Barcelona Punya 5 Masalah yang Membuat Mereka Berada di Titik Nadir, Apa Saja?
Asad Arifin | 9 Juni 2020 10:39
Bola.net - Barcelona memang masih berada di jalur persaingan juara pada musim 2019/2020, baik di La Liga maupun di Liga Champions. Namun, di balik keperkasaan Blaugrana, mereka punya lima masalah kronis yang membuat klub berada di titik nadir.
Quique Setien menggantikan Ernesto Valverde yang dipecat manajemen El Barca. Ia dituntut membereskan aneka masalah di klub barunya yang sudah terjadi dua musim terakhir. Keputusan Barcelona menunjuk Quique Setien sebagai pelatih baru bisa dibilang cukup megejutkan. Pelatih berusia 61 tahun bukanlah sosok yang populer.
Apalagi sebelum ditunjuk sebagai pelatih Los Cules, Setien sedang tidak melatih klub manapun. Klub terakhir yang ditangani Setien ialah Real Betis sebelum didepak manajemen klub tersebut.
Kini, Quique Setien resmi menjadi juru taktik Lionel Messi dkk. Sederet tugas berat sudah menanti Setien.
Quique Setien dituntut membuat Barcelona kembali berjaya, baik di kancah domestik maupun Eropa. Kali terakhir El Barca merengkuh trofi bergengsi Eropa, Liga Champions, pada musim 2014-2015.
Setelah itu performa Barcelona justru menurun. El Barca kerap terhenti di babak perempat final, terutama dalam tiga musim terakhir.
Setien paling tidak bisa mempertahan posisi puncak klasemen La Liga sehingga bisa kembali mempertahan gelar juara yang diraih Ernesto Valverde secara berturut-turut. Bisakah sang bos baru melakukan itu? Jelas tidak mudah. Sudah terlalu banyak masalah pelik menimpa Barcelona.
Apa-apa saja masalah klub satu ini? Simak ulasan di bawah ini.
Manajemen yang Amburadul

Dua mantan pemain Barcelona, Carles Puyol dan Xavi Hernandes, pernah menolak jabatan bersama mantan klubnya tersebut. Satu di antara alasan yang membuat dua legenda tersebut menolak mengambil jabatan di El Barca ialah kekacauan politik klub.
Kondisi tersebut juga yang membuat Pep Guardiola memilih pergi dari Camp Nou. Seperti diketahui, Josep Maria Bartomeu membuat beberapa keputusan kontroversial selama menjabat posisi presiden di Barcelona.
Satu di antara kebijakan yang paling banyak menuai sorotan ialah saat membiarkan Neymar hengkang ke Paris-Saint Germain. Sikap Bartomeu tersebut langsung membuat publik geram.
Saat ini, Bartomeu sedang dalam periode keduanya menjabat sebagai Presiden. Bukan tidak mungkin akan ada babak politik baru di tubuh Barcelona.
Setien harus bisa mengatasi pengaruh berat di luar lapangan.
Permainan Tiki-taka yang Mulai Usang

Barcelona dikenal dengan penguasaan bola. Terutama saat El Barca berada di bawah kendali Pep Guardiola.
Namun, perlahan tapi pasti ciri khas tersebut mulai hilang. Setelah Guardiola pergi, beberapa pelatih seperti Tata Martino, Luis Enrique dan Ernesto Valverde dianggap tidak memiliki prinsip sepak bola yang sama dengan Guardiola.
Di sisi lain, Setien memang tak sepopuler dengan para pelatih sebelumnya. Namun, Setien paling tidak bisa mengembalikan ciri khas permainan Barcelona yag mengandalkan penguasaan bola.
Banyak yang berharap Setien bisa kembali membuat Barcelona menerapkan taktik tiki-taka. Seperti diketahui, tiki-taka menjadi satu di antara taktik yang paling disukai penggemar Barcelona.
Hanya Setien bukanlah tukang sulap. Realitanya Barcelona saat ini tak punya banyak pemain yang bisa memainkan permainan tersebut. La Masia tengah paceklik mencetak pemain berkualitas setelah era emas Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta.
Di sisi lain strategi tiki-taka mulai gampang dibaca lawan. Gaya pressing ketat ala Jurgen Klopp di semifinal Liga Champions musim lalu meluluh-lantahkan permainan indah legendaris milik Barcelona ini.
Mulai Kehilangan Taji di Eropa

