Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
Aga Deta | 13 Januari 2026 15:31
Bola.net - Real Madrid kini menghadapi sorotan luas setelah berpisah dengan Xabi Alonso. Keputusan ini ternyata bukan tiba-tiba, melainkan akumulasi dari masalah yang sudah muncul sejak awal.
Menurut laporan AS, Alonso merasa proyeknya terhambat karena satu kebutuhan penting yang tidak dipenuhi klub. Ia telah menegaskan prioritasnya sejak awal, namun manajemen tidak menindaklanjuti.
Alonso datang ke Santiago Bernabeu dengan dukungan penuh pada awalnya. Klub memberikan kepercayaan padanya untuk menerapkan ide-ide yang sukses di Bundesliga.
Beberapa pembelian seperti Trent Alexander-Arnold, Dean Huijsen, Alvaro Carreras, dan Franco Mastantuono menunjukkan visi jangka panjang. Namun, proyek jangka panjang Alonso membutuhkan satu elemen kunci yang tidak tersedia.
Janji Awal Alonso

Real Madrid terlihat memberi Alonso kebebasan taktis pada awal kepemimpinannya. Ia diperbolehkan mengimplementasikan sistem yang sudah membawanya sukses di Leverkusen.
Klub membutuhkan pembaruan dan evolusi taktik, dan Alonso dipandang sebagai figur yang tepat untuk membawa perubahan itu. Dukungan awal termasuk beberapa transfer strategis untuk membangun fondasi tim.
Namun, proyek itu mulai kehilangan arah karena satu posisi vital di lini tengah tidak terpenuhi. Alonso sadar bahwa tim memerlukan pengatur permainan yang bisa mengontrol tempo dan menjadi acuan saat penguasaan bola.
Masalah Tanpa Gelandang Jangkar

Alonso mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan gelandang jangkar. Ia menilai Martin Zubimendi sebagai pemain yang paling cocok untuk peran tersebut.
Harga Zubimendi diperkirakan antara 60 juta euro hingga 70 juta euro, masih dalam jangkauan Real Madrid. Namun, Arsenal sudah lebih dulu melangkah dalam negosiasi, membuat klub terlambat menindaklanjuti saran Alonso.
Ketidakmampuan klub memenuhi permintaan ini menjadi sumber frustrasi Alonso. Ia tetap menghargai kualitas Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, Federico Valverde, dan Jude Bellingham, tetapi tim kekurangan keseimbangan fisik dan posisi yang dibutuhkan untuk menjadi jangkar.
Dampak pada Sistem Tim

Alonso mencoba berbagai solusi untuk menambal kekurangan ini. Namun, tidak ada yang benar-benar memberikan keseimbangan yang ia inginkan di lini tengah.
Secara bertahap, ide awalnya mulai kehilangan kejernihan. Bahkan keyakinannya pada strategi high pressing melemah karena sistem tidak berjalan optimal tanpa profil gelandang jangkar yang tepat.
Kegagalan ini menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat perpisahan Alonso dengan Real Madrid. Klub kehilangan kesempatan untuk mengeksekusi visi jangka panjang yang sudah dirancang oleh pelatih Spanyol itu.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man City vs Arsenal, Aaron Ramsey Ingin The Gunners Keluar Sebagai Pemenang
Liga Inggris 17 April 2026, 19:58
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Bologna 20 April 2026
Liga Italia 18 April 2026, 17:22
-
Chelsea vs Man Utd: 4 Aspek Penting dalam Duel Panas di Stamford Bridge
Liga Inggris 18 April 2026, 17:00
-
Live Streaming Napoli vs Lazio - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 18 April 2026, 16:00
-
Jadwal Lengkap Balapan FIA World Endurance Championship 2026
Otomotif 18 April 2026, 15:30
-
Jadwal Lengkap GT World Challenge Asia 2026, Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah
Otomotif 18 April 2026, 14:30
-
Sean Gelael Pastikan Ikut Balapan GT World Challenge Asia 2026 di Seri Mandalika
Otomotif 18 April 2026, 13:30
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00









