Kalah Menyakitkan, Barcelona Pantas Mendapatkannya

Gia Yuda Pradana | 17 Februari 2026 08:34
Kalah Menyakitkan, Barcelona Pantas Mendapatkannya
Pemain Barcelona Lamine Yamal beradu argumen dengan pemain Girona Joel Roca pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Bola.net - Barcelona harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Girona dalam laga pekan ke-24 La Liga 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Estadi Municipal de Montilivi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 03.00 WIB, berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.

Hasil minor ini tidak hanya menghentikan laju Barcelona, tapi juga menggusur mereka dari puncak klasemen La Liga. Sempat unggul lebih dulu, Blaugrana gagal mempertahankan keunggulan dan harus mengakui ketangguhan Girona yang tampil pantang menyerah.

Advertisement

Kekalahan ini menjadi perhatian mengingat dominasi Barcelona di babak pertama yang tidak mampu dikonversi menjadi gol. Girona berhasil memanfaatkan kelengahan di babak kedua untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penting.

1 dari 4 halaman

Dominasi Babak Pertama yang Sia-sia

Dominasi Babak Pertama yang Sia-sia

Pemain Barcelona, Lamine Yamal, terjatuh di dekat rekannya Frenkie de Jong serta pemain Girona, Thomas Lemar, dalam pertandingan La Liga antara Girona melawan Barcelona, Selasa (17/2/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona tampil agresif sejak awal pertandingan, menguasai bola, dan menciptakan banyak peluang berbahaya ke gawang Girona. Berdasarkan catatan, Blaugrana membukukan 2,04 expected goals (xG) sepanjang babak pertama, menunjukkan intensitas serangan mereka.

Namun, penyelesaian akhir menjadi masalah utama bagi tim asuhan Hansi Flick, dengan Raphinha melewatkan peluang emas dan tendangannya membentur tiang gawang. Lamine Yamal juga menyia-nyiakan peluang satu lawan satu dan gagal mengeksekusi penalti setelah tendangannya membentur tiang gawang menjelang turun minum.

Secara taktik, Barcelona dinilai cukup baik dengan jebakan offside yang efektif, serta penyesuaian dari pelatih Hansi Flick yang meningkatkan struktur pertahanan tim. Meskipun demikian, kegagalan memanfaatkan peluang di babak pertama terbukti sangat merugikan.

2 dari 4 halaman

Comeback Dramatis Girona

Comeback Dramatis Girona

Pemain Girona, Hugo Rincon, berebut bola dengan pemain Barcelona, Eric Garcia, dalam laga La Liga antara Girona melawan Barcelona, Selasa (17/2/2026) (c) AP Photo/Joan Monfort

Barcelona sempat memecah kebuntuan pada menit ke-59 melalui gol Pau Cubarsi, yang menyundul umpan silang akurat dari Jules Kounde. Keunggulan ini membuat para penggemar Barcelona optimis akan kemenangan.

Namun, keunggulan Blaugrana hanya bertahan singkat, karena Girona berhasil menyamakan kedudukan dua menit kemudian, pada menit ke-62, melalui gol Thomas Lemar. Gol ini mengubah momentum pertandingan dan meningkatkan kepercayaan diri tim tuan rumah.

Girona kemudian membalikkan skor dan memastikan kemenangan pada menit ke-86 dengan gol dari Fran Beltran, yang mencetak gol dari luar kotak penalti. Gol penentu ini tercipta setelah Joel Roca memberikan umpan, tapi Roca kemudian diganjar kartu merah langsung karena tekel keras terhadap Yamal di menit-menit akhir.

3 dari 4 halaman

Dampak Kekalahan dan Introspeksi Barcelona

Dampak Kekalahan dan Introspeksi Barcelona

Pemain Barcelona Roony Bardghji bereaksi saat para pemain Girona merayakan kemenangan pada laga La Liga/Liga Spanyol antara Girona vs Barcelona, 16 Februari 2026 (c) AP Photo/Joan Monfort

Kekalahan ini menyebabkan Barcelona tergusur dari puncak klasemen oleh rival abadi mereka, Real Madrid. Barcelona kini berada di peringkat kedua dengan 58 poin, tertinggal dua poin dari Real Madrid yang sebelumnya mengalahkan Real Sociedad 4-1.

Bagi Girona, kemenangan ini sangat berarti, mengangkat mereka menjauh dari zona degradasi dan menempati peringkat ke-12 dengan 29 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa Girona layak mendapatkan kemenangan berdasarkan performa mereka di periode akhir pertandingan.

Kekalahan ini dianggap menyakitkan bagi Barcelona, terutama mengingat performa dominan mereka di babak pertama, tapi mereka pantas mendapatkannya karena banyaknya peluang yang terbuang sia-sia. Ada kebutuhan untuk introspeksi diri bagi semua pihak, mulai dari pemain hingga pelatih Hansi Flick, untuk menyelamatkan Barcelona dari situasi sulit ini.

LATEST UPDATE