Anthony Gordon dan Mimpi yang Tak Pernah Padam: Dari Merseyside ke Camp Nou

Anthony Gordon dan Mimpi yang Tak Pernah Padam: Dari Merseyside ke Camp Nou
Anthony Gordon bergabung dengan Barcelona. (c) AP Photo/Joan Mateu

Bola.net - Anthony Gordon akhirnya mencapai titik tertinggi dalam kariernya. Barcelona resmi merekrut winger Inggris itu dengan nilai transfer mencapai 80 juta euro, sebuah angka yang menegaskan betapa besar kepercayaan klub Catalan terhadap potensinya.

Bagi banyak orang, kepindahan tersebut mungkin terasa mengejutkan. Namun, bagi Gordon sendiri, bermain untuk Barcelona bukanlah mimpi yang baru lahir dalam beberapa bulan terakhir.

Jauh sebelum menjadi pemain tim nasional Inggris dan bintang Newcastle United, Gordon sudah membayangkan dirinya tampil di panggung terbesar sepak bola Eropa. Kini, mimpi masa kecil itu benar-benar menjadi kenyataan.

Mimpi Besar yang Sudah Ada Sejak Kecil

Mimpi Besar yang Sudah Ada Sejak Kecil

Selebrasi Anthony Gordon dalam laga Qarabag vs Newcastle di Liga Champions, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo

Saat diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona, Gordon mencuri perhatian bukan hanya karena status transfernya. Ia juga membuat banyak jurnalis terkesan ketika menjawab sejumlah pertanyaan menggunakan bahasa Spanyol yang nyaris sempurna.

Gordon kemudian mengungkapkan bahwa kemampuannya berbahasa Spanyol bukan sesuatu yang kebetulan. Ia memang sengaja mempelajarinya sejak lama karena percaya suatu hari akan bermain untuk Barcelona.

"Saya ingin bisa berbicara bahasa Spanyol karena ketika masih kecil saya percaya bahwa suatu hari saya akan bermain untuk Barca," ungkap Gordon.

"Saya bahkan sering mengatakan kepada fisioterapis saya di Newcastle bahwa suatu saat saya akan bermain untuk Barcelona, jadi saya ingin belajar bahasa Spanyol."

Keyakinan seperti itu sudah menjadi bagian dari karakternya sejak kecil. Bahkan ketika masih berada di level akademi, ia kerap berbicara dengan penuh kepastian mengenai masa depannya sebagai pemain sepak bola elite.

Ditolak Liverpool, Diselamatkan Everton

Ditolak Liverpool, Diselamatkan Everton

Aksi pemain Inggris, Anthony Gordon saat melawan Jepang di laga uji coba, 1 April 2026 di Wembley. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Perjalanan Gordon menuju puncak jauh dari kata mulus. Pada usia 11 tahun, ia harus meninggalkan akademi Liverpool, klub yang didukungnya sejak kecil.

Kariernya mendapat kesempatan kedua ketika Everton merekrutnya setelah melihat penampilannya bersama tim amatir Whiston Juniors. Namun proses itu pun tidak berjalan mudah.

Pemandu bakat Everton, Ian Duke, mengingat Gordon sebagai pemain yang bertubuh kurus dan terlambat berkembang dibandingkan rekan-rekan seusianya. Meski demikian, bakatnya dianggap sangat menonjol sejak awal.

Mereka yang percaya pada potensinya harus berjuang meyakinkan pihak lain bahwa Gordon layak mendapatkan tempat di akademi Everton. Seiring waktu, kepercayaan tersebut terbukti benar.

Gordon akhirnya menjalani debut senior bersama Everton pada usia 16 tahun dalam laga Liga Europa melawan Apollon Limassol. Tidak lama kemudian, Carlo Ancelotti memberinya kesempatan menjalani starter pertama di Premier League dalam Derby Merseyside.

Tempaan Keras yang Membentuk Karakternya

Bakat besar saja tidak cukup untuk membawa Gordon ke level tertinggi. Dalam berbagai fase perkembangannya, ia juga harus belajar mengenai disiplin dan etos kerja.

Saat masih bersekolah di Alsop High School, Gordon disebut perlu dibentuk agar lebih terarah. Tantangan serupa juga muncul ketika ia bermain di tim U-23 maupun tim utama Everton.

Pelatih akademi David Unsworth dan manajer Rafa Benitez menjadi sosok yang terus menekankan pentingnya kerja keras, konsistensi, dan kemampuan menjaga intensitas selama 90 menit penuh.

Di sisi lain, Gordon berkembang menjadi simbol harapan bagi banyak pendukung Everton. Ia adalah anak lokal yang berhasil menembus tim utama klub kebanggaannya.

Hubungannya dengan Frank Lampard juga sangat dekat. Mantan gelandang Inggris tersebut menjadi salah satu sosok yang membantu perkembangan Gordon selama berada di Goodison Park.

Berkembang Pesat Bersama Newcastle

Jika Everton menjadi tempat Gordon tumbuh, maka Newcastle adalah tempat ia berkembang menjadi pemain elite.

Gaya bermain intens milik Eddie Howe sangat cocok dengan karakter Gordon. Kemampuan berlari tanpa henti, melakukan pressing agresif, dan menyerang ruang kosong menjadikannya bagian penting dalam sistem permainan Newcastle.

Adaptasinya memang tidak selalu berjalan mulus. Pada musim pertamanya, Gordon sempat menunjukkan frustrasi ketika ditarik keluar dalam pertandingan melawan Brentford.

Namun, ia terus berkembang berkat dukungan lingkungan yang kuat. Pasangannya, Annie, agen Adam Dugdale, serta pelatih performa Danny Donachie menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Donachie menggambarkan Gordon sebagai sosok yang sangat haus belajar dan mampu menjadikan keraguan orang lain sebagai bahan bakar motivasi.

Menurutnya, kemampuan terbesar Gordon bukan hanya keinginannya untuk terus berkembang, melainkan kesanggupannya menghadapi ketidaknyamanan dan tekanan yang sering membuat orang lain menyerah.

Dari Juara Eropa U-21 ke Camp Nou

Salah satu titik balik terbesar dalam karier Gordon terjadi pada Piala Eropa U-21 tahun 2023. Ia tampil gemilang bersama Inggris dan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.

Performa tersebut menjadi fondasi bagi perkembangan pesatnya di level klub. Pada musim berikutnya, Gordon menjelma menjadi salah satu pemain terbaik Newcastle.

Ia mencetak 11 gol dan menyumbang 10 assist di Premier League. Penampilan konsisten itu membawanya melakoni debut bersama tim senior Inggris pada Maret 2024.

Sejak saat itu, Gordon telah mengoleksi 17 penampilan internasional dan mencetak dua gol untuk The Three Lions.

Meski sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona akhirnya menjadi tujuan berikutnya. Klub Catalan melihat kualitas sekaligus potensi besar yang dimiliki pemain berusia 25 tahun tersebut.

Kemampuan berbahasa Spanyol dan interaksinya dengan para suporter dalam bahasa Catalan saat acara perkenalan menjadi gambaran bahwa Gordon sudah lama mempersiapkan momen ini.