Pada era kepelatihan Pep Guardiola, Barcelona sukses merengkuh 2 trofi Liga Champions dan Piala Super Eropa. Setelah itu, Guardiola pergi pada 2012.
Setelah Guardiola hengkang, El Barca hanya meraih satu titel Liga Champions, yakni pada musim 2014-2015. Setelah itu Barcelona tersingkir di perempat final selama tiga kali berturut-turut.
Terakhir, Los Cules tersingkir secara tragis dari Liverpool pada Liga Champions 2019. Selain gelar domestik, trofi bergengsi antarklub Eropa tersebut harus menjadi prioritas Quique Setien pada masa kepelatihannya.
Jika Setien gagal, bukan tidak mungkin ia akan bernasib sama seperti Ernesto Valverde yang harus didepak Barcelona sebelum kontraknya selesai.
Problemnya belakangan Barcelona seperti kehilangan kepercayaan diri untuk jadi tim terbaik di Eropa. Dua musim terakhir mereka tersingkir dengan cara menyakitkan. Sempat menang besar di leg pertama, namun terkapar secara memalukan di pertemuan kedua melawan AS Roma dan Liverpool.
Beban Terlalu Berat buat Pelatih Baru

Belum ada tiga hari Quique Setien menjabat sebagai pelatih Bracelona, namun Presiden klub, Josep Maria Bartomeu, telah menambah beban Setien.
Bartomeu berharap agar Setien bisa mempersembahkan treble winner untuk Blaugrana, jika tidak musim ini, setidaknya satu kali sepanjang kariernya di Camp Nou. Itu berarti Setien harus mengangkat trofi Liga Champions, Copa del Rey, dan Liga Spanyol.
Kondisi tersebut termasuk berat. Rekam jejak Setien tidak terlalu gemilang. Sejauh ini, Barcelona baru dua kali merengkuh treble winner.
Pertama bersama Pep guardiola pada musim 2008-2009 dan yang kedua bersama Luis Enrique pada 2014-2015. Sekadar informasi, dua pelatih yang pernah merengkuh treble bersama Barca itu memiliki catatan menakjubkan di kancah internasional.
Satu raihan target sudah lepas dari genggaman, yakni Copa del Rey. Rasanya hal paling realistis yang bisa dicapai Quique Setien mengantar Barcelona mempertahankan gelar La Liga. Itupun mereka kudu ekstra kerja keras menghadapi rival utama, Real Madrid, yang belakangan kembali on-fire.
Kebijakan Transfer yang Buruk

Ketika La Masia gagal menyediakan pemain-pemain belia siap pakai dengan level setara dengan generasi sebelumnya, Barcelona beberapa tahun belakangan terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk mendatangkan pemain dari klub lain.
Ousmane Dembele dan Philippe Countinho contohnya. Sudah didatangkan dengan transfer mahal, keduanya gagal unjuk kualitas. Dembele lebih banyak berada di meja operasi untuk penyembuhan cedera berat, sementara Coutinho yang dinilai mimim kontribusi dipinjamkan ke Bayern Munchen.
Terakhir, Frenkie De Jong yang didatangkan dari Ajax Amsterdam musim ini terancam bernasib serupa dengan dua pemain di atas.
Kebijakan transfer Barcelona bisa buruk. Mereka terlalu royal membeli pemain baru, tanpa melihat kebutuhan mendasar timnya. Mereka cenderung kalap.
Sumber: Berbagai sumber
Disadur dari Bola.com (Penulis: Ario Yosia, Published: 9/6/2020)
Baca Ini Juga:
Partey Dapat Saran untuk Pergi dari Atletico dan Gabung ke Arsenal
Seperti Michael Jordan, Sejak Belia Cristiano Ronaldo Selalu Ingin Jadi yang Terbaik
La Liga Kembali, Ini yang Perlu Kamu Ketahui Soal Duel Barcelona-Real Madrid di Puncak Klasemen
Eks Kepala Tim Medis Real Madrid Anggap Gareth Bale Sebagai Atlet Terhebat
Sempat Cedera, Lionel Messi Akhirnya Kembali Berlatih Bareng Skuad Barcelona
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




