Barcelona yang Rentan di Babak Pertama: Titik Lemah yang Harus Segera Dihilangkan
Gia Yuda Pradana | 2 Desember 2025 17:41
Bola.net - Barcelona mungkin berada di puncak klasemen La Liga berkat kemenangan 3-1 atas Deportivo Alaves akhir pekan lalu, tetapi kemenangan itu belum sepenuhnya menjawab persoalan utama mereka musim ini. Barcelona tetap dibayangi pola permainan yang rapuh, terutama pada babak pertama, yang kembali terlihat di Spotify Camp Nou.
Hansi Flick memang membawa stabilitas tertentu sejak kedatangannya, tetapi pelatih asal Jerman itu tidak menutupi kegelisahannya setelah laga kontra Alaves. Ia menilai performa Barcelona belum berada pada level yang ia harapkan, khususnya ketika timnya harus bereaksi terhadap gol cepat yang kembali muncul di menit-menit awal.
Catatan defensif yang tidak solid menjadi akar kekhawatiran. Barcelona harus berterima kasih kepada Joan Garcia yang tampil gemilang menjaga keunggulan, tetapi penyelamatan demi penyelamatan itu bukan solusi jangka panjang. Ini menjadi titik lemah yang harus segera dihilangkan.
Babak Pertama yang Terus Jadi Momok Barcelona

Masalah Barcelona di babak pertama kembali ditegaskan dalam laporan Mundo Deportivo. Data menunjukkan bahwa 17 dari 26 gol yang mereka derita sepanjang musim ini terjadi sebelum turun minum. Di La Liga, polanya bahkan lebih mencolok: dari 16 gol liga yang bersarang ke gawang mereka, 13 terjadi di 45 menit pertama.
Kasus terbaru terjadi hanya 43 detik setelah kick-off melawan Alaves. Dari 14 pertandingan liga yang telah dilalui, Barcelona kebobolan di babak pertama pada sembilan laga. Rentetan itu membuat tim tidak pernah benar-benar memulai pertandingan dengan tenang.
Pada Matchday 2, Levante menghukum Barcelona dengan dua gol cepat di paruh pertama. Dari Matchday 6 hingga Matchday 12, tren ini semakin mengkhawatirkan karena Barcelona selalu kebobolan sebelum jeda pada setiap laga La Liga di rentang tersebut. Real Oviedo, Real Sociedad, Sevilla (dua kali), Girona, Real Madrid (dua kali), Elche, dan Celta Vigo (dua kali) semuanya mampu menekan Barcelona melalui gol cepat.
Sempat ada jeda pada Matchday 13, tetapi tren negatif itu kembali muncul pada Matchday 14 ketika Alaves memecah kebuntuan kurang dari satu menit sejak peluit pertama dibunyikan.
Masalah itu tidak hanya muncul di kompetisi domestik. Di Liga Champions, Barcelona kebobolan satu gol di babak pertama masing-masing melawan PSG dan Chelsea, sementara Club Brugge bahkan mencetak dua gol sebelum jeda.
Flick dan Tantangan Mengakhiri Kebobolan Dini Barcelona

Hansi Flick secara terbuka berulang kali meminta para pemainnya untuk lebih waspada sejak menit awal dan tidak memberikan ruang bagi lawan membangun momentum lebih cepat. Akan tetapi, instruksi itu belum terwujud secara konsisten di atas lapangan.
Kebobolan cepat membuat Barcelona selalu berada dalam posisi bereaksi, bukan mengendalikan. Dalam jangka panjang, pola ini bisa menjadi batu sandungan besar bagi ambisi mereka di La Liga dan Liga Champions. Flick memahami betul bahwa sebuah tim yang ingin kembali ke versi terbaiknya tidak bisa terus-menerus kebobolan di menit-menit pembuka pertandingan.
Dengan jadwal padat di depan mata, pembenahan struktur defensif dan komunikasi antar lini menjadi mendesak. Barcelona boleh saja berada di puncak klasemen, tetapi tanpa memperbaiki titik lemah yang kini menjadi pola kronis, posisi itu sulit dipertahankan.
Sumber: Mundo Deportivo, Barca Universal
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona 7-2 Racing Santander: Transisi Cepat Jadi Senjata
Liga Spanyol 17 September 2026, 11:04
-
10 Jebolan La Masia di Skuad Utama Barcelona Musim 2026/2027: Dari Bek sampai Striker
Lain Lain 17 September 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona Usai Bantai Racing Santander: Raphinha Pimpin Pesta Gol
Liga Spanyol 17 September 2026, 07:08
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 17 September 2026, 06:15
-
Man of the Match Barcelona vs Racing Santander: Raphinha
Liga Spanyol 17 September 2026, 05:50
LATEST UPDATE
-
Pendekatan Khusus Jose Mourinho Bikin Jude Bellingham Kembali jadi Pemain Spesial
Liga Spanyol 17 September 2026, 18:33
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Persik Kediri 18 September 2026
Bola Indonesia 17 September 2026, 17:14
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSIM Yogyakarta 18 September 2026
Bola Indonesia 17 September 2026, 16:45
-
Formasi Grooming 15 Menit Sebelum Date: Clean, Neat, Smell Good
Lain Lain 17 September 2026, 16:34
-
Michael Carrick Buka Suara soal Masa Depan JJ Gabriel di Manchester United
Liga Inggris 17 September 2026, 15:49
-
Michael Carrick Tetap Tenang Usai Manchester United Tumbang dari Brighton
Liga Inggris 17 September 2026, 15:37
-
Debut Bagas Maulana/Apriyani Rahayu di Asian Games 2026: Adaptasi Jadi Tantangan Utama
Bulu Tangkis 17 September 2026, 15:15
-
Alwi Farhan Panaskan Mesin Jelang Asian Games 2026, Dapat Pelajaran dari Kento Momota
Bulu Tangkis 17 September 2026, 14:43
-
Hancur Lebur Wajah Manchester United di Old Trafford
Liga Inggris 17 September 2026, 14:24
-
Shin Tae-yong Bicara soal Persija Jadi Musafir di Bali: Fokus Macan Kemayoran Tak Goyah
Bola Indonesia 17 September 2026, 14:13
-
Energi Karim Adeyemi
Liga Spanyol 17 September 2026, 14:07
-
Igor Tolic Ungkap Makna Besar Kemenangan Persib atas FC Seoul: Lebih dari Sekadar 3 Poin
Bola Indonesia 17 September 2026, 13:16
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

