Begini Filosofi Permainan yang akan Diterapkan Ronald Koeman di Barcelona
Yaumil Azis | 25 Agustus 2020 03:51
Bola.net - Ronald Koeman sudah memiliki serangkaian rencana untuk Barcelona. Termasuk soal filosofi permainan yang bakal ia terapkan di sepanjang musim 2020/21 mendatang.
Koeman memutuskan berhenti dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Belanda beberapa hari yang lalu. Ia mengambil langkah itu agar bisa melatih Barcelona yang baru saja memecat Quique Setien.
Ia dihadapkan dengan tugas yang berat. Barcelona berada di titik terendahnya saat ini. Bukan cuma gagal juara La Liga, mereka pun tersingkir dari pentas Liga Champions dengan cara yang paling memalukan atas Bayern Munchen.
Barcelona harus melakukan revolusi besar-besaran, dan semuanya dimulai dari tangan Koeman. Dan saat ini, pria berumur 57 tahun tersebut sedang mempersiapkan tim agar bisa bersaing di berbagai kompetisi musim depan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Merasa Beruntung Bisa Latih Barcelona
Koeman berbicara soal banyak hal saat ditemui Barca TV. Ia membuka obrolan tersebut dengan mengungkapkan rasa beruntungnya karena bisa melatih Barcelona, tim yang pernah ia perkuat dulu waktu masih aktif bermain.
"Saya merasa Barcelona adalah rumah saya. Pada kunjungan saya sebelumnya ke kota ini, saya merasa ada yang hilang karena saya datang tidak untuk bekerja buat Barcelona," tutur Koeman.
"Sekarang saya adalah pelatih dan merasa sangat senang. Yang terpenting adalah apakah anda sebagai pelatih, pemain, atau pegawai Barca, anda berada di klub terbaik di dunia. Kami sangat beruntung bisa menjadi bagian dari klub ini," lanjutnya.
Filosofi Permainan Ronald Koeman
Pada kesempatan ini juga, Koeman menjelaskan filosofi permainan yang diterapkan. Ia mengaku terinspirasi dengan permainan total football yang kerap digunakan di negara asalnya.
"Saya ingin bermain menyerang dan meraih gelar, sebab itulah yang paling penting," ujar pelatih yang sempat menukangi Everton tersebut.
"Saya adalah pelatih yang menyukai kedisiplinan serta organisasi tim yang baik. Saya suka mendominasi sebuah pertandingan. Saya adalah orang Belanda dan kami suka sepak bola menyerang," pungkasnya.
Koeman menganut filosofi yang sama saat menukangi Timnas Belanda. Hasilnya, Die Oranje bisa bangkit dan menjadi runner-up UEFA Nations League, selang dua tahun setelah dinyatakan gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2018.
(Goal International)
Baca juga:
- Barcelona Siap Lepas Luis Suarez Secara Gratis, Juventus Siaga Satu
- Saingi Madrid, Barcelona Ikut Incar Bek Muda Angers
- Legenda LaLiga, Luis Garcia Mengulas Bakat Terbaik Freestyler Sepakbola di Indonesia
- Barcelona Menderita Karena Pertahankan Pemain yang Sudah Kedaluwarsa, Sepakat?
- Cari Pengganti Jordi Alba, Barcelona Kembali Lirik Tagliafico
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20














