Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid

Aga Deta | 13 Januari 2026 15:31
Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi kepada para pemain di area teknis saat pertandingan Copa del Rey melawan Talavera, 18 Desember 2025. (c) AP Photo/M. Berengui

Bola.net - Real Madrid kini menghadapi sorotan luas setelah berpisah dengan Xabi Alonso. Keputusan ini ternyata bukan tiba-tiba, melainkan akumulasi dari masalah yang sudah muncul sejak awal.

Menurut laporan AS, Alonso merasa proyeknya terhambat karena satu kebutuhan penting yang tidak dipenuhi klub. Ia telah menegaskan prioritasnya sejak awal, namun manajemen tidak menindaklanjuti.

Advertisement

Alonso datang ke Santiago Bernabeu dengan dukungan penuh pada awalnya. Klub memberikan kepercayaan padanya untuk menerapkan ide-ide yang sukses di Bundesliga.

Beberapa pembelian seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Franco Mastantuono menunjukkan visi jangka panjang. Namun, proyek jangka panjang Alonso membutuhkan satu elemen kunci yang tidak tersedia.

1 dari 4 halaman

Janji Awal Alonso

Janji Awal Alonso

Xabi Alonso usai laga antara Real Madrid melawan Real Betis di Bernabeu, 5 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Real Madrid terlihat memberi Alonso kebebasan taktis pada awal kepemimpinannya. Ia diperbolehkan mengimplementasikan sistem yang sudah membawanya sukses di Leverkusen.

Klub membutuhkan pembaruan dan evolusi taktik, dan Alonso dipandang sebagai figur yang tepat untuk membawa perubahan itu. Dukungan awal termasuk beberapa transfer strategis untuk membangun fondasi tim.

Namun, proyek itu mulai kehilangan arah karena satu posisi vital di lini tengah tidak terpenuhi. Alonso sadar bahwa tim memerlukan pengatur permainan yang bisa mengontrol tempo dan menjadi acuan saat penguasaan bola.

2 dari 4 halaman

Masalah Tanpa Gelandang Jangkar

Masalah Tanpa Gelandang Jangkar

Pemain Arsenal, Martin Zubimendi (atas), merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Aston Villa di London, Selasa, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Alastair Grant

Alonso mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan gelandang jangkar. Ia menilai Martin Zubimendi sebagai pemain yang paling cocok untuk peran tersebut.

Harga Zubimendi diperkirakan antara 60 juta euro hingga 70 juta euro, masih dalam jangkauan Real Madrid. Namun, Arsenal sudah lebih dulu melangkah dalam negosiasi, membuat klub terlambat menindaklanjuti saran Alonso.

Ketidakmampuan klub memenuhi permintaan ini menjadi sumber frustrasi Alonso. Ia tetap menghargai kualitas Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, Federico Valverde, dan Jude Bellingham, tetapi tim kekurangan keseimbangan fisik dan posisi yang dibutuhkan untuk menjadi jangkar.

3 dari 4 halaman

Dampak pada Sistem Tim

Dampak pada Sistem Tim

Ekspresi kecewa Kylian Mbappe setelah kalah dalam laga final Piala Super Spanyol, Barcelona vs Real Madrid di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Januari 2026 (c) AP Photo/Altaf Qadri

Alonso mencoba berbagai solusi untuk menambal kekurangan ini. Namun, tidak ada yang benar-benar memberikan keseimbangan yang ia inginkan di lini tengah.

Secara bertahap, ide awalnya mulai kehilangan kejernihan. Bahkan keyakinannya pada strategi high pressing melemah karena sistem tidak berjalan optimal tanpa profil gelandang jangkar yang tepat.

Kegagalan ini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat perpisahan Alonso dengan Real Madrid. Klub kehilangan kesempatan untuk mengeksekusi visi jangka panjang yang sudah dirancang oleh pelatih Spanyol itu.

Sumber: Madrid Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen La Liga

LATEST UPDATE