembali menjadi seperti sebelumnya. Kami akan memberi tim dua hari libur agar bisa kembali ke performa terbaik,” tambahnya.

Kekalahan dalam laga Girona vs Barcelona menjadi yang kedua secara beruntun bagi Blaugrana setelah sebelumnya dihajar Atletico Madrid empat gol tanpa balas di leg pertama semifinal Copa del Rey. Situasi ini memperbesar tekanan menjelang laga kandang melawan Levante akhir pekan ini.

Barcelona kini tidak hanya kehilangan puncak klasemen, tetapi juga kepercayaan diri di sektor pertahanan. Jika pola bertahan tidak segera dibenahi, peluang mereka dalam perburuan gelar La Liga akan semakin menipis.

Hasil di Montilivi menjadi peringatan keras bahwa dominasi penguasaan bola tidak cukup tanpa struktur bertahan yang solid. Girona membuktikan bahwa organisasi dan efektivitas bisa mengalahkan tim besar yang tampil terbuka.

Sumber: Barca Blaugranes

LATEST UPDATE