Gabriel Jesus Bisa Menjadi Aubameyang Baru di Barcelona

Gia Yuda Pradana | 31 Agustus 2026 13:16
Gabriel Jesus Bisa Menjadi Aubameyang Baru di Barcelona
Pemain Arsenal Gabriel Jesus merayakan gol yang dicetaknya pada laga Premier League/Liga Inggris antara Crystal Palace vs Arsenal di London, Minggu, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Gabriel Jesus menjadi pilihan Barcelona setelah klub gagal mendapatkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Penyerang Brasil itu bakal didatangkan dari Arsenal dengan nilai sekitar 10 juta euro (Rp207,02 miliar), termasuk tambahan bonus yang masih dapat bertambah.

Jika dilihat dari nama besar, transfer ini memang tidak semewah rencana awal Barcelona. Namun, Jesus menawarkan profil yang sangat sesuai dengan kebutuhan Hansi Flick, terutama dalam pressing, pergerakan tanpa bola, dan kemampuannya bermain di beberapa posisi.

Advertisement

Barcelona juga tidak harus menjadikannya penerus jangka panjang Robert Lewandowski. Jesus dapat menjalankan peran sebagai solusi sementara sembari klub mencari penyerang yang benar-benar bisa menjadi pusat permainan untuk beberapa musim ke depan.

1 dari 5 halaman

Bukan Pengganti Permanen Lewandowski

Barcelona tidak merekrut Jesus karena ia merupakan penyerang tengah terbaik di dunia saat ini. Transfer tersebut lebih masuk akal sebagai langkah cerdas untuk mendapatkan pemain berpengalaman dengan biaya relatif rendah.

Pada usia 29 tahun, Jesus sudah memiliki pengalaman di Premier League dan Liga Champions. Ia juga pernah mendapatkan pendidikan taktik dari Pep Guardiola dan Mikel Arteta yang membuatnya memahami tuntutan permainan menyerang modern.

Jesus memiliki kemampuan menerima bola di antara lini, bergerak melebar, serta menarik bek tengah keluar dari posisinya. Karakter tersebut sangat cocok dengan Barcelona yang memiliki Lamine Yamal, Raphinha, dan gelandang-gelandang yang aktif menyerang ruang.

2 dari 5 halaman

Senjata Pressing untuk Flick

Salah satu kekuatan terbesar Jesus adalah kontribusinya ketika tim kehilangan bola. Guardiola pernah menilai pemain Brasil itu sebagai "yang terbaik di dunia" dalam melakukan pergerakan yang dibutuhkan untuk menjalankan pressing intens.

Statistik juga mendukung penilaian tersebut karena Jesus memiliki tingkat tekanan dan perebutan bola yang tinggi di area depan. Pada musim 2025/26, ia berada di persentil ke-95 untuk tekanan serta perebutan bola melalui tekanan dan persentil ke-97 untuk counter-pressing serta perebutan bola melalui counter-pressing.

Kemampuan itu sangat relevan dengan pendekatan Flick yang mengandalkan garis pertahanan tinggi. Jesus dapat menjadi pemain pertama yang mengganggu lawan sehingga Barcelona memiliki peluang lebih besar merebut bola di area berbahaya.

3 dari 5 halaman

Membuat Pemain Lain Lebih Berbahaya

Jesus tidak harus selalu menjadi pemain yang menyelesaikan serangan Barcelona. Ia dapat menciptakan ruang melalui pergerakan dan membuat pemain di sekelilingnya mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk menyerang.

Arteta pernah menilai Jesus mampu "menciptakan ketidakpastian dan ruang" melalui pergerakannya. Fleksibilitas tersebut memungkinkan Flick memainkannya sebagai penyerang tengah, winger, atau berdampingan dengan pemain depan lainnya.

Profil seperti itu dapat membantu Barcelona menghadapi berbagai jenis lawan. Jesus bahkan dapat masuk sebagai pemain pengganti selama 25 menit untuk memberikan tekanan tinggi ketika pertahanan lawan mulai kelelahan.

4 dari 5 halaman

Meniru Jejak Aubameyang

Barcelona memiliki contoh transfer jangka pendek yang berhasil melalui Pierre-Emerick Aubameyang. Penyerang Gabon itu datang dari Arsenal pada Februari 2022 dengan berbagai pertanyaan, tetapi mampu mencetak 13 gol dalam 24 pertandingan resmi hanya dalam waktu sekitar empat bulan.

Aubameyang kemudian digantikan Lewandowski setelah Barcelona mendapatkan penyerang Polandia tersebut. Jesus berpotensi menjalankan versi yang berbeda dari skenario itu dengan memberikan kontribusi taktik lebih besar daripada sekadar jumlah gol.

Masalah terbesar tetap berada pada kondisi fisik Jesus setelah beberapa periode panjang berkutat dengan cedera. Ia absen 319 hari akibat cedera ligamen lutut pada 2025 dan kehilangan 46 pertandingan, sehingga Barcelona harus mengatur menit bermainnya dengan cermat.

Jika mampu menjaga kebugaran, Jesus tidak perlu menjadi penerus Lewandowski untuk membuat transfer ini berhasil. Menjadi Aubameyang berikutnya, yakni solusi efektif sambil Barcelona menunggu penyerang masa depan, sudah lebih dari cukup.

Sumber: Barca Universal

5 dari 5 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE