Beda Level Hansi Flick vs Alvaro Arbeloa di Copa del Rey: Nama Besar Klub Tidak Cukup untuk Menang

Richard Andreas | 16 Januari 2026 15:14
Beda Level Hansi Flick vs Alvaro Arbeloa di Copa del Rey: Nama Besar Klub Tidak Cukup untuk Menang
Jules Kounde berebut bola dengan Giorgi Guliashvili dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Racing Santander vs Barcelona di El Sardinero, 16 Januari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Bola.net - Barcelona berhasil melewati adangan Racing Santander di babak 16 besar Copa del Rey dengan cara yang jauh dari kata mudah. Bermain di El Sardinero, sang juara bertahan harus menunggu hingga menit akhir untuk memastikan tiket ke perempat final.

Racing tampil disiplin dan terorganisasi, bahkan nyaris memaksakan hasil imbang di masa tambahan waktu. Namun, efektivitas Barcelona dan satu momen krusial di bawah mistar gawang membuat perbedaan nyata.

Advertisement

Dalam analisisnya di program El Larguero, jurnalis Marcos Lopez menilai keberhasilan ini tak lepas dari pendekatan Hansi Flick. Apa katanya?

1 dari 3 halaman

Mentalitas Jadi Kunci Versi Flick

Mentalitas Jadi Kunci Versi Flick

Lamine Yamal berebut bola dengan Mario Garcia dalam laga babak 16 besar Copa del Rey antara Racing Santander vs Barcelona di El Sardinero, 16 Januari 2026 (c) AP Photo/Miguel Oses

Menurut Marcos Lopez, Flick sudah menanamkan kewaspadaan sejak awal, bahkan sebelum tim berangkat ke Santander. Hal ini dipengaruhi oleh kejutan yang dibuat Albacete, tim Segunda Division, saat menyingkirkan Real Madrid.

“Tidak boleh ada rasa santai, bahkan sejak perjalanan,” jelas Lopez kepada Manu Carreno, seraya menekankan bahwa Racing datang sebagai pemimpin klasemen kasta kedua dan menjadi lawan yang lebih berbahaya.

Flick disebut memahami betul ancaman tersebut. Lopez menggambarkannya dengan kalimat, “Flick tahu bahwa ini adalah Joan Garcia dan sepuluh pemain lainnya,” merujuk pada pentingnya peran sang kiper.

“Penyelamatan di masa tambahan waktu itu jadi penentu, tetapi jangan lupa Ezkieta juga melakukan dua penyelamatan penting yang menjaga Racing tetap hidup,” kata Lopez, menegaskan ketatnya laga hingga detik akhir.

2 dari 3 halaman

Peran Ferran, Fermin, dan Kalimat Kunci Flick

Lopez juga menyoroti kontribusi Ferran Torres dan Fermin, yang terlibat langsung dalam gol pembuka. Ia menyebut Ferran tengah berada dalam performa yang bisa diandalkan, sementara Fermin menunjukkan dimensi baru dalam permainannya.

“Ferran sekarang adalah sebuah jaminan, dan Fermin sudah mencatat empat assist, tetapi yang ini belum pernah kita lihat sebelumnya, dari cara dia mengontrol dan mengirim umpan panjang satu sentuhan,” ujarnya.

Barcelona, menurut Lopez, mengikuti pola yang sama seperti laga di Guadalajara, yang memperlihatkan betapa rumitnya Copa del Rey. Di titik inilah ia menyinggung pernyataan Flick yang menjadi garis besar pendekatan sang pelatih.

“Kalimat Flick sudah menjelaskan segalanya, ‘pertandingan seperti ini tidak dimenangkan dengan nama besar, tetapi dengan mentalitas dan sikap’. Saya tidak tahu kepada siapa itu ditujukan,” ucap Lopez.

3 dari 3 halaman

Eksperimen Lini Tengah dan Peran Joan Garcia

Flick menurunkan banyak pemain inti, tetapi melakukan rotasi di lini tengah dengan memainkan Bernal sebagai pivot dan Casado mendampingi Olmo. Eksperimen ini dinilai belum sepenuhnya berjalan mulus.

“Casado tampil lebih baik di babak kedua,” kata Lopez, sementara Bernal disebut masih membutuhkan satu musim penuh untuk menemukan ritme terbaiknya.

Ia menilai uji coba tersebut tidak berjalan baik di paruh pertama karena permainan Barcelona terasa lambat dan kurang menggigit. Situasi berubah ketika Lamine Yamal mengambil alih kendali pertandingan.

Di sisi pertahanan, Lopez menekankan bahwa Barcelona tampil solid dengan dua peluang Manex Lozano yang berujung gol dianulir offside.

Pilihan Flick memainkan kiper utama juga dianggap sebagai sinyal jelas. Bahkan disebutkan, secara hipotetis, Barcelona bisa saja dipaksa ke perpanjangan waktu jika Wojciech Szczesny berada di bawah mistar.

LATEST UPDATE