Karim Benzema di Real Madrid Musim 2019/2020, Versi Lain Lionel Messi-nya Barcelona
Asad Arifin | 17 Juli 2020 12:47
Bola.net - Real Madrid menjadi juara La Liga musim 2019/2020. Sukses Los Blancos tidak lepas dari kinerja apik para pemain. Salah satunya adalah Karim Benzema.
Karim Benzema menjadi pesakitan dalam beberapa musim terakhir. Pada musim 2016/2017, dia hanya mencetak 11 gol di La Liga dan mendapat banyak kritik. Musim selanjutnya, dia hanya mencetak lima gol saja di La Liga.
Jika dengan 11 gol mendapat banyak kritik, apa yang terjadi dengan 5 gol. Karim Benzema bahkan dijagokan bakal pindah dari Real Madrid.
Pesona Karim Benzema selama beberapa musim memudar karena Cristiano Ronaldo. Dia menjadi mesin gol utama Real Madrid. Saat Ronaldo pindah, pelan tetapi pasti Karim Benzema mengambil tanggung jawab sebagai mesin gol.
Versi Lain Lionel Messi

Pada musim 2018/2019, Karim Benzema mampu mencetak 21 gol di La Liga. Catatan apik ini diabaikan begitu saja karena kegagalan Real Madrid menjadi juara. Ini adalah musim pertama Real Madrid tanpa Ronaldo setelah sembilan musim bersama.
Dan, musim 2019/2020 menjadi momen spesial bagi pemain asal Prancis untuk membungkam semua keraguan.
Karim Benzema punya andil sangat besar atas sukses Real Madrid juara La Liga 2019/2020. Ketika Eden Hazard fisiknya memburuk, Vinicius belum konsisten, Gareth Bale entah ke mana, dan Isco kesulitan, Karim Benzema tampil sebagai hero.
Karim Benzema mencetak 21 gol di La Liga, paling banyak dibanding pemain Real Madrid. Dia 35 kali menjadi pemain inti, paling banyak dibanding pemain Real Madrid. Dia membuat 8 assist, paling banyak dibanding pemain Real Madrid lainnya.
Karim Benzema di Real Madrid tak ubahnya sebagai versi lain Lionel Messi di Barcelona. La Pulga mencetak 23 gol, paling banyak dibanding pemain lain. Membuat 20 assist, paling banyak dibanding pemain lain di Barcelona dan La Liga.
Semua Berkat Zinedine Zidane
Performa apik Karim Benzema tentu saja tidak lepas tangan dingin Zinedine Zidane. Sebagai pelatih, dia 'keras kepala' untuk terus memainkan Benzema. Ketika semua fans dan pengamat mengkritik Benzema, Zidane selalu membela.
Zidane mempercayai Benzema lebih dari orang lain. Dan, pelatih 48 tahun itu punya alasan mengapa harus percaya pada Benzema.
"Saya rasa tidak ada yang berubah dari Karim Benzema. Dia punya pengalaman lebih banyak, tentu saja dia sudah berada di Real Madrid begitu lama," puji Zinedine Zidane dikutip dari Marca.
"Karim Benzema selalu menjaga dirinya dan memiliki ambisi yang besar. Benzema sangat mencintai sepak bola dan menyukai koneksi dengan rekan satu timnya dengan bola."
"Publik mengatakan bahwa siapa pun yang menjadi pemain nomor 9 di Real Madrid harus mencetak gol, tetapi saya tidak membutuhkan pandangan yang seperti itu."
"Nomor 9 yang hanya mencetak gol tanpa terlibat dalam permainan tidak begitu menarik bagi saya. Benzema bisa mencetak gol dan terlibat dalam seluruh pertandingan," kata pelatih yang membawa Real Madrid tiga kali juara Liga Champions tersebut.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Ini Juga:
- Highlights La Liga: Real Madrid 2-1 Villarreal
- Presiden Real Madrid: Zinedine Zidane adalah Berkah dari Langit
- Ketika Zinedine Zidane Menolak Pujian Atas Sukses Real Madrid: Pemain yang Bertarung
- Real Madrid Juara dan Wajah Dingin Zinedine Zidane: Saya Memang Begini kok!
- 5 Fakta Menarik Setelah Real Madrid Juara La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:57
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





