Jelang Pemilihan Presiden Barcelona, Laporta Beri Pesan Tegas: Barca Tidak Boleh Jatuh ke Tangan Amatir
Editor Bolanet | 23 Februari 2026 13:37
Bola.net - Persaingan kursi Presiden Barcelona semakin panas menjelang pemilihan bulan depan. Joan Laporta kini mulai melancarkan serangan psikologis kepada para rivalnya.
Sang petahana merasa sangat percaya diri bisa menang kembali. Ia yakin para anggota klub masih memberikan dukungan penuh padanya.
Momen kampanye ini dimanfaatkan Laporta untuk memamerkan kesuksesan finansial. Ia mengklaim kondisi ekonomi klub sekarang sudah jauh lebih stabil.
Narasi emosional ini disampaikan saat dirinya berkunjung ke Port Sitges. Laporta ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok paling tepat saat ini.
Barcelona Bangkit dari Keterpurukan

Laporta menegaskan bahwa klub saat ini sudah berada di jalur benar. Kondisi ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan situasi lima tahun lalu.
Ia menilai kredibilitas institusi Barcelona kini telah pulih total. Keberhasilan ini diklaim berkat kerja keras dan keputusan yang sangat berani.
"Klub ini secara objektif dan tak terbantahkan lebih baik dari lima tahun lalu," ujar Joan Laporta.
"Ini berkat manajemen yang berhasil menyelamatkan entitas dari situasi ekonomi kritis," sambungnya.
"Manajemen yang baik bukan hasil kebetulan, melainkan hasil kerja terus-menerus," tegas Laporta.
Sindiran Pedas untuk Para Rival

Dalam pidatonya, Laporta memberikan peringatan keras bagi para pemilih. Ia menyoroti pentingnya pengalaman dalam mengelola klub sebesar raksasa Catalan.
Laporta merasa Barcelona memiliki risiko besar jika dipimpin orang baru. Ia tidak ingin stabilitas yang sudah dibangun justru hancur berantakan.
"Klub ini tidak boleh jatuh ke tangan orang yang tidak berpengalaman," kata Joan Laporta.
"Stabilitas institusi harus ditegaskan kembali, baik secara sosial maupun ekonomi. Kita harus menuntaskan proyek Camp Nou baru dan menjaga ambisi olahraga," tutur sang petahana.
Menjaga Warisan dan Identitas Klub
Laporta juga berkomitmen untuk menjaga model kepemilikan oleh para anggota. Ia berjanji akan terus membela esensi dan budaya asli Barcelona.
Dukungan untuk bahasa dan budaya Catalan tetap menjadi prioritas utamanya. Hal ini menjadi senjata ampuh untuk menarik simpati para pendukung lokal.
Meskipun sudah resmi mengundurkan diri sementara, popularitas Laporta tetap tinggi. Aturan pemilihan mewajibkan dirinya mundur selama proses kampanye berlangsung saat ini.
Publik kini menanti apakah manuver Laporta ini membuahkan hasil manis. Bulan depan akan menjadi penentu masa depan arah manajemen klub tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ibrahima Konate Gabung Real Madrid Tinggal Menunggu Pengumuman Resmi
Liga Spanyol 4 Juni 2026, 12:14
-
Lini Tengah Impian Chelsea dengan Paket Transfer Rp4 Triliun
Liga Inggris 4 Juni 2026, 11:27
LATEST UPDATE
-
Nomor Punggung Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juni 2026, 12:44
-
Diminati Juventus, Alisson Becker Putuskan Bertahan di Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:23
-
10 Pelatih Termahal di Piala Dunia 2026, Siapa Gajinya Paling Besar?
Piala Dunia 4 Juni 2026, 12:14
-
Ibrahima Konate Gabung Real Madrid Tinggal Menunggu Pengumuman Resmi
Liga Spanyol 4 Juni 2026, 12:14
-
Andoni Iraola Hari Ini Teken Kontrak Sebagai Pelatih Baru Liverpool
Liga Inggris 4 Juni 2026, 12:02
-
Lini Tengah Impian Chelsea dengan Paket Transfer Rp4 Triliun
Liga Inggris 4 Juni 2026, 11:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











