Italian Defense, Solusi Zinedine Zidane untuk Real Madrid Pasca-Cristiano
Richard Andreas | 5 Maret 2020 09:40
Bola.net - Zinedine Zidane tidak pernah merahasiakan fakta bahwa pelatih pertama yang membuatnya terkesan dengan taktik sepak bola adalah Marcelo Lippi, sosok yang menanganinya di Juventus beberapa tahun silam. Sekarang, sebagai bos Real Madrid, Zidane mungkin menerapkan sedikit ilmu curian dari Lippi.
Beberapa tahun silam, pada lompatan besar pertamanya sebagai pemain, Zidane cukup beruntung bisa mempelajari sepak bola Italia dari Lippi. Tidak hanya soal permainan fisik, tapi soal taktik khas Italia.
Mengutip Marca, saat itu Juve-nya Lippi merupakan mesin defensif yang luar biasa, meski kedatangan pemain-pemain seperti Zidane dan Alesaandro Del Piero telah meningkatkan daya dobrak mereka di lini serang.
Sebab itu, catatan defensif apik Madrid yang sekarang mungkin bukan kebetulan. Mengapa demikian?
Italian Defense
Tidak ada yang bisa meragukan tangguhnya pertahanan Italia di dunia sepak bola, dengan taktik yang biasa disebut catenaccio. Bersama Lippi, Zidane belajar pentingnya pertahanan dan menjaga keseimbangan tim dalam permainan.
Kata 'keseimbangan' itulah yang paling sering dilontarkan Zidane pada sesi konferensi pers Madrid musim ini. Dia tahu bahwa timnya yang sekarang tidak setangguh era pertama dahulu, saat masih memiliki Real Madrid.
Tercatat, pada musim 2016/17 lalu, yakni musim terbaik Real Madrid di era modern yang berhasil meraih lima trofi dari enam kesempatan, Los Blancos kebobolan 1,2 gol per pertandingan.
Jumlah itu cukup banyak, tapi mereka bisa mengatasinya dengan mencetak lebih banyak gol, yakni rerata nyaris tiga gol per pertandingan. Berkat itu mereka bisa mengawinkan trofi Liga Champions dan La Liga.
Sudah Berbeda
Masa-masa manis itu sudah berlalu. Ronaldo pergi ke Juventus, Madrid kehilangan mesin golnya. Julen Lopetegui dan Santiago Solari gagal mencari solusi, sekarang tugas berat itu dipikul Zidane.
Sebenarnya Zidane pun pernah kesulitan menjelang akhir 2018/19 lalu. Timnya tidak bisa mencetak gol dan terlalu mudah kebobolan.
Sekarang, setelah sempat kesulitan di awal musim, keseimbangan adalah mantra terkuat Zidane. Madrid tidak lagi serapuh dahulu.
Catatan Defensif
Sekarang, Madrid hanya kebobolan 0,8 gol per pertandingan. Angka itu bukti perkembangan signifikan dalam tiga musim terakhir, meski lini serang mereka hanya bisa mencetak 2,1 gol per pertandingan.
Sekarang Madrid hanya bisa mencetak sekitar 80 gol di semua kompetisi, jumlah yang jauh lebih rendah dari era Cristiano.
Bagaimanapun, Italian Defense jadi salah satu satu kekuatan Madrid musim ini. Meski tidak benar-benar sempurna, setidaknya pertahanan jadi salah satu kekuatan Madrid musim ini.
Sumber: Marca
Baca ini juga ya!
Bukan di Madrid, Masa Depan Salah di Liverpool
Aji Mumpung, Borussia Dortmund Naikkan Lagi Mahar Transfer Jadon Sancho
Sergio Ramos Desak Real Madrid Ajukan Banding untuk Kartu Merahnya
Real Madrid Intip Peluang Dapatkan Raul Jimenez
Nasib Eden Hazard di Euro 2020, Bakal Absen atau Tetap Dipanggil Timnas Belgia?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18









