Kasus Memburuk, Barcelona Bisa Blokir Lamine Yamal Bela Spanyol
Richard Andreas | 30 September 2025 09:05
Bola.net - Barcelona dilaporkan tengah merencanakan langkah untuk menghalangi pemanggilan Lamine Yamal ke dalam skuad tim nasional Spanyol untuk dua laga kualifikasi Piala Dunia menghadapi Georgia dan Bulgaria bulan depan.
Keputusan tersebut muncul sebagai respons atas kekecewaan klub terkait kondisi pemain yang memburuk setelah jeda internasional sebelumnya.
Yamal disebut mengalami perburukan cedera otot paha karena dipaksakan bermain dengan bantuan obat pereda nyeri.
Berdasarkan laporan media Catalan, ARA, Barcelona sedang mempersiapkan strategi untuk memastikan Yamal tidak bergabung dengan skuad Spanyol pada 11 dan 14 Oktober mendatang.
Hansi Flick dikabarkan akan menurunkan pemain berusia 18 tahun tersebut dalam pertandingan melawan PSG dan Sevilla pekan ini sebelum menyampaikan penolakan resmi kepada federasi.
Sikap keras ini dipicu oleh pengalaman buruk awal bulan ini ketika Yamal memperkuat Spanyol meski kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Cedera yang dialaminya justru bertambah parah setelah dua kali tampil, mengakibatkan dia absen dalam empat laga krusial Barcelona, termasuk pertandingan pembuka Liga Champions kontra Newcastle.
Kemarahan Barcelona atas Penanganan Timnas
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, secara terbuka menunjukkan kekecewaannya terhadap situasi ini. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan Valencia pada 14 September, Flick mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap keputusan tim nasional.
"Lamine Yamal tidak dapat bermain. Dia berangkat bersama tim nasional dalam kondisi cedera dan tidak berlatih sama sekali," ungkapnya.
"Mereka memberikannya obat pereda nyeri supaya bisa turun bermain. Mereka sudah unggul tiga gol di setiap pertandingan, tetapi dia tetap dimainkan lebih dari 70 menit," lanjut Flick dengan nada kecewa.
"Itu bukan cara yang tepat untuk merawat seorang pemain," tegasnya.
Flick berpendapat bahwa Spanyol seharusnya lebih bijaksana dalam mengelola kondisi pemain muda. Terlebih mengingat jadwal padat yang harus dijalani Yamal sejak musim dimulai.
Sang pelatih menekankan bahwa tanggung jawab utama klub adalah menjaga kesejahteraan jangka panjang pemain, bukan hanya memaksimalkan kontribusi dalam waktu singkat.
Ketidakhadiran Yamal memberikan dampak besar bagi Barcelona yang harus mengarungi serangkaian laga penting tanpa sang bintang muda. Cedera ini juga memicu diskusi luas tentang beban berlebihan yang dialami pesepakbola muda di level tertinggi.
FIFPRO Peringatkan Risiko Beban Berlebih
Kekhawatiran Barcelona semakin diperkuat oleh laporan terkini dari FIFPRO yang mengangkat isu beban berlebihan pada pemain muda. Dalam laporan yang dirilis Senin lalu, FIFPRO menggunakan Yamal sebagai contoh ekstrem pemain yang terlalu sering diturunkan di usia belia.
Tercatat, Yamal telah tampil sebanyak 130 kali sebelum menginjak usia 19 tahun. Angka ini jauh melampaui pencapaian Andres Iniesta di usia yang sama.
FIFPRO memberikan peringatan bahwa padatnya jadwal kompetisi dapat meningkatkan risiko cedera jangka panjang pada pemain. Laporan tersebut menjadi alarm keras bagi klub dan federasi untuk mengevaluasi kembali manajemen rotasi pemain muda seperti Yamal.
Meski baru sembuh dari cedera, Yamal langsung memberikan kontribusi dalam laga terakhir Barcelona melawan Real Sociedad. Masuk sebagai pemain pengganti, dia menyumbang assist untuk gol kemenangan Robert Lewandowski.
Sebelum cedera melanda, performanya juga sangat mengesankan dengan mencatat dua gol dan dua assist dari tiga laga awal La Liga.
Barcelona kini bersiap memasuki pekan yang berat sebelum jeda internasional tiba. Flick dan pasukannya akan menjamu Paris Saint-Germain di Liga Champions, kemudian bertandang ke kandang Sevilla.
Blaugrana saat ini memimpin klasemen La Liga dengan 19 poin, unggul satu poin dari Real Madrid dan belum terkalahkan hingga saat ini.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Benarkah Ada Klausul Denda dari MU untuk Barcelona di Kontrak Marcus Rashford? Ini Kata Deco
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 30 September - 2 Oktober 2025
FIFPRO Peringatkan Barcelona dan Spanyol Soal Beban Berlebih Lamine Yamal, Apa Sebabnya?
Negosiasi Kontrak Frenkie de Jong Berjalan Lancar, tapi Kapan Tanda Tangan?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